Mau Bikin Program Susu Gratis, Ternyata Indonesia Masih Impor Susu

Mau Bikin Program Susu Gratis, Ternyata Indonesia Masih Impor Susu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia masih impor susu sebesar 94,49 juta dollar AS pada Agustus 2024. Halaman all

(Kompas.com) 17/09/24 18:23 15144740

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto berencana menerapkan program susu gratis mulai Januari 2025. Namun, ternyata Indonesia masih mengimpor susu dari negara lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia masih impor susu sebesar 94,49 juta dollar AS pada Agustus 2024.

Angka ini meningkat sebesar 21,19 persen dibandingkan Juli 2024 dan meningkat 21,12 persen dibandingkan Agustus 2023.

PIXABAY/CONGERDESIGN Ilustrasi susu, susu sapi.

Namun secara kumulatif, selama Januari-Agustus 2024 nilai impor susu Indonesia mencapai 605,05 juta dollar AS, turun 10,27 persen dibandingkan Januari-Agustus 2023 yang sebesar 674,28 juta dollar AS.

"Impor susu secara bulanan naik 21,19 persen, sedangkan secara tahunan naik 21,12 persen, dan secara kumulatif turun 10,27 persen," kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (17/9/2024).

Adapun berdasarkan negara asal impornya, Indonesia paling banyak impor susu dari Selandia Baru sebesar 47,99 juta dollar AS, meningkat 8,47 persen secara tahunan dan 29,20 persen secara bulanan.

Kemudian diikuti oleh Amerika Serikat (AS) sebesar 19,16 juta dollar AS, Australia sebesar 10,94 juta dollar AS, Belgia sebesar 6,02 juta dollar AS, dan Irlandia sebesar 2,47 juta dollar AS.

"Impor susu utamanya berasal dari Selandia Baru, Amerika Serikat dan juga Australia," kata dia.

Adapun produk susu yang paling banyak diimpor pada Agustus 2024 lalu berupa susu dan krim bubuk atau padat yang tidak mengandung gula atau bahan pemanis lain dengan berat 20 kilogram atau lebih, volumenya mencapai 21,58 juta kilogram.

Freepik Ilustrasi susu.
Impor produk susu tersebut meningkat 22,86 persen dibanding Juli 2024 dan meningkat 29,71 persen dibandingkan Agustus 2023 yang sebanyak 16,64 juta kilogram.

Sementara itu, Indonesia mengimpor sapi hidup jenis lembu ke Australia 44,74 juta dollar AS.

Meski demikian, nilai impor ini turun 22,09 persen dibandingkan Juli 2024 senilai 57,43 juta dollar AS tapi meningkat 44,09 persen dibandingkan Agustus 2023 yang sebanyak 31,05 juta dollar AS.

"Jadi impor binatang hidup jenis lembu ya kalau di HS-nya itu secara bulanan turun 22,09 persen, sedangkan secara tahunan naik 44,09 persen, dan secara kumulatif naik 40,22 persen. Impor barang jenis lembu ini utamanya dari Australia," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) membuka keran impor sapi perah sebanyak 1 juta ekor demi mendukung program pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Sapi perah tersebut didatangkan untuk mendukung produksi susu di dalam negeri untuk menyukseskan program Makan Siang Bergizi Gratis Prabowo-Gibran.

“Jumlahnya 1 juta untuk lima tahun ke depan. Itu sapinya,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip pada Sabtu (7/9/2024).

Program bagi-bagi susu merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis. Namun pemerintah terkendala pasokan susu, mengingat 80 persen kebutuhan susu masih mengandalkan impor.

Impor sapi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan minimal sapi dalam memproduksi susu, yakni sebanyak 2,5 juta ekor. Sehingga pemerintah berencana membuka impor sapi perah sebanyak 1 juta sampai 1,5 juta ekor.

Jika jadi direaliasikan, makan siang dan susu gratis akan diberikan langsung kepada siswa pra sekolah, dimulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga tingkat pesantren.

Program susu gratis direncanakan akan menyasar 82 juta anak. Dengan begitu, dibutuhkan sekitar 40 juta liter susu.

#susu #sapi-perah #produk-susu #impor-susu #makan-bergizi-gratis

https://money.kompas.com/read/2024/09/17/182352726/mau-bikin-program-susu-gratis-ternyata-indonesia-masih-impor-susu