Deflasi Lagi: Ekonomi Indonesia Masih Lesu Terkendali

Deflasi Lagi: Ekonomi Indonesia Masih Lesu Terkendali

Jika deflasi berlangsung lama, maka jadi indikasi perlambatan ekonomi yang lebih serius. Kenaikan PPN jadi 12 persen perlu ditunda.

(Kompas.com) 11/09/24 06:30 14955087

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi Agustus 2024 sebesar 0,03 persen secara bulanan (month-to-month).

Secara tahunan (year-on-year), terjadi inflasi 2,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,06.

Indeks Harga Konsumen menurun dari 106,09 pada Juli menjadi 106,06. Deflasi Agustus 2024 ini lebih rendah dibandingkan Juli 2024, dan merupakan deflasi keempat yang dialami Indonesia sepanjang tahun 2024.

Hasil pemantauan BPS menunjukkan bahwa komoditas penyumbang deflasi m-t-m pada Agustus adalah bawang merah, daging ayam ras, tomat, telur ayam ras, cabai merah, daun bawang, bayam, wortel, jagung manis, kol putih/kubis, jeruk, dan tarif angkutan udara.

Sementara, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi y-on-y adalah bawang merah, daging ayam ras, tomat, telur ayam ras, ikan segar, pir, bahan bakar rumah tangga, sabun cair/cuci piring, dan telepon seluler.

Deflasi didefinisikan sebagai penurunan harga secara umum dan berkelanjutan, seringkali menjadi cerminan dari perlambatan ekonomi.

Penurunan permintaan agregat akibat daya beli yang lemah akan mengurangi produksi dan investasi, sehingga pertumbuhan ekonomi melambat.

Perusahaan-perusahaan cenderung mengurangi produksi dan tenaga kerja ketika permintaan menurun, sehingga tingkat pengangguran meningkat.

Hal ini tercermin dari Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja anjlok hingga 12,7 poin untuk kelompok pengeluaran Rp 1 juta- Rp 2 juta per bulan di bulan Juni 2024.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,79 persen (q-to-q) pada triwulan II-2024 menunjukkan adanya pemulihan yang kuat setelah triwulan sebelumnya.

Hal ini dapat mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi setelah adanya kebijakan stimulus atau perbaikan kondisi ekonomi global.

Pertumbuhan tahunan sebesar 5,05 persen (y-on-y) menunjukkan stabilitas dan daya tahan ekonomi, didorong oleh peningkatan konsumsi domestik, ekspor, atau investasi.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia bisa berada pada jalur positif untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan yang diharapkan.

Meskipun pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan angka positif, fenomena deflasi sering kali menjadi tanda peringatan bagi pemerintah karena dampaknya pada ekonomi cukup rumit.

Meski penurunan harga barang dapat menguntungkan konsumen, terutama dalam meningkatkan daya beli untuk kebutuhan pokok, fenomena ini justru menunjukkan bahwa daya beli masyarakat secara keseluruhan menurun.

#deflasi #ppn-12-persen #ekonomi-indonesia

https://ekonomi.kompas.com/read/2024/09/11/063000526/deflasi-lagi--ekonomi-indonesia-masih-lesu-terkendali