Rumah Seken di Semarang Didominasi Kelas Menengah Bawah
Faktor utama yang mendorong daya tarik ini adalah pertumbuhan ekonomi kota yang stabil dan harga properti masih relatif terjangkau Halaman all
(Kompas.com) 30/09/24 16:00 15770899
JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan rumah seken di Semarang nyatanya didominasi kelas menengah-menengah bawah.
Ini terutama pada segmen harga di bawah Rp 400 juta, seperti di Tembalang (54,8 persen), Banyumanik (52 persen), Semarang Barat (57,6 persen), Semarang Tengah (42,4 persen), dan Pedurungan (41,7 persen).
Namun, Semarang Tengah juga mencatat permintaan signifikan untuk rumah di segmen Rp 1 miliar-Rp 3 miliar (23,2 persen) dan di atas Rp 5 miliar (12,3 persen), ini lebih tinggi dibanding kecamatan lain.
"Ini menunjukkan potensi Semarang Tengah bagi pasar kelas menengah dan menengah-atas," ungkap Head of Research Rumah123 Marisa Jaya.
Marisa menambahkan, faktor utama yang mendorong daya tarik ini adalah pertumbuhan ekonomi kota yang stabil dan harga properti masih relatif terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lain seperti Jakarta atau Surabaya.
"Sehingga, Semarang menjadi kota potensial bagi investasi, terlebih pertumbuhan harga yang cukup konsisten melampaui inflasi,” ungkap Marisa.
Selain itu, perkembangan infrastruktur di Semarang semakin pesat, termasuk pembangunan jalan tol dan transportasi umum yang lebih baik.
Dengan begitu, mempermudah mobilitas di dalam kota maupun ke luar kota.
Semarang juga menawarkan peluang kenyamanan hidup dengan fasilitas lengkap, dari pendidikan, kesehatan, hingga hiburan.
"Hal-hal ini menjadikan Semarang sebagai pilihan ideal bagi generasi muda dewasa yang mencari hunian nyaman dan investasi properti yang menjanjikan," tuntas Marisa.
#rumah-seken #investasi-properti #properti #pasar-properti #rumah-di-semarang #harga-rumah-di-semarang #harga-rumah-seken-di-semarang #rumah-seken-di-semarang