Tuntas Dibangun, Rusun MBR di Semarang dan Solo Dapat Nilai 85
Kedua rusun ini didesain memiliki satu tower setinggi tiga lantai. Halaman all
(Kompas.com) 23/09/24 21:30 15451956
KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Semarang, dan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.
Pembangunan rusun tersebut dilaksanakan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III pada tahun 2022, dan telah selesai pada tahun 2023.
Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto menjelaskan, kedua rumah susun tersebut saat ini telah dihuni 100 persen oleh para penerima manfaat dan dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kota Surakarta.
Untuk rusun yang berada di Semarang, pengelolaannya melalui Badan Pengelola UPTD Rumah Susun Sewa Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang.
Sementara untuk rusun yang berada di Surakarta, pengelolaannya melalui UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta.
Lanjut Iwan, BP2P Jawa III telah melakukan penilaian bangunan bagi kedua rumah susun tersebut.
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan pada 30 Mei 2023, bangunan Rusun MBR Pemerintah Kota Semarang memperoleh nilai 85,15 atau sangat baik. Sedangkan, hasil penilaian bangunan untuk Rusun MBR Pemerintah Kota Surakarta yang telah dilakukan pada 25 Juli 2023, memperoleh nilai 85,50 atau sangat baik.
"Sehingga, kedua rumah susun ini layak untuk diresmikan," imbuhnya dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (23/9/2024).
Kepala BP2P Jawa III Syamsiar Nurhayadi menambahkan, Rusun MBR Pemerintah Kota Semarang mulai dibangun pada 25 Agustus 2022 dan selesai pada 4 April 2023. Konstruksinya dilakukan oleh PT Insan Pesona dengan nilai kontrak sebesar Rp 16,73 miliar.
Sedangkan untuk Rusun MBR Pemerintah Kota Surakarta mulai dibangun pada 28 September 2022 dan selesai pada 7 Juli 2023. Konstruksinya dilakukan oleh PT Matra Kosala Digdaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 17,36 miliar.
Kedua rusun ini didesain memiliki satu tower setinggi tiga lantai. Terdiri dari 44 unit hunian bertipe 36, dengan kapasitas 176 orang.
"Untuk status serah terima aset bagi Rusun Pemerintah Kota Semarang, saat ini sedang dalam proses BAST dan Naskah Hibah. Sedangkan, untuk Rusun Pemerintah Kota Surakarta sedang dalam proses Persetujuan Hibah di Kementerian Keuangan," terang Syamsiar.
Pembangunan kedua Rusun MBR ini telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum dan sarana prasarana pendukung. Diantaranya, Ruang Terbuka Hijau, Lansekap, Ramp Difabel, Ruang Serbaguna, Lobby, Mushola, hingga Tempat Bermain Anak.