Ini Tanggapan Jokowi Soal Keluhan KPK Terkait Sulitnya Ditemui

Ini Tanggapan Jokowi Soal Keluhan KPK Terkait Sulitnya Ditemui

Ini tanggapan Jokowi soal keluhan KPK terkait keluhan sulitnya presiden ditemui. Keluhan disampaikan ketua sementara KPK Nawawi Pomolango. - Halaman all

(InvestorID) 16/09/24 14:00 15100765

JAKARTA, investor.id – Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menanggapi keluhan Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango yang mengaku kesulitan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi tidak tertutup untuk pertemuan dengan KPK, kata Ari, namun Presiden disebut berupaya menjaga marwah KPK sebagai institusi yang independen.

"Prinsipnya, Bapak Presiden terbuka untuk bertemu dengan siapa saja, termasuk pimpinan KPK. Tapi, Presiden juga ingin menghormati dan menjaga marwah KPK sebagai institusi yang independen," jelas Ari lewat pesan singkat yang diterima Senin (16/9/2024).

Ia mengatakan, Jokowi tidak ingin jika pertemuan rutin antara presiden dengan lembaga independen disalahpersepsikan masyarakat.

"Jangan sampai pertemuan-pertemuan antara Presiden dan KPK kemudian disalahpersepsikan sebagai intervensi," tambahnya.

Meskipun jarang ada pertemuan langsung antara presiden dengan KPK, Ari menegaskan koordinasi tetap berjalan melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI.

"Koordinasi antara Pemerintah dengan KPK untuk aksi pencegahan dam pemberantasan korupsi, berjalan dengan baik. Pemerintah melalui Menko Polhukam telah melakukan koordinasi yang intens dengan KPK," ungkap Ari.

Sebelumnya, diberitakan Nawawi Pomolango mengungkapkan tentang bagaimana organisasi masyarakat (ormas) lebih mudah bertemu Jokowi daripada pihaknya. Ia mengungkapkan hal ini ketika menerangkan soal komunikasinya yang bersifat candaan dengan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

“Saya pernah bercanda sama Pak Alex. Saya kirim satu link pemberitaan, ‘Pak Alex, lebih mudah ormas ya ketemu pak presiden daripada pimpinan KPK’,” bebernya di tengah agenda media gathering KPK di Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/9/2024).

Pernyataan ini kemudian menjadi sorotan Nawawi. Selama lima tahun kepemimpinan KPK saat ini, sebutnya, belum pernah ada undangan dari Jokowi untuk mendiskusikan materi terkait pemberantasan korupsi.

Nawawi bahkan menyampaikan KPK sempat beberapa kali mengajukan permohonan untuk menghadap Presiden Jokowi. Namun, baru sekali Jokowi memenuhi permohonan tersebut yakni dalam acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

“Bukan hanya mengundang, (bahkan) kami beberapa kali mengajukan permohonan untuk menghadap (Presiden Jokowi). Satu kali aja itu juga kaitannya dengan rencana penyelenggaraan Hakordia,” sambungnya.

Pimpinan KPK sempat berharap dapat bertemu Jokowi ketika momen pelantikan Johanis Tanak sebagai Wakil Ketua KPK menggantikan Lili Pintauli. Hanya saja, pertemuan itu urung terlaksana.

“Usai pelantikan kami berharap kami dipanggil, tidak gitu. Yang dipanggil itu Dewas (Dewan Pengawas),” lanjut Nawawi.

Oleh sebab itu, Nawawi menduga ada koordinasi yang tidak berjalan dengan lancar. Pada kesempatan ini, ketua sementara KPK tersebut menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Penting sangat koordinasi dengan pemerintah,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #jokowi #kpk #nawawi-pomolango #joko-widodo #presiden-jokowi #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/national/373589/ini-tanggapan-jokowi-soal-keluhan-kpk-terkait-sulitnya-ditemui