Antisipasi Bencana, MRT Jakarta Siapkan Alat Ini
Sistem kesiapsiagaan yang dimiliki MRT Jakarta ditujukan untuk pengoperasian line utara selatan Lebak Bulus hingga Bundaran HI Halaman all
(Kompas.com) 29/09/24 09:00 15707339
JAKARTA, KOMPAS.com - MRT Jakarta telah menyiapkan serangkaian upaya dan tindakan sebelum terjadinya kondisi kedaruratan.
Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengurangi risiko, meminimalkan dampak, dan memastikan respons yang efektif saat terjadinya bencana.
Oleh karena itu, MRT Jakarta mengoptimalkan teknologi pemantauan dan pengawasan yang menyediakan informasi terkait intensitas dan curah hujan, kecepatan angin, ketinggian permukaan air, hingga guncangan gempa bumi.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan mengutarakan, sistem kesiapsiagaan yang dimiliki MRT Jakarta ditujukan untuk pengoperasian line utara selatan Lebak Bulus hingga Bundaran HI yang telah beroperasi sejak Maret 2019.
“Sistemnya sendiri mempunyai alat ukur berupa sensor, yaitu rain gauge untuk mengukur intensitas curah hujan. Alat ini terdapat di seluruh stasiun layang MRT Jakarta,” kata Mega, Jumat (27/9/2024).
MRT Jakarta juga menggunakan anemometer atau alat ukur kecepatan angin yang ditempatkan di Stasiun Fatmawati Indomaret sebagai stasiun layang tertinggi yang letaknya di atas tol lingkar luar Jakarta.
“Lalu, kita ada seismograf, sebagai pengukur guncangan tanah akibat gempa bumi, yang kami tempatkan di Depo Lebak Bulus dan gardu induk MRT Jakarta,” lanjutnya.
“Di luar ketiga alat tersebut, MRT Jakarta juga memiliki alat ukur indikator ketinggian permukaan air yang ditempat di Kali Ciliwung karena berdekatan dengan Stasiun Dukuh Atas BNI dan Kali Krukut di dekat Stasiun Bendungan Hilir,” jelasnya.
#mrt-jakarta #pt-mrt-jakarta #bencana #antisipasi-bencana #antisipasi-bencana-alam