Titik Balik Merdeka Copper (MDKA), Target Harga Sahamnya Baru
Rekomendasi untuk saham MDKA direvisi menjadi buy dari sebelumnya sell. Target harga saham MDKA juga baru. - Halaman all
(InvestorID) 02/10/24 19:00 15944273
JAKARTA, investor.id – Pendapatan emiten pertambangan emas dan tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencapai US$ 1,1 miliar pada semester I-2024, melesat 110% yoy, atau sesuai perkiraan. Lompatan itu didorong oleh kenaikan volume nickel pig iron (NPI) dan nikel matte.
Sang raksasa tembaga tersebut mencatatkan operasional yang lebih baik, dengan EBITDA semester I-2024 sebesar US$ 151 juta atau melejit 142% yoy. Marginnya mencapai 14% dibandingkan 12% pada semester I-2023. “Ini sesuai perkiraan kami dan konsensus,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Menurut RHB, perolehan laba Merdeka Copper Gold pada kuartal II-2024 senilai US$ 3 juta dari rugi bersih US$ 15 juta pada kuartal I-2024 dan US$ 52 juta pada kuartal II-2023 menjadi titik balik bagi kinerja perseroan. Mayoritas ditopang oleh kontribusi dari segmen nikel di bawah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Adapun laba pada semester I-2024 sebelum kepentingan minoritas mencapai US$ 21 juta dibandingkan semester I-2023 yang rugi US$ 54 juta. “Namun, segmen emas (10% dari pendapatan) dan tembaga (5%) membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai margin yang lebih baik, karena fokus Merdeka Copper Gold (MDKA) pada peningkatan output,” jelas RHB.
Biaya keseluruhan selama kuartal tersebut menunjukkan perbaikan, dengan segmen nikel yang solid. AISC semester I-2024 mengurangi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), meski margin kas lebih rendah dibandingkan tahun lalu. NPI di US$ 990/ton dan nikel matte US$ 1.100/ton dari kisaran US$ 1.800-2.000/ton pada semester I-2023.
Saat ini, pasar mengantisipasi permintaan yang lebih baik, ditopang oleh pelonggaran suku bunga dan stimulus di China yang mengangkat prospek pasar properti di negara itu. Kondisi tersebut dapat mendukung perkiraan harga nikel sekitar US$ 18.000/ton. Proyeksi harga emas dan tembaga juga dinaikkan.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
RHB yakin perbaikan margin MDKA bakal terwujud karena didorong oleh berbagai faktor. Pertama, tambahan produksi saprolit dengan harga yang lebih baik, karena mayoritas berasal dari konsesi sendiri di bawah PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), untuk menopang kebutuhan smelter rotary kiln electric furnace (RKEF).
Kedua, peningkatan kontribusi dari penjualan limonit ke pihak lain. Ketiga, perkembangan emas dan tembaga. “Kami juga melihat stabilitas dalam kebutuhan pembiayaan MDKA ke depan, yang menunjukkan risiko neraca terbatas,” sebut RHB.
Adapun optimisme terhadap estimasi EBITDA MDKA pada 2025 sebesar US$ 500 juta atau meningkat 45% yoy mencerminkan antusiasme pasar akan prospek MDKA. RHB pun memasukkan kontribusi proyek emas Pani dan tambahan volume dari smelter high pressure acid leach (HPAL). Smelter tersebut akan mulai berkontribusi terhadap pendapatan pada 2025, khususnya smelter ESG HPAL, yang progresnya hingga akhir Agustus 2024 mencapai 82%.
Dengan berbagai faktor tersebut, RHB merevisi rekomendasi untuk saham MDKA menjadi buy dari sebelumnya sell.
Target harga baru saham MDKA berdasarkan discounted cash flow (DCF) sebesar Rp 3.100 dari sebelumnya Rp 2.350. Target harga tersebut termasuk 2% diskon ESG dari sebelumnya 6%. Proyeksi EV/EBITDA 2024 sebesar 14 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #mdka #saham-mdka #merdeka-copper-gold #emas #tembaga #nikel #mbma #rhb #laba-mdka #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375341/titik-balik-merdeka-copper-mdka-target-harga-sahamnya-baru