Rusun Institut Tazkia Bogor, Bisa Tampung 420 Mahasiswa hingga Dilengkapi Solar Panel
Rusun ini dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract/MYC) Tahun 2021-2022. Halaman all
(Kompas.com) 23/09/24 11:34 15432471
KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun (rusun) bagi mahasiswa di Institut Tazkia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah selesai.
Bahkan, rusun itu telah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Sabtu (21/9/2024).
"Semoga rusun ini bisa memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kampus ini," ujar Basuki dikutip dari laman Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.
Menteri PUPR menerangkan, pihaknya sudah membangun sebanyak 357 tower rusun di Jawa Barat. Baik untuk ASN, POLRI, TNI, Peserta Didik Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB).
Namun demikian, baru pertama kali ini dirinya melaksanakan peresmian rusun untuk mahasiswa.
"Dari 357 tower rusun di Jawa Barat baru ini rusun yang saya resmikan karena biasanya yang meresmikan Presiden Joko Widodo. Aset Rusun ini juga akan diserahterimakan pengelolaannya dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR kepada pihak Yayasan Tazkia," katanya.
Pada kesempatan itu, Menteri PUPR juga berharap rusun yang juga merupakan apartemen mahasiswa itu dapat menambah semangat mahasiswa untuk belajar giat.
Apalagi pemerintah telah membangunkan rusun sebagai tempat tinggal mahasiswa lengkap dengan furnitur sehingga mereka lebih fokus dalam menuntut ilmu.
"Ini (pembangunan rusun) menggunakan uang negara APBN bukan uang Basuki dan harus dipertanggungjawabkan betul dengan sebaik-baiknya. Caranya dengan memelihara barang milik negara ini dengan baik. Hanya dengan ini kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bertanggung jawab secara akuntabilitas dan kredibilitas dengan memanfaatkan dan menggunakan barang milik negara," harapnya.
Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto menambahkan, pembangunan rusun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada sebagai tempat tinggal atau hunian.
Saat ini pembangunan di lingkungan pendidikan juga diperlukan untuk mendorong agar generasi muda Indonesia terbiasa hidup di hunian vertikal dan diharapkan dapat belajar menuntut ilmu dengan baik.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan akademik dan sosial mahasiswa. Rusun tersebut dibangun lengkap dengan meubelair dan fasilitas pendukung lainnya seperti tempat tidur susun dan lemari pakaian. Jadi para mahasiswa tinggal masuk membawa pakaian dan belajar dengan fokus,” terangnya.
Pembangunan Rusun Institut Tazkia, katanya, merupakan salah satu wujud dukungan bagi para peserta didik untuk mendapatkan fasilitas hunian yang layak serta mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar.
Selain dimanfaatkan sebagai unit hunian pada lantai 2 sampai dengan 8, khusus untuk lantai 1 dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna seperti ATM gallery, food court, klinik, mini market.
Selain itu juga dilengkapi lift penumpang sebanyak dua unit dengan kapasitas angkut masing-masing 10 orang atau 800 kg dan lift barang sebanyak satu unit dengan kapasitas 1.125 kg.
Lantai roof top dilengkapi dengan reservoir berkapasitas 24 meter kubik untuk mencukupi kebutuhan air harian penghuni rumah susun, serta terdapat ruang olahraga seluas 270 meter persegi.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa II, Noviza Dwiarti Arsyad Temenggung didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rizaldi menjelaskan, pembangunan Rusun Institut Tazkia ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, BP2P Jawa II. Lokasi pembangunan Rusun berada di Jl. Ir. H. Juanda Kelurahan Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rusun Institut Tazkia Cendekia Bogor dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract/MYC) Tahun 2021-2022 dengan item pekerjaan struktur, arsitektur, dan MEP serta terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang terdiri atas 28 unit barak dengan kapasitas total 420 orang
"Kementerian PUPR juga telah melengkapi Rusun ini dengan fasilitas dasar seperti listrik, air bersih serta ruang pengelola, klinik serta mini market dan ATM Center. Guna mendukung pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik juga dipasang solar panel di bagian atap gedung," ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec menyampaikan, adanya rusun ini bisa menjadi tempat tinggal atau Apartemen Mahasiswa Institut Tazkia sehingga mereka yang berasal dari luar kota bisa tinggal di sini.
Saat ini, imbuhnya, mahasiswa yang berminat tinggal di Rusun ini sangat banyak. Untuk itu, pihaknya siap membentuk tim untuk mengelola rusun.
"Rusun ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami sehingga mereka bisa belajar dengan baik. Kami hanya bisa berterima kasih san mendoakan yang terbaik atas dukungan pembangunan Rusun dari Kementerian PUPR," pungkasnya.