Wamenkeu Thomas: 108 Negara Berpotensi Gagal Keluar dari

Wamenkeu Thomas: 108 Negara Berpotensi Gagal Keluar dari "Middle Income Trap"

Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono mengatakan, terdapat 108 negara yang berpotensi gagal keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Halaman all

(Kompas.com) 03/10/24 14:14 15909514

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi perekonomian global masih dibayang-bayangi oleh ketidakpastian, dengan adanya kecenderungan perlambatan pertumbuhan. Hal ini pun berpotensi membuat perekonomian banyak negara "mandek" dan gagal menjadi negara maju.

Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono mengatakan, terdapat 108 negara yang berpotensi gagal keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Temuan itu sebagaimana dilaporkan oleh Bank Dunia dalam World Development Report 2024. Dalam laporan itu disebutkan, 108 negara berpendapatan menengah yang sulit menjadi negara maju ialah Indonesia, China, India, Brasil, dan Afrika Selatan.

"Sekitar 108 negara bisa berpotensi gagal menjadi negara berpendapatan tinggi," kata dia, dalam The 8th Annual Islamic Finance Conference: Islamic Public Finance Role and Optimization, Kamis (3/10/2024).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Tommy itu bilang, 108 negara tersebut berpotensi gagal menjadi negara maju jika gagal mereformasi ekonominya. Selain itu, kegagalan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) jelang berakhirnya momentum bonus demografi juga akan mempersulit negara pendapatan menengah menjadi negara maju.

Kegagalan negara keluar dari middle income trap selaras dengan proyeksi perlambatan ekonomi global. Tommy menyebutkan, berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga internasional, ekonomi global diprediksi hanya tumbuh 2,6 persen pada 2024 dan sedikit meningkat menjadi 2,7 persen pada 2025 dan 2026.

"Di sisi lain, negara berkembang diproyeksi tumbuh 4 persen secara rata-rata dari 2024 hingga 2025, juga sedikit lebih lambat dari 2023," ujar Tommy.

Pada saat bersamaan, ekonomi global masih dihadapi oleh risiko konflik geopolitik yang kian memanas. Perpecahan juga mulai terjadi, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang menerapkan kebijakan lebih protektif terhadap pasar dalam negeri.

"Dengan konsekuensi negatif, ketidak stabilan perdagangan global dan rantai pasok," tutur Tommy.

Berbagai tantangan tersebut berpotensi berdampak terhadap perkembangan ekonomi yang telah dicapai oleh banyak negara. Oleh karenanya, Tommy mendorong adanya perbaikan kebijakan publik yang dapat mendongkrak ekonomi negara.

"Dengan periode pertumbuhan yang lambat, ada ancaman bahwa mayoritas negara berkembang akan terperangkap dalam perangkap pendapatan menengah," ucapnya.

#middle-income-trap #middle-income #thomas-djiwandono

https://money.kompas.com/read/2024/10/03/141400126/wamenkeu-thomas--108-negara-berpotensi-gagal-keluar-dari-middle-income-trap-