Raih Gelar Doktor, AHY: Dulu Sering Diledek Hanya Mayor
Menteri AHY menyampaikan dahulu kerap diledek Mayor lantaran tidak mampu menuntaskan karir dan pangkat di militer.
(Bisnis.Com) 08/10/24 10:34 16145088
Bisnis.com, SURABAYA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi meraih gelar doktor di program studi pengembangan sumber daya manusia pascasarjana Universitas Airlangga.
Menteri AHY merasa bersyukur dirinya telah dinyatakan lulus dan secara resmi menjadi doktor. Dia menyampaikan bahwa ini merupakan pencapaian akademik.
“Tapi juga bagi saya lebih personal karena ini merupakan wasiat terakhir almarhumah Ibu Ani Yudhoyono. Beliau sebelum berpulang sangat berharap saya yang tidak bisa menuntaskan karir dan pangkat di militer,” kata Menteri AHY Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (7/10/2024).
Namun, Menteri AHY pun mengaku pernah dikucilkan dan dianggap tentara baru kencur lantaran tidak mampu menuntaskan karir dan pangkat di militer.
“Waktu itu sering diledek, dikucilkan, ‘ah mayor, hanya mayor, tentara baru kemarin’ dan lain sebagainya,” ujarnya.
Namun, AHY tetap berpegang teguh pada keputusan yang ia ambil. Dia pun mengungkap bahwa kedua orangtuanya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mendiang Ani Yudhoyono ingin agar kedua putranya —termasuk Edhie Baskoro Yudhoyono— bukan hanya menjadi substitusi dari pangkat formal.
“Tetapi lebih dari itu. Tentu punya sesuatu yang bisa diberikan kepada masyarakat luas dalam pengabdian dan perjuangan di wilayah politik dan kini di pemerintahan,” tuturnya.
Untuk diketahui, Menteri AHY dinyatakan lulus dalam masa studi 3,1 tahun dengan predikat Cumlaude alias Dengan Pujian. Dia juga menjadi Doktor ke-88 dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE, MT, Ak. pun menyatakan Menteri AHY sebagai Doktor lulusan Universitas Airlangga yang excellence with morality.
Pimpinan sidang menyatakan bahwa Menteri AHY lulus dengan pujian. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat yudisium ujian doktor terbuka dan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain prestasi yang telah dicapai dalam pendidikan seperti ketekunan, kesungguhan kerja dalam melakukan penelitian, ketelitian dan ketekunan dalam mempelajari kepustakaan. Lalu, kemampuan dalam menarik kesimpulan yang bermanfaat, serta etika dan keberadaban.
Nilai cumlaude yang diterima Menteri AHY juga memperhatikan penilaian yang dilakukan oleh Panitia Ujian Doktor Tertutup yang dilaksanakan pada 12 September 2024.
AHY mengambil disertasi berjudul Transformational Leadership And Human Resource Orchestration Towards Indonesia Emas 2045. Dia menyebut visi Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud begitu saja dan perlu kerja keras bersama dari semua pihak.
"Perlu kerja keras bersama yang luar biasa, kuncinya berada di pundak para pemimpin yang transformasional, para orkestrator sumber daya manusia bangsa karena mereka yang akan mampu membangun sinergi dan kolaborasi sekaligus merobohkan tembok-tembok ego sektoral," ujar Menteri AHY dalam orasi ilmiahnya.
Untuk Ibunda Ani
Dengan suara yang gemetar dan menahan tangis, AHY menyampaikan bahwa gelar yang diperoleh untuk kedua orang tuanya, khususnya untuk mendiang sang ibu, Ani Yudhoyono.
“Ini sebuah pencapaian akademik tapi bagi saya lebih personal karena ini merupakan wasiat terakhir almarhumah Ibu Ani Yudhoyono. Saya mendedikasikan ini untuk almarhumah Ibu Ani Yudhoyono,” kata kata AHY.
Menteri AHY bercerita, sebelum berpulang, Ani Yudhoyono sangat berharap meskipun tidak bisa menuntaskan karir dan pangkat di dunia militer, dirinya bisa memiliki capaian yang bukan hanya substitusi dari pangkat formal, melainkan juga bisa memberikan pengabdian dan perjuangan untuk masyarakat.
“Yang pertama kali, tentu saya mendedikasikan ini untuk almarhumah Ibu Ani Yudhoyono semoga beliau tenang dan tersenyum bahagia, tersenyum bahagia,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Menteri AHY beberapa kali berdeham dan mencoba menahan agar tangisnya tak pecah di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga. Di sana, juga terlihat sang istri, Annisa Pohan Yudhoyono menyeka mata saat AHY menyampaikan pidatonya.
“Kita semua yang masih punya orangtua, kita berdoa semoga panjang usia, sehat, dan terus bisa mengawal perjuangan kita. Dan sudah tiada, kita doakan semoga semua husnul khotimah dan diterima disisi terbaik Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
.jpg?w=480&h=360)
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mendedikasikan gelar Doktornya untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Presiden ke-6 Republik Indonesia. Dia menyampaikan bahwa sosok SBY menjadi sumber inspirasi terbesar bagi dirinya.
“Beliau adalah super inspirasi bagi saya dan keluarga kecil yang tidak pernah lepas dari semangat untuk lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Menteri AHY bercerita, sang sayang terlahir sulit dari Pacitan yang tandus, kering dan kerontang, namun bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan menjadi salah satu putra terbaik bangsa.
“Tentu [Pak SBY] juga berharap anak-anaknya tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan tidak mudah patah ketika mendapat ujian dan tantangan," tambah Menteri AHY.
Dia juga mendoakan agar sang ayah selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Tak lupa, AHY juga mengucapkan terima kasih kepada Annisa Pohan yang disambut senyuman dari sang istri.
“Untuk istri saya tercinta, Annisa, yang juga selalu bersama-sama dalam suka dan duka, jatuh bangun, sejak awal sampai dengan hari ini dan Insya Allah selamanya. Terima kasih atas kasih sayang juga bersama Almira tentunya, putri kita, dan mudah-mudahan selalu ada jalan dalam pengabdian kita ke depan,” tuturnya.
Menteri AHY juga menyebut nama sang adik, Edhie Baskoro Yudhoyono dalam pidatonya.
“Adikku, Edhie Baskoro Yudhoyono, doktor Edhie Baskoro Yudhoyono, duluan doktornya. Wakil Ketua MPR RI, selamat. Terima kasih bersama mba Aliya, semoga sukses juga perjuangan dan kariernya,” tandasnya.
#doktor #gelar-doktor #mayor #ahy #raih-gelar-doktor #ahy-dulu-sering-diledek-hanya-mayor