#30 tag 24jam
WIKA Gedung (WEGE) Komit Getol Bagi Dividen
PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE) alias WIKA Gedung berkomitmen bakal getol membagikan dividen setiap tahun kepada para pemegang saham. - Halaman all [340] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #wika-gedung #saham-wege #wijaya-karya-wika #saham-wika #dividen-wika-gedung #kontrak-baru-wege #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 29/09/24 17:50
v/15729020/
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE) alias WIKA Gedung berkomitmen bakal getol membagikan dividen setiap tahun kepada para pemegang saham.
Sekretaris Perusahaan WIKA Gedung Purba Yudha Tama menjelaskan, perihal pembagian dividen, WIKA Gedung sudah cukup konsisten membayarnya setiap tahun kepada pemegang saham di kisaran 10-25%.
Tahun lalu, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tersebut menebar dividen dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 20% atau sekitar Rp 9,34 miliar dan laba per saham sebesar Rp 4 dari laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp 46,70 miliar.
“Ini adalah komitmen manajemen bahwa kami akan tetap membagikan dividen selama profit kami memungkinkan dan kami lihat dari sisi keuangan,” tutur Purba di webinar bersama Philip Sekuritas dikutip, Minggu (29/9/2024).
Tahun ini, emiten bersandi saham WEGE itu mengincar kontrak baru sebesar Rp 5 triliun dan target laba bersih sebesar Rp 89 miliar. Hingga Agustus 2024, Purba menyebut, WEGE sudah membukukan kontrak baru sebesar Rp 1,47 triliun.
Mayoritas, perolehan kontrak baru itu bersumber dari proyek pemerintah sebesar 72,25%, BUMN sebesar 15% dan swasta sebesar 12,65%. Sementara dilihat dari jenis pekerjaannya terdiri dari proyek office sebesar 46,35%, fasilitas publik sebesar 18,96%, dan residensial sebesar 34,7%.
“Kami masih cukup yakin bisa achieve target kontrak baru di 2024 karena masih ada sekitar Rp 6,19 triliun pasar potensial yang bisa kami dapatkan,” ungkap Purba.
Terlebih, jika dilihat dari sisi pemberi kerjanya masih ada potensi sekitar 61,78% yang masing-masing dikontribusi dari BUMN sebesar 25,9% dan swasta sebesar 12,2%.
“Secara historis beberapa tahun belakang, kami cukup positif mendapatkan pendapatan dari pemerintah, sehingga kami optimistis tahun ini bisa mencapai target kontrak baru sesuai yang kami rencanakan,” tutupnya.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Ramai-ramai Emiten BUMN Gapai Restrukturisasi
Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. - Halaman all [1,425] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #restrukturisasi-bumn #emiten-bumn #waskita-karya-wskt #erick-thohir #wamen-bumn-tiko #muhammad-hanugroho #wijaya-karya-wika #krakatau-steel-kras #indofarma-inaf
(InvestorID) 07/09/24 14:20
v/14926303/
JAKARTA, investor.id - Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. Capaian ini sejalan dengan target Kementerian BUMN sekaligus menjadi warisan (legacy) Menteri BUMN Erick Thohir menjelang transisi pemerintahan baru.
Beberapa perusahaan pelat merah yang sudah mencapai kesepakatan MRA yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Perusahaan BUMN lain yang dijadwalkan segera menyusul menandatangani MRA adalah Holding Bio Farma terkait restrukturisasi PT Indofarma Tbk (INAF).
Khusus Waskita, penandatanganan MRA berlangsung pada Jumat (6/9/2024) kemarin di Menara Danareksa, Jakarta. Anggota BUMN Karya itu meneken MRA bersama 21 kreditur perbankan dengan total nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun.
Kreditur perbankan yang menyetujui usulan restrukturisasi Waskita di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN).
Bukan cuma itu, emiten bersandi saham WSKT tersebut juga meraih persetujuan terkait pokok perubahan perjanjian fasilitas kredit modal kerja penjaminan (KMKP) dari lima kreditur perbankan senilai Rp 5,2 triliun. Jadi, total utang yang direstrukturisasi dalam penandatanganan MRA Jumat kemarin mencapai Rp 31,5 triliun.
Nilai yang fantastis, sehingga tak heran, penandatanganan MRA tersebut dihadiri para pesohor Kementerian BUMN mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan pejabat Kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR, serta seluruh kreditur bank Himbara dan bank swasta, termasuk Direksi Waskita Karya.
Perlu diketahui, MRA yang ditandatangani pada Jumat itu merupakan penyempurnaan dari MRA yang sudah diteken Waskita bersama para kreditur pada 2021 dengan total nilai keseluruhan Rp 29,25 triliun, menurut laporan keuangan konsolidasian Waskita per 30 Juni 2024. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, WSKT mampu menutup sebesar Rp 3 triliun dari total utang yang direstrukturisasi.
Dalam pernyataannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, restrukturisasi merupakan upaya perbaikan kinerja Waskita. “Saya mau ucapkan terima kasih kepada bank yang mendukung. Kami bisa lihat, bukan hanya bank BUMN dan swasta, bahkan internasional masih percaya kinerja kami di Kementerian BUMN lebih baik,” ucap Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jumat (6/9/2024).
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, dengan tercapainya restrukturisasi Waskita bersama kreditur perbankan, pemegang obligasi (obligor) diharapkan dapat mengikuti.
Bila sedikit ditelaah, pernyataan pria yang akrab disapa Tiko ini sepertinya mengarah pada pemegang obligasi yang belum sepakat untuk restrukturisasi. Pasalnya, dari empat seri obligasi yang perlu direstrukturisasi, Waskita baru deal restrukturisasi untuk tiga seri senilai Rp 3 triliun. Tersisa satu seri senilai Rp 1,3 triliun yang masih dalam proses, sebagaimana diungkapkan Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho.
Karena itu, Tiko menekankan, penyehatan Waskita akan dapat berkelanjutan ditopang dengan rencana kerja yang bisa memastikan bisnis dan manajemen risiko perseroan ke depan semakin membaik. “Termasuk, dengan para kreditur dan Kementerian Keuangan dalam konteks KMKP, kami optimistis, restrukturisasi bisa berjalan sesuai rencana yang ditandatangani,” ujar dia.
Kembali ke Bisnis Inti
Keyakinan Tiko terkait masa depan bisnis Waskita didasarkan pada strategi yang sudah disiapkan. Salah satunya, Waskita akan tetap mengerjakan proyek-proyek pemerintah dibuktikan dengan raihan kontrak baru Waskita yang terus berjalan hingga sekarang. Lewat dukungan perbankan, kata dia, akan membuat Waskita bisa menjalankan proyek-proyek baru dengan kontrak yang lebih sehat.
“Yang penting dan memang, mereka (Waskita) tidak akan mengambil proyek jalan tol lagi. Dulu kan memang mereka kenanya di jalan tol. Nah, ke depan mereka tidak akan ambil tol baru. Untuk tol, penugasan, semua ada di Hutama Karya,” tegas Tiko.
Hanya saja untuk saat ini, Waskita akan tetap menyelesaikan beberapa proyek jalan tol seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kemudian penambahan di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan penyelesaian Tol Cibitung-Cimanggis(CCT). Selanjutnya, secara bertahap, jalan-jalan tol tersebut akan didivestasi sehingga dapat mengurangi jumlah utang Waskita.
Berdasarkan catatan Investor Daily, strategi Kementerian BUMN mendivestasi aset jalan tol ini sekaligus dalam upaya untuk mengembalikan Waskita kepada bisnis intinya (core business) yaitu menggarap proyek-proyek infrastruktur air, jalan dan jembatan, serta proyek bandara.
Suspensi Saham WSKT
Paralel dengan tercapainya MRA, Hanugroho menuturkan, langkah Waskita selanjutnya akan mengarah pada pembukaan suspensi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena bagaimanapun suspensi itu harus klir terkait dengan restrukturisasinya. Artinya dengan MRA ini bisa menjadi sinyal positif,” ujar pria yang dekat dipanggil Oho itu.
Equity Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Mohamad Adityo Nugroho berpandangan, nasib suspensi saham WSKT tentunya hanya otoritas bursa yang mengetahui. Tapi paling tidak, dengan keberhasilan Waskita meraih MRA, dalam waktu dekat akan berdampak kepada berkurangnya beban keuangan perseroan.
Apalagi, suku bunga akan menurun dan tenor juga diperpanjang. “Jadi, paling tidak, MRA Waskita ini akan sedikit mengurangi beban keuangannya,” ujar Adityo kepada Investor Daily, Jumat (6/9/2024) kemarin.
Dirinya belum bisa memprediksi masa depan sektor konstruksi masih akan menjanjikan atau tidak. Sebab, hal tersebut akan sangat bergantung pada fokus pemerintahan baru di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto. “Apakah tetap memprioritaskan infrastruktur atau ada prioritas lain,” imbuh Adityo.
Susul Wijaya Karya
Lompatan Waskita yang berhasil menandatangani MRA ini sekaligus menambah daftar BUMN Karya yang mulai menuju pada perbaikan. Jauh sebelum Waskita, ada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang sudah lebih dulu mencapai MRA bersama total 15 lembaga keuangan pada Februari 2024 dengan nilai outstanding sebesar Rp 20,79 triliun.
Kala itu, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, tercapainya kesepakatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari lembaga keuangan terhadap WIKA.
“Lembaga keuangan memiliki keyakinan terhadap nilai dan kemanfaatan yang dapat dihadirkan WIKA. Karena itu, tercapainya kesepakatan MRA akan berdampak positif secara signifikan untuk mewujudkan penyehatan perseroan," ujar Agung.
Sementara terkait obligasi, nasib WIKA rupanya sedikit lebih beruntung ketimbang Waskita. WIKA cukup percaya diri dapat melunasi obligasi yang akan jatuh tempo, sehingga perseroan belum merencanakan untuk merestrukturisasi obligasinya. Terbukti, pada 3 Maret 2024 misalnya, WIKA sanggup merealisasikan pembayaran bunga jatuh tempo Obligasi dan Sukuk Mudharabah PUB I Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 69,6 miliar.
Krakatau Steel
BUMN lain yang juga sudah mencapai MRA adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Pemegang saham emiten baja pelat merah tersebut sebagaimana hasil putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024), bersepakat melanjutkan restrukturisasi bersama 10 kreditur perbankan/lembaga keuangan senilai US$ 1,4 miliar atau setara Rp 21,55 triliun.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengapresiasi, kesediaan 10 lenders yang mendukung tercapainya restrukturisasi KRAS. Keberhasilan tersebut bukan hanya melegakan bagi KRAS, tetapi juga bagi semua pihak.
“Dengan RUPS ini diketok palu menjadi putusan, maka kami akan duduk bersama lenders untuk membuat perjanjian restrukturisasi. Itu yang akan menjadi pedoman legal. Setelah ini, dengan cepat dokumen legal itu ditandatangani. Jadi, kami enak. Itu merupakan hal penting dari hasil RUPS kali ini yaitu persetujuan terhadap restrukturisasi,” ucap Purwono.
Indofarma
Menyusul selanjutnya yang ditargetkan Kementerian BUMN untuk mencapai MRA adalah Bio Farma selaku holding dari PT Indofarma Tbk (INAF). Sampai sekarang, restrukturisasi INAF masih dalam proses.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasi INAF pada 27 Agustus 2024, perseroan mempunyai pekerjaan rumah untuk melunasi utang plus bunga dengan total nilai mencapai Rp 748 miliar. Utang tersebut berasal dari utang perseroan kepada kreditur Tipe A sampai kreditur Tipe E.
Direktur Utama INAF Yeliandriani menjelaskan, perseroan akan melunasi utang terutama kepada kreditur Tipe A sebesar Rp 598 miliar dan Tipe B sebesar Rp 3,44 miliar. Dana yang disiapkan untuk membayar utang bersumber dari hasil penjualan aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai ditaksir mencapai Rp 954,46 miliar.
INAF juga akan memanfaatkan dana dari sisa kas kegiatan operasi terbatas untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur. “Tidak terdapat opsi restrukturisasi utang perseroan dengan skema konversi utang menjadi saham,” terang Yeliandriani.
Di luar masalah utang, restrukturisasi INAF juga berhubungan dengan terjadinya penipuan (fraud) di tubuh perseroan. Fraud itu disebut-sebut terindikasi merugikan negara sebesar Rp 371,83 miliar.
Kementerian BUMN pun bertindak cepat dengan melakukan pembenahan besar-besaran secara korporasi melalui restrukturisasi seluruh kewajiban Indofarma lewat Bio Farma selaku holding.
“Kami sedang melakukan proses restrukturisasi (Indofarma) dengan Bio Farma. Harapannya, dengan dukungan Bio Farma, kami bisa menyelesaikan semua kewajiban Indofarma termasuk gaji karyawan sebelum PKPU,” tutup Tiko.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Kontrak Baru WIKA dalam Sebulan Melambung Rp 1,34 Triliun
Perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam sebulan melambung sebesar Rp 1,34 triliun dari Rp 10,25 T menjadi Rp 11,59 triliun. - Halaman all [453] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #wika #saham-wika #wijaya-karya-wika #bumn-karya #kontrak-baru-wika #bendungan-jenelata #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/09/24 11:04
v/14890958/
JAKARTA, investor.id – Perolehan kontrak baru PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam sebulan melambung sebesar Rp 1,34 triliun. Per Juni atau semester I-2024, WIKA mengumumkan telah meraih kontrak baru sebesar Rp 10,25 triliun. Namun, sebulan berselang atau Juli 2024, raihan kontrak baru WIKA naik menjadi Rp 11,59 triliun.
Mayoritas kontrak baru yang dibukukan anggota BUMN Karya hingga Juli 2024 tersebut berasal dari segmen Industri, kemudian Infrastruktur & Gedung, Properti, dan segmen EPCC.
Beberapa proyek yang masuk daftar kontrak baru pada Juli 2024 seperti proyek Pembangunan Jetty 1 Baru di Integrated Terminal Manggis, Bali, senilai Rp 475 miliar yang dipercayakan PT Pertamina Patra Niaga kepada WIKA.
Lalu, proyek Gedung BMKG InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) di Jakarta & Bali, dan beberapa perolehan kontrak lainnya baik di induk maupun anak perusahaan.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW) menyampaikan, pencapaian ini menunjukkan kinerja unggul WIKA pada bisnis inti (core business) terutama Infrastruktur dan EPCC.
“Seiring dengan strategi WIKA meningkatkan keunggulan eksekusi pengerjaan proyek dan pengendalian biaya operasi yang efektif, kami telah menunjukkan progress on track atas upaya transformasi sehingga mampu menjaga daya saing serta kepercayaan stakeholders," ujar Agung BW dalam keterangan resminya dikutip, Rabu (4/9/2024).
Bendungan Jenelata
Strategi unggul dalam mengeksekusi proyek juga WIKA terapkan di pembangunan proyek Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, senilai Rp 726 miliar, yang dipercayakan Kementerian PUPR.
Di proyek itu, WIKA tergabung dalam joint operation CAMCE - ADHI - WIKA (JO) untuk membangun struktur utama bendungan pada sandaran kiri dan jalur akses.
Saat ini, pembangunan Bendungan Jenelata berada pada tahap awal meliputi persiapan, pekerjaan bendungan utama, dan pemenuhan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Pembangunan Bendungan Jenelata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan air bersih, energi listrik, serta mendukung sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi lokal di sekitar Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Dalam pembangunan bendungan tersebut, WIKA berupaya menjaga habitat sekitar dengan meminimalisir penebangan pohon di area konstruksi. Selain itu, WIKA juga mengerjakan konservasi air dan tanah guna menjaga kelestarian lingkungan.
“WIKA berkomitmen, menjaga kelestarian lingkungan di proyek, sehingga proyek-proyek yang dibangun tidak hanya bermanfaat bagi Masyarakat, tetapi juga ramah lingkungan,” tutup Agung BW.
Sesuai laporan keuangan konsolidasian WIKA yang berakhir 30 Juni 2024, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 7,53 triliun. Kontribusi utama penjualan tersebut bersumber dari segmen Infrastruktur & Gedung serta Industri yang masing-masing sebesar lebih dari 30%, disusul dengan EPCC sebesar 16,5% dan Properti sebesar 18,3%.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News