Guru Besar IPB Sebut Investasi di Sektor Kehutanan Masih Minim

Guru Besar IPB Sebut Investasi di Sektor Kehutanan Masih Minim

Kinerja sektor kehutanan di Indonesia dinilai sangat rendah dan cenderung menghambat pembangunan sektor lain. Halaman all

(Kompas.com) 30/09/24 12:26 15763770

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja sektor kehutanan di Indonesia dinilai sangat rendah dan cenderung menghambat pembangunan sektor lain.

Padahal, pemanfaatan kawasan hutan yang diarahkan dengan tepat justru akan mempercepat pembangunan dan menguntungkan negara yang pada gilirannya akan menyejahterakan masyarakat.

Guru Besar Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Sudarsono Soedomo mengatakan, kehutanan selama ini minim investasi. Dari total realisasi Penanaman Modal Dalam Negari (PMDN) pada periode 2020-2022 yang sebesar Rp 3.256 triliun, sektor kehutanan hanya mampu menarik investasi sebesar Rp 28 triliun.

Unsplash/Waren Brasse ilustrasi hutan.

Sementara dari total Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50.267 triliun pada 2023, investasi asing di sektor kehutanan hanya sebesar Rp 96 triliun.

Investasi sekecil itu berbanding terbalik dengan lahan kawasan kehutanan yang begitu luas. Sudarsono mengatakan, dari total luas lahan di Indonesia, sebesar dua per tiga merupakan kawasan hutan.

Kenyataannya, bisnis hutan alam semakin menyusut, sementara perkembangan hutan tanaman sangat lambat, bahkan stagnan,

"Dengan menguasai dua per tiga lahan, sumbangan sektor kehutanan terhadap PDB (produk domestik bruto) kurang dari 1 persen. Terus kita mau makan apa?" ucap Sudarsono dalam keterangan tertulis acara Roundtable CSO dan Media dengan tema Menegakkan Transparansi: Peran Media dalam Mengawal Proyek Energi dan Deforestasi, dikutip pada Senin (30/9/2024).

Sudarsono menambahkan, setiap Rp 1 triliun investasi akan menyerap 1.500 tenaga kerja. Dengan investasi yang hanya sebesar Rp 28 triliun selama periode 2020-2022, tenaga kerja yang diserap kehutanan sangat kecil sekali.

Unsplash/Gagandeep Singh Alasan hutan hujan penting bagi kehidupan bumi.

Tanpa perombakan radikal, imbuhnya, kehutanan di Indonesia tidak punya masa depan. Masalahnya, pemanfaatan hutan sering kali terhambat dengan isu deforestasi.

Menurut dia, deforestasi tak selalu berkonotasi negatif. Sebab, mustahil untuk melakukan pembangunan di luar Jawa tanpa terjadi deforestasi. Di Papua, misalnya, pasti akan terjadi deforestasi sebagai akibat pembangunan karena hampir seluruh wilayahnya masih hutan.

"Saya bilang ke orang Papua, kalau ada orang Jawa bilang kalian jangan lakukan deforestasi, bilang saja bahwa pulau Jawa saja yang harus dihutankan kembali. Biar kami gantian yang membangun. Kita harus jujur pada diri sendiri," tutur dia.

Pengelolaan sumber daya alam, termasuk sektor kehutanan yang bertanggungjawab dan berkontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat sudah banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Seperti di Gorontalo, yang mulai dilirik investor. Salah satunya industri biomassa yang menjadi bagian penting dari proses transisi energi menuju energi baru terbarukan.

Investor besar yang sudah menanamkan investasinya di Gorontalo di antaranya adalah PT Biomassa Jaya Abadi (BJA) yang bermitra dengan PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL).

Kemitraan itu telah menggelontorkan investasi sekitar Rp 1,7 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1.064 pekerja. Mayoritas pekerja tersebut, sekitar 80 persennya merupakan warga lokal.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Energi Biomassa Indonesia (APREBI) Dikki Akhmar mengatakan, PT BTL juga membayar pendapatan negara bukan pajak (PNBP) lebih dari Rp 40 miliar sejak beroperasi hingga tahun 2024.

"Dari angka itu, 60 persen disalurkan ke pemerintah daerah yang selanjutnya akan dibagi 30 persen ke pemerintah provinsi dan sisanya untuk pemerintah kabupaten di mana industri beroperasi. Perusahaan juga menyalurkan CSR," ujarnya.

Sebelumnya Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara memberikan penghargaan kepada PT BJA sebagai penghasil devisa ekspor terbesar di Gorontalo. Kontribusi PT BJA mencapai lebih dari 55 persen dari total devisa ekspor Provinsi Gorontalo.

Sudarsono menegaskan, pemanfaatan hutan dalam bentuk hutan tanaman tidak akan berdampak negatif terhadap kelestarian hutan. Industri kayu di Indonesia, misalnya, 70 persen ada di Pulau Jawa.

Sebesar 90 persen bahan bakunya berasal dari hutan tanaman rakyat. Bila hutan tersebut ditanami, semestinya tidak akan ada persoalan kelestarian.

#investasi #kawasan-hutan #biomassa #kehutanan

https://money.kompas.com/read/2024/09/30/122624426/guru-besar-ipb-sebut-investasi-di-sektor-kehutanan-masih-minim