Guru Masih Kesulitan Kelola Keuangan Pribadi
Saat ini para guru masih kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi. - Halaman all
(InvestorID) 08/10/24 08:15 16142957
JAKARTA, Investor.id -Saat ini para guru masih kesulitan dalam mengelola keuangan pribadi. Rendahnya rata-rata pendapatan guru mendorong mereka mengembangkan karier protean, sehingga memiliki berbagai sumber pendapatan. Namun, hal ini tidak dibarengi dengan kecakapan mengatur keuangan.
Menjawab keresahan tersebut, Bank BTPN dan Yayasan Guru Belajar (YGB) menggandeng Komunitas Guru Belajar Nusantara Jakarta menggelar workshop “Pembelajaran Inovatif dan Manajemen Finansial yang Kuat” pada Sabtu (5/10/2024) di SMP Negeri 160 Jakarta. Workshop ini merupakan rangkaian bootcamp Guru Kreatif Cerdas Finansial (GKCF) yang sejak sebulan lalu telah berlangsung secara daring.
Pada kegiatan luring yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Guru Sedunia ini, 38 peserta ditantang melakukan uji coba purwarupa media ajar terkait literasi finansial yang telah dirancang. Media pembelajaran kali ini tidak ditujukan penggunaannya untuk murid melainkan sesama guru. “Terima kasih untuk Bank BTPN yang mengapresiasi Bapak/Ibu guru dengan memberi beasiswa belajar. Saya berharap program ini dapat memberi warna tersendiri untuk pendidikan literasi khususnya untuk guru,” kata Pelatih YGB Wuri Oktavia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/10/2024)
Dia menjelaskan, sebelumnya para peserta telah belajar membuat media ajar dengan prinsip design thinking, prinsip yang mengutamakan empati terhadap pengguna produk. Dengan prinsip ini, para guru akan terbiasa memiliki alur berpikir terstruktur yang memikirkan dampak dari media ajar yang dibuat, siapapun target yang disasar. “Saya juga ingin mengapresiasi semangat belajar para peserta, yang artinya mereka ada keinginan besar untuk terus belajar demi murid, demi ekosistemnya. Saya membaca refleksi dari sesi daringnya pun, sudah banyak yang mulai menerapkan apa yang dipelajari selama program,” lanjut Wuri.
Pada sesi uji coba purwarupa, peserta dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari tiga orang. Setiap anggota kelompok memiliki kesempatan untuk memperkenalkan media ajar yang telah mereka rancang kepada anggota lainnya. Sementara itu, anggota lain memberikan penilaian berdasarkan rubrik yang telah disiapkan oleh pemilik media ajar tersebut. Intan Irawati, peserta dari MAN 15 Jakarta, mengungkapkan perasaan syukurnya karena kini bisa membuat media ajar yang lebih bermakna.
Dia menceritakan, setelah mengikuti sesi daring GKCF, dia sudah mulai membuat media ajar dengan design thinking untuk murid-muridnya. Lalu, perubahan terjadi pada muridnya, mereka lebih antusias belajar fisika. Murid yang awalnya lebih banyak diam, sudah mulai berani mengemukakan pendapat. Intan pun merasa menjadi lebih dekat dengan murid dan murid tidak sungkan lagi mengemukakan kesulitan. “Sekarang saya ditantang membuat media ajar yang dapat membantu sesama guru. Semoga media yang saya buat useful dan efektifitas tinggi agar bisa membantu meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan bagi para penggunanya,” tutur dia.
Intan menceritakan pengalaman sahabatnya yang pernah datang dengan menangis, ternyata karena terlilit pinjol. Dia tidak ingin hal tersebut terjadi lagi ke orang-orang di sekitarnya, sehingga dirinya sangat bersemangat ketika mendapat tantangan dari program GKCF. Setelah uji coba, ada sesi belajar membuat konten yang diisi oleh Ria Farrabila, guru konten kreator yang video pembelahrannya sering viral di Instagram. Sesi ini mengajak peserta agar selalu membagikan praktik baik termasuk praktik membuat media ajar ke media sosial. Tujuannya agar dapat menginspirasi guru lain yang belum mendapat kesempatan menjadi penerima beasiswa GKCF.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #btpn #workshop #guru #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/national/375866/guru-masih-kesulitan-kelola-keuangan-pribadi