Kontrak Baru WIKA dalam Sebulan Melambung Rp 1,34 Triliun

Kontrak Baru WIKA dalam Sebulan Melambung Rp 1,34 Triliun

Perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam sebulan melambung sebesar Rp 1,34 triliun dari Rp 10,25 T menjadi Rp 11,59 triliun. - Halaman all

(InvestorID) 04/09/24 11:04 14890958

JAKARTA, investor.id – Perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam sebulan melambung sebesar Rp 1,34 triliun. Per Juni atau semester I-2024, WIKA mengumumkan telah meraih kontrak baru sebesar Rp 10,25 triliun. Namun, sebulan berselang atau Juli 2024, raihan kontrak baru WIKA naik menjadi Rp 11,59 triliun.

Mayoritas kontrak baru yang dibukukan anggota BUMN Karya hingga Juli 2024 tersebut berasal dari segmen Industri, kemudian Infrastruktur & Gedung, Properti, dan segmen EPCC.

Beberapa proyek yang masuk daftar kontrak baru pada Juli 2024 seperti proyek Pembangunan Jetty 1 Baru di Integrated Terminal Manggis, Bali, senilai Rp 475 miliar yang dipercayakan PT Pertamina Patra Niaga kepada WIKA.

Lalu, proyek Gedung BMKG InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) di Jakarta & Bali, dan beberapa perolehan kontrak lainnya baik di induk maupun anak perusahaan.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW) menyampaikan, pencapaian ini menunjukkan kinerja unggul WIKA pada bisnis inti (core business) terutama Infrastruktur dan EPCC.

“Seiring dengan strategi WIKA meningkatkan keunggulan eksekusi pengerjaan proyek dan pengendalian biaya operasi yang efektif, kami telah menunjukkan progress on track atas upaya transformasi sehingga mampu menjaga daya saing serta kepercayaan stakeholders," ujar Agung BW dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (4/9/2024).

Bendungan Jenelata

Strategi unggul dalam mengeksekusi proyek juga WIKA terapkan di pembangunan proyek Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp 726 miliar, yang dipercayakan Kementerian PUPR.

Di proyek itu, WIKA tergabung dalam joint operation CAMCE - ADHI - WIKA (JO) untuk membangun struktur utama bendungan pada sandaran kiri dan jalur akses.

Saat ini, pembangunan Bendungan Jenelata berada pada tahap awal meliputi persiapan, pekerjaan bendungan utama, dan pemenuhan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Pembangunan Bendungan Jenelata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan air bersih, energi listrik, serta mendukung sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi lokal di sekitar Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam pembangunan bendungan tersebut, WIKA berupaya menjaga habitat sekitar dengan meminimalisir penebangan pohon di area konstruksi. Selain itu, WIKA juga mengerjakan konservasi air dan tanah guna menjaga kelestarian lingkungan.

“WIKA berkomitmen, menjaga kelestarian lingkungan di proyek, sehingga proyek-proyek yang dibangun tidak hanya bermanfaat bagi Masyarakat, tetapi juga ramah lingkungan,” tutup Agung BW. 

Sesuai laporan keuangan konsolidasian WIKA yang berakhir 30 Juni 2024, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 7,53 triliun. Kontribusi utama penjualan tersebut bersumber dari segmen Infrastruktur & Gedung serta Industri yang masing-masing sebesar lebih dari 30%, disusul dengan EPCC  sebesar 16,5% dan Properti sebesar 18,3%. 

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #wika #saham-wika #wijaya-karya-wika #bumn-karya #kontrak-baru-wika #bendungan-jenelata #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/372362/kontrak-baru-wika-dalam-sebulan-melambung-rp-134-triliun