Banggar Sebut RAPBN 2025 Beri Keleluasaan untuk Tambah Kementerian
Penambahan kementerian tidak akan mengganggu postur anggaran karena RAPBN 2025 menyiapkan cadangan untuk membentuk kementerian baru Halaman all
(Kompas.com) 17/09/24 21:43 15157384
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan, Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBN) 2025 menjamin keleluasaan Prabowo Subianto untuk menambah jumlah kementerian.
“Di dalam rancangan undang-undang APBN tahun 2025 yang sudah kami setujui khususnya pasal 51, memberikan keleluasaan bagi presiden terpilih untuk menambah kementerian, atau badan, atau memecah kementerian yang ada,” ujar Said kepada wartawan di Gedung DPR RI, Selasa (17/9/2024).
Menurut Said, penambahan kementerian ataupun pembentuk badan baru pada masa pemerintahan Prabowo tidak akan mempengaruhi postur anggaran.
Sebab, RUU APBN telah mengatur soal anggaran cadangan yang diperuntukkan untuk pembentukan kementerian atau badan baru oleh pemerintah.
“Maka anggarannya kemudian kami siapkan di cadangan lain-lain. Jadi tidak akan mempengaruhi postur, karena kalau sampai postur, maka APBN perubahan,” kata dia.
Kendati demikian, Said belum mengungkapkan secara terperinci besaran alokasi anggaran cadangan tersebut.
Politikus PDI-P itu hanya menegaskan bahwa anggaran untuk kementerian dan badan yang baru dibentuk cukup dibahas melalui komisi-komisi terkait di DPR RI.
“Karena ini tidak ada hubungan dengan postur, karena sudah dicadangkan anggarannya sekitar, saya lupa, maaf. Maka sebenarnya nanti persetujuannya hanya lewat komisi-komisi sebagai mitra,” kata Said.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, jumlah kementerian pada masa pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, akan bertambah.
Menurut Muzani, akan ada sejumlah kementerian yang nantinya dipisah, tetapi ada juga kementerian yang akan digabung.
“Ada kementerian yang dipisah, ada kementerian yang memang digabung. Memang jumlah keseluruhan memang bertambah dari yang sekarang, jumlahnya berapa saya enggak tahu persis," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Muzani berharap penambahan kementerian ini nantinya bisa membuat kinerja pemerintahan semakin maksimal karena setiap lembaga/kementerian akan fokus menangani urusan tertentu.
“Harapan Pak Prabowo adalah menteri-menteri yang akan datang lebih fokus kepada penanganan program, yang itu dilakukan dengan cara melakukan pemisahan dari kementerian-kementerian lain," ujar dia.
#badan-anggaran #rapbn-2025 #kabinet-prabowo-gibran #said-abdullah