Sri Mulyani Sindir Pemda yang Endapkan Dana Daerah di Bank karena Hambat Stimulus Perekonomian Halaman all
Sri Mulyani menyindir pemerintah daerah (pemda) yang kerap mengendapkan dana dari pemerintah pusat di bank. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 25/09/24 07:07 15542880
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyindir pemerintah daerah (pemda) yang kerap mengendapkan dana dari pemerintah pusat di bank.
Pasalnya, hal ini menyebabkan dana daerah menjadi menggunung di perbankan karena tidak segera digunakan dan membuat program pembangunan daerah tidak terealisasi.
"Daerahnya dikasih transfer terus transfernya berhenti di bank.They don\'t spend. Sehingga memunculkan ada elemen ngerem dari sisi kemampuan fiskal untuk countering siklus dari perekonomian," ujarnya saat acara Seminar Internasional Desentralisasi Fiskal 2024 di kantornya, Jakarta, Selasa (23/9/2024).
PIXABAY/MOHAMAD TRILAKSONO Ilustrasi rupiah, uang rupiah.
Meski demikian, oleh pemda kucuran dana transfer daerah dari pusat ini justru diendapkan di bank sehingga tujuan untuk menstimulus perekonomian daerah itu tidak tercapai.
"Mereka menjadi semacam pengerem efektivitas dari counter cyclical fiskalnya menjadi menurun karena waktu pemerintah pusat mencoba ekspansif dengan belanja dan untuk meningkatkan growth penciptaan kesempatan kerja, daerahnya dikasih transfer terus transfernya berhenti di bank," ungkapnya.
Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kebijakan yang diambil dapat langsung berdampak ke masyarakat.
"Ini yang masih terus-terus menerus di Kementerian Keuangan mencoba untuk memperbaiki gimana caranya menyinkronkan fiskal pusat dan daerah sehingga dampak dari fiscal policy itu menjadi sangat maksimal atau optimal mempengaruhi ekonomi dan masyarakat," tuturnya.
#sri-mulyani #kebijakan-fiskal #dana-pemda-di-bank #dana-pemda #dana-daerah