Menhub Sebut BPH Migas Lindungi Pertamina Monopoli Avtur

Menhub Sebut BPH Migas Lindungi Pertamina Monopoli Avtur

Menhub Budi Karya menyebut BPH Migas ikut melindungi Pertamina melakukan monopoli harga avtur di Indonesia.

(Kompas.com) 03/10/24 09:40 15900116

KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut BPH Migas melindungi produsen avtur untuk monopoli penjualan avtur.

Sebagai informasi saja, satu-satunya penyedia avtur di Indonesia saat ini adalah PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina.

Budi Karya mengungkapkan dirinya telah berupaya menyampaikan permasalahan ini ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai upaya menurunkan harga tiket pesawat.

Salah satu solusi yang diusulkannya saat bertemu Luhut adalah menurunkan harga avtur dengan memperbanyak penyedia avtur, sehingga tak lagi dimonopoli Pertamina.

“Satu provider itu membuat harga monopoli dan harga monopoli itu dilindungi oleh BPH Migas. Saya sudah rapat dengan Pak Luhut tapi itu tidak dilaksanakan,” ujar Budi Karya di Jakarta dikutip pada Kamis (3/10/2024).

Ia bilang, harga avtur menjadi salah satu penyumbang tingginya harga tiket pesawat di Indonesia. Faktor lainnya adalah pengenaan pajak pada suku cadang (sparepart) pesawat.

“Nah apabila dua hal ini bisa diselesaikan dengan baik harga tiket pesawat itu bisa turun 10 persen,” beber Budi.

Budi menegaskan, sebagaimana tata niaga bahan bakar pesawat di negara lain, perlu adanya lebih dari satu pemain penyedia avtur.

"Ya itu multiple provider. Dan itu ada rekomendasi KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) kalau avtur harus multi provider, jadi yang lain boleh mengusahakan juga," tegasnya.

Selain itu, Budi Karya juga menyebut bahwa pajak pertambahan nilai (PPN) yang dikenakan terhadap avtur dan penumpang mempengaruhi harga tiket pesawat. Yang mana, kondisi seperti itu tak terjadi di negara lain.

"Kami memahami bahwa apabila ini dihilangkan maka ada dampak kepada pajak-pajak yang lain, tapi harus dipahami bahwa yang namanya perhubungan udara ini satu satunya yang dikenakan PPN," tambahnya.

Dikeluhkan CEO AirAsia

Beberapa waktu lalu, CEO Capital A Berhad, induk usaha maskapai penerbangan AirAsia, Tony Fernandes, juga buka-bukaan soal penyebab mahalnya harga tiket pesawat rute domestik di Indonesia.

Tony bilang, harga avtur yang dijual Pertamina jadi salah satu komponen paling dominan yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia. Bahkan, harga avtur yang dipasok BUMN ini, kata dia, bisa dikatakan yang paling tinggi se-Asia Tenggara.

“Harga bahan bakar di Indonesia adalah tertinggi di ASEAN, sekitar 28 persen (lebih mahal),” ujar Tony di Jakarta dikutip dari Antara.

Menurutnya tarif avtur di Indonesia terbilang lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Ia menilai minimnya kompetisi penyedia avtur menjadi di Indonesia menjadi faktor penyebabnya.

Hal tersebut lantas diakui turut berimbas pada biaya operasional maskapai yang berujung pada tingginya harga tiket pesawat penerbangan domestik di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnnya.

Bila dibandingkan dengan Malaysia, terdapat beberapa pemasok avtur dari perusahaan berbeda, sementara Indonesia masih dipasok sepenuhnya oleh Pertamina. Maskapai pun tak punya pilihan lain.

"Di Malaysia, ada dua atau tiga perusahaan. Di sebagian besar negara, ada pilihan (pemasok avtur). Jika hanya ada satu di Indonesia, mereka (Pertamina) dapat mengenakan biaya yang mereka inginkan," tutur dia.

Faktor lain yang menurut Tony Fernandes sangat dominan sebagai penyebab mahalnya harga tiket pesawat di Indonesia antara lain pajak PPN dan pajak impor suku cadang pesawat.

#monopoli #pertamina #harga-avtur

https://ekonomi.kompas.com/read/2024/10/03/094010426/menhub-sebut-bph-migas-lindungi-pertamina-monopoli-avtur