Program Kemitraan Tembakau HMSP Tingkatkan Kesejahteraan Warga dan Serap Tenaga Kerja
Program kemitraan dengan petani tembakau yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melalui perusahaan pemasok memiliki dampak positif yang luas. Halaman all
(Kompas.com) 20/09/24 14:15 15290225
JAKARTA, KOMPAS.com -Program kemitraan dengan petani tembakau yang dilakukan oleh PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melalui perusahaan pemasok memiliki dampak positif yang luas.
Contohnya seperti yang dirasakan oleh warga Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Iris Gunartini menceritakan, 80 persen dari penduduk warga Desa Sukorejo telah ikut bergabung dalam program kemitraanpetani tembakau Sampoerna yang dilaksanakan melalui pemasok tembakau.
PIXABAY/BEEKI Ilustrasi tembakau.Dari penuturan Iris, dampak program kemitraan menjangkau ke berbagai aspek. Ia menerangkan, kesejahteraan warganya terus meningkat.
Ia menceritakan, setelah panen setiap tahunnya, warga Desa Sukorejo dapat memenuhi berbagai kebutuhan, seperti membangun rumah, membeli kendaraan, dan lainnya.
“Tembakau ini paling menghasilkan dibandingkan tanaman lain. Jadi, ekonomi warga bisa terangkat. Paling mudahnya, sekarang rumah-rumah penduduk Desa Sukorejo sudah banyak yang berdinding tembok,” katanya dalam keterangan tertulis HMSP, Jumat (20/9/2024).
Iris juga mengungkapkan, program kemitraan mampu mengurangi angka pengangguran di desanya. Banyak warga yang terserap menjadi tenaga kerja atau buruh.
Sebab, umumnya petani mitra yang lahan sawahnya luas bisa mempekerjakan tiga sampai empat buruh.
Dikatakan dia, sebelum ada program kemitraan, setiap musim kemarau tidak sedikit warga yang mencari pekerjaan ke luar daerah.
Namun demikian, sejak program kemitraan masuk ke desanya pada tahun 2015, warga memilih tetap tinggal di Desa Sukorejo dan bekerja, baik sebagai petani maupun buruh tani tembakau.
"Setelah ada program kemitraan, jumlah warga yang merantau berkurang 70 persen. Mereka memilih menanam tembakau," ujarnya.
Menurut Iris, program kemitraan juga membawa dampak yang baik terhadap taraf pendidikan generasi penerus di desanya. Kini, petani mitra bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi (PT) atau universitas.
Program kemitraan petani tembakau Sampoerna telah dilakukan secara konsisten sejak tahun 2009. Dijalankan melalui perusahaan pemasok tembakau, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tembakau dan kesejahteraan petani.
Melalui program kemitraan, para petani binaan mendapatkan pendampingan, bimbingan teknis, akses yang mudah terhadap permodalan serta prasarana produksi pertanian, hingga jaminan pembelian bagi petani sesuai dengan kesepakatan.
Selain pendampingan proses budidaya, para petani binaan juga menerima berbagai pelatihan guna mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menciptakan kondisi bekerja yang aman dan berkeadilan.
Beragam program pemberdayaan perempuan dan pendampingan usaha juga diimplementasikan untuk para istri petani tembakau. Rangkaian kegiatan ini bertujuan agar dampak positif program kemitraan dapat juga dirasakan bagi komunitas di sekitar petani.