Menteri Rosan: Capaian Investasi Selama Periode Kedua Jokowi Rp 5.931 Triliun
Capaian tersebut merupakan jumlah total selama periode Kabinet Indonesia Maju atau periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Halaman all
(Kompas.com) 30/09/24 12:00 15767365
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Penanaman Koordinasi Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, hingga akhir Desember 2024 capaian investasi Indonesia tercatat sebesar Rp 5.931 triliun.
Capaian tersebut merupakan jumlah total selama periode Kabinet Indonesia Maju atau periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.
"Dapat kami sampakan, selama periode Kabinet Indonesia Maju (2019) sampai dengan Juni 2024, terdapat realisasi investasi sebesar Rp 5.931,3 triliun yang diperkirakan sampai dengan akhir September 2024 ini akan mencapai Rp 6.350 triliun," ujar Rosan saat memberikan sambutan pada acara Anugerah Layanan Investasi 2024 di Jakarta yang disiarkan secara daring pada Senin (30/9/2024).
SHUTTERSTOCK/TECH_BG Ilustrasi investasi.Berdasarkan capaian itu, menurutnya ada peningkatan capaian investasi sebesar 90,2 persen sejak 2019 lalu.
Sementara itu, menurut hitungan rata-rata pemerintah ada pertumbuhan investasi sebesar 18 persen per tahunnya sejak lima tahun lalu.
Rosan menyampaikan, pencapaian realisasi investasi tersebut menunjukkan kebijakan yang diterbitkan pemerintah direspons dengan baik oleh publik dan pasar.
"Sehingga berdasarkan sebaran investasi ini, semenjak tahun 2020 sudah lebih banyak di luar pulau Jawa. Dari sisi penciptaan lapangan kerja, juga tercipta penyerapan tenaga kerja total selama Kabinet Indonesia Maju ini adalah 7.188.479 tenaga kerja di Indonesia," ungkap Rosan.
"Atau rata-rata kurang lebih pertahunnya adalah (menyerap) 1.437.695 (tenaga kerja), karena kita ketahui penciptaan lapangan kerja adalah merupakan PR atau tantangan kita yang harus kita lakukan terus-menerus," lanjutnya.
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/8/2024).Sementara itu, dari sisi layanan perizinan usaha berbasis risiko, terhitung ada 10.382.846 nomor induk berusaha (NIB) yang diterbitkan pemerintah pada 2921-2024 melalui sistem online single submission (OSS).
"Ini juga menunjukkan bahwa perizinan berusaha lebih mudah dan juga memberikan kepastian yang lebih pasti dan mayoritas dari izin yang kita berikan adalah kepada usaha kecil dan menengah," kata Rosan.
"Di lain itu, juga untuk usaha menengah dan besar dengan tingkat risiko yang lebih tinggi ini memang masih memakan waktu karena memerlukan verifikasi dari kementerian, lembaga dan pemerintah daerah serta pemenuhan persyaratan yang masih memakan waktu yang cukup, cukup lama," tuturnya.
#lapangan-kerja #rosan-roeslani #realisasi-investasi #penyerapan-tenaga-kerja #capaian-investasi