TOBA Divestasi 2 PLTU, Kejar Target Netralitas Karbon pada 2030

TOBA Divestasi 2 PLTU, Kejar Target Netralitas Karbon pada 2030

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan divestasi dua aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas total 200 MW. Halaman all

(Kompas.com) 08/10/24 15:27 16155410

JAKARTA, KOMPAS.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengumumkan divestasi dua aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas total 200 MW.

Ini dilakukan melalui penjualan seluruh saham perseroan, baik langsung maupun tidak langsung, di PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP). Transaksi ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mencapai target netralitas karbon
pada tahun 2030 melalui inisiatif TBS 2030.

Nilai penjualan saham ini mencapai kurang lebih 144,8 juta dollar AS, yang akan memberikan dampak positif terhadap arus kas perseroan. TOBA akan menerima hasil penjualan dalam bentuk kas yang lebih tinggi dibandingkan dengan total modal yang ditanamkan untuk pembangunan kedua PLTU tersebut, yakni sekitar 87,4 juta dollar AS.

Juli Oktarina, Direktur TOBA menyatakan, penjualan ini merupakan bagian dari strategi untuk percepatan transisi perseroan ke bisnis berkelanjutan dan mendukung target untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030.

"Hasil dari transaksi ini akan dialokasikan untuk investasi di sektor-sektor berkelanjutan, penguatan struktur pemodalan perusahaan, dan rencana pembelian kembali saham yang bertujuan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham," kata Juli dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).

Melalui transaksi ini, TOBA akan memperoleh keuntungan kas di samping dari dividen yang telah diterima selama PLTU beroperasi.

Namun, dari sisi pencatatan akuntansi keuangan, transaksi ini akan mencatatkan kerugian non
kas sebesar kira-kira 77 juta dollar AS. Ini lantaran standar akuntansi PSAK yang mengharuskan pencatatan di muka atas pendapatan konstruksi pembangkit dan transmisi IPP
(Independent Power Producer) dengan skema Build Own Operate Transfer (BOOT) selama 25
tahun sesuai periode Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) yang berlaku.

Oleh karena itu, nilai aset yang tercatat di buku pada saat transaksi akan mencakup pendapatan di masa depan yang belum ditagihkan kepada PLN.

Pelaksanaan rencana transaksi ini selain dapat mempercepat perseroan mencapai
komitmen keberlanjutan TBS 2030.

Pun secara tidak langsung akan membantu perseroan untuk menciptakan nilai tambah melalui pengurangan utang konsolidasi sebesar lebih dari 70 persen yang akan meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan investasi yang lebih besar di sektor usaha keberlanjutan seperti energi baru terbarukan, ekosistem kendaraan listrik serta manajemen limbah.

Langkah ini juga akan meningkatkan akses terhadap sumber pembiayaan yang lebih bervariasi, biaya pendanaan yang lebih kompetitif, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi pemegang saham.

Transaksi ini diproyeksikan akan mengurangi emisi karbon TOBA lebih 80 persen atau sekitar 1,3 juta ton setara CO2 (tCO2e) per tahun, sesuai perhitungan metodologi protokol GHG,
serta divalidasi melalui tahap preassurance oleh auditor eksternal.

Bersama dengan divestasi saham perseroan secara tidak langsung di PT Paiton Energy di tahun 2021, transaksi ini akan memberikan keuntungan lebih dari 100 juta dollar AS, di mana keuntungan tersebut telah dan akan diinvestasikan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.

#energi-baru-terbarukan #pembangkit-listrik-tenaga-uap #pltu #tbs-energi-utama

https://money.kompas.com/read/2024/10/08/152736126/toba-divestasi-2-pltu-kejar-target-netralitas-karbon-pada-2030