Soal Rencana Pensiun Dini 13 PLTU, Bahlil: Lagi Dikaji
Ada 13 PLTU yang direncanakan bakal pensiun dini secara bertahap dengan mempertimbangkan keekonomian serta tidak menimbulkan kekurangan pasokan. Halaman all
(Kompas.com) 25/09/24 19:11 15547199
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku masih mengkaji rencana pensiun dini 13 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbasis batu bara.
"Itu lagi dikaji, lagi dikaji," ujarnya ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/9/2024).
Adapun saat ini pemerintah tengah menyusun peta jalan pensiun dini PLTU berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Ada 13 PLTU yang direncanakan bakal pensiun dini secara bertahap dengan mempertimbangkan keekonomian serta tidak menimbulkan gejolak kekurangan pasokan dan kenaikan harga listrik.
Terkait perkembangan rencana pensiun dini belasan PLTU itu, Bahlil mengaku tidak ada target khusus. Dia masih mengkaji rencana tersebut seiring dirinya juga baru satu bulan menjabat sebagai Menteri ESDM sejak dilantik pada 19 Agustus 2024 lalu.
"Belum ada target, tapi kami akan melakukan (pensiun dini PLTU)," katanya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM berencana melakukan pensiun dini pada 13 PLTU sebelum 2030. Seluruh PLTU ini memiliki total kapasitas 4,8 gigawatt (GW) dengan menghasilkan 66 juta ton CO2.
Identifikasi 13 PLTU yang berpotensi dipensiunkan dini itu merupakan hasil kajian Kementerian ESDM bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS).
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, 13 PLTU yang akan pensiun dini itu mencakup PLTU Suralaya, PLTU Paiton, dan PLTU Ombilin.
Dia menekankan, perlunya skenario dan peta jalan (roadmap) yang jelas, serta syarat-syarat tertentu untuk melakukan pensiun dini PLTU. Namun ia menilai, PLTU Ombillin bisa menjadi yang paling cepat untuk dipensiunkan.
"Karena di situ (PLTU Ombilin) tidak ada gangguan masalah sosial. Penduduknya sudah enggak pakai. Terus enggak ada pekerjanya gitu lah, yang isunya sudah lebih mudah gitu," ucap Eniya.