Kolaborasi Kunci Asean Keluar dari Middle Income Trap
Indonesia mendorong negara-negara Asean lain untuk memperkuat kerja sama untuk sama-sama keluar dari middle income trap. - Halaman all
(InvestorID) 03/10/24 18:32 15944292
BALI, investor.id – Indonesia mendorong negara-negara anggota Asean lainnya untuk memperkuat kerja sama agar bisa keluar dari jebakan perangkap kelas menengah (middle income trap).
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono mengatakan, kolaborasi lintas sektor akan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat secara keseluruhan di seluruh Asean. Dengan adanya kolaborasi antar negara, maka ketahanan perekonomian Asean bakal meningkat.
“Dalam beberapa dekade mendatang, sebagian besar negara Asean harus keluar dari perangkap pendapatan menengah, yang hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas negara dan inovasi lintas sektor,” ucap Thomas dalam Launching dan First Meeting Asean Treasury Forum (ATF) 2024 di The Stones Legian, Bali pada Kamis (3/10/2024).
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya kerangka kerja berbasis konsensus yang menjadi landasan komunitas Asean untuk menghadapi kondisi geopolitik yang semakin terfragmentasi. Pada era globalisasi, negara bisa saling bersinergi untuk mengatasi tantangan geopolitik.
“Selain itu, negara-negara mulai memberlakukan pembatasan terhadap siapa yang akan berbisnis dengan mereka. Skenario ini akan melemahkan rantai pasokan, aliran uang dan komoditas, serta mengganggu layanan,” terang Thomas.
Salah satu sektor yang harus diperkuat dalam kerja sama antar negara Asean adalah ketahanan pangan. Lantaran gangguan rantai pasok dapat memperburuk permasalahan global yang menimbulkan risiko terhadap ketahanan pangan.
“Langkah-langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan mencakup peningkatan produksi pangan melalui teknologi pertanian berkelanjutan seperti pertanian presisi dan irigasi cerdas, serta pengembangan varietas tanaman yang tahan iklim,” kata Thomas.
Beberapa tantangan lain yang dihadapi yaitu tekanan inflasi dan ketegangan geopolitik. Situasi yang bergejolak ini menghadirkan risiko-risiko yang tidak dapat dihindari dan ketidakpastian yang signifikan. Oleh karena itu, negara anggota Asean harus meningkatkan strategi manajemen risiko fiskal. Dengan memahami tantangan-tantangan tersebut secara lebih mendalam, pemerintah dapat memitigasi dampaknya secara efektif dan memastikan ketahanan finansial yang lebih baik.
“Dengan memperkuat kolaborasi regional akan memungkinkan kita untuk secara kolektif mengatasi risiko-risiko ini, mendorong inovasi dan solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi seluruh anggota Asean,” kata Thomas.
Lebih lanjut, dia mengatakan bila pemerintah mengetahui tantangan-tantangan yang kompleks dan saling terkait ini akan memungkinkan kolaborasi antar negara secara lebih efektif, menyatukan pengetahuan, sumber daya, dan keahlian untuk mengembangkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Pendekatan seperti itu memerlukan upaya bersama untuk membangun dan memperkuat kemitraan antar negara, lembaga, dan komunitas di kawasan Asean.
“Kita dapat memanfaatkan kekuatan kolektif kita untuk mengatasi permasalahan ini secara langsung dengan mendorong dialog dan kerja sama,” pungkas Thomas.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #perangkap-kelas-menengah #middle-income-trap #kelas-menengah #asean #atf-2024 #thomas-djiwandono #bni-investor-daily-summit-2024 #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/macroeconomy/375473/kolaborasi-kunci-asean-keluar-dari-middle-income-trap