Ide Angkatan Siber TNI, Tugas dan Wewenang Diharap Tak Tumpang Tindih

Ide Angkatan Siber TNI, Tugas dan Wewenang Diharap Tak Tumpang Tindih

Jika wacana Angkatan Siber TNI diwujudkan maka diharapkan wewenang dan tugasnya diperjelas supaya tak tumpang tindih dengan lembaga lain. Halaman all

(Kompas.com) 26/09/24 05:30 15566632

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembentukan Angkatan Siber TNI sebagai matra keempat TNI menimbulkan pertanyaan tentang pembagian tugas dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menggarisbawahi pentingnya regulasi jelas guna mencegah tumpang tindih tugas antara kedua lembaga.

"Angkatan siber bisa difokuskan pada penanggulangan ancaman eksternal, sementara BSSN lebih fokus pada keamanan siber nasional yang bersifat sipil, seperti perlindungan infrastruktur dalam negeri atau pelayanan publik," kata Fahmi saat dihubungi pada Rabu (25/9/2024).

Pembagian peran ini, menurut Fahmi, harus diatur secara rinci dalam revisi Undang-Undang TNI dan pertahanan, sehingga masing-masing lembaga memiliki kejelasan tugas.

Tanpa regulasi yang mengatur, peluang terjadinya tumpang tindih dalam menjalankan fungsi di sektor keamanan siber sangat tinggi.

Dengan semakin berkembangnya ancaman siber global, peran Angkatan Siber TNI sebagai penjaga pertahanan eksternal dinilai krusial.

Fahmi menilai langkah ini sejalan dengan tren global, di mana berbagai negara telah mulai mengembangkan unit militer siber untuk memperkuat pertahanan.

Selain mencegah tumpang tindih, Fahmi juga menyoroti perlunya perlindungan hak masyarakat dalam regulasi yang akan dibuat.

Regulasi, kata dia, harus melindungi hak masyarakat dalam beraktivitas di ruang siber supaya tidak digunakan sebagai alat pembatasan oleh negara.

Kehadiran Angkatan Siber TNI dinilai akan memperkuat pertahanan Indonesia dalam menghadapi serangan siber dari pihak eksternal, sementara BSSN tetap menjaga keamanan siber domestik.

Pengaturan yang jelas akan mencegah kedua lembaga bertabrakan dalam menjalankan fungsi masing-masing.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyerahkan pembahasan terkait pembentukan Angkatan Siber kepada pemerintahan Prabowo Subianto, menekankan pentingnya keberadaan unit militer siber dalam menghadapi ancaman modern.

#keamanan-siber #tni #badan-siber-dan-sandi-negara-bssn #angkatan-siber-tni

https://nasional.kompas.com/read/2024/09/26/05300091/ide-angkatan-siber-tni-tugas-dan-wewenang-diharap-tak-tumpang-tindih