Bapanas: Program Makan Bergizi Gratis Terhubung ke Hulu, Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Peternak
Arief optimistis program makan bergizi gratis dapat semakin menggerakkan ekonomi dan memberi dampak lanjutan yang positif. Halaman all
(Kompas.com) 10/10/24 15:25 16254083
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, program makan bergizi gratis di bawah pemerintahan Prabowo Subianto nantinya akan terhubung ke hulu.
Arief optimistis program makan bergizi gratis dapat semakin menggerakkan ekonomi dan memberi dampak lanjutan yang positif.
Hal ini disampaikan Arief dalam panel diskusi bertajuk “Indonesia Future Policy Dialogue” di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
KOMPAS.com/RAMA PARAMAHAMSA Uji coba makan bergizi gratis di SMPN 161 Jakarta, Kamis (19/9/2024).“Kita mau terima kasih dengan program makan bergizi gratis, ini pastinya ekonomi akan semakin bergerak. Jadi yang tadinya tidak ada standby buyer atau offtaker yang pasti, sekarang bisa menjadi lebih pasti. Jadi nanti dapur-dapur itu akan terhubung dengan hulu, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal," kata Arief, dalam siaran pers Bapanas, Kamis (10/10/2024).
Arief juga optimistis, program makan bergizi gratis dapat mengurangi pembuangan makanan karena stok berlebih.
“Ke depannya tidak ada lagi yang buang-buang cabai, telur atau ayam, akibat saking berlebihnya stok. Nanti bisa diserap program makan bergizi gratis. Ini baik sekali. Apalagi kalau nanti full speed sampai 82,5 juta orang (penerima) per hari, bahkan sampai dua kali per hari. Luar biasa, kita harus siap,” kata Arief.
“Nanti dampak ikutannya akan banyak. Daerah rawan rentan pangan bisa makin berkurang. Tingkat stunting juga bisa turun sampai satu digit," tutur dia.
Menurut Arief, pemenuhan program hilirisasi seperti program makan bergizi gratis perlu mengutamakan pasokan dalam negeri. Hal ini akan berimplikasi pada akselerasi kesejahteraan produsen tanaman pangan di dalam negeri.
SHUTTERSTOCK/KALININSTUDIOS Ilustrasi petani.Terlebih, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, jumlah usaha petani perorangan tanaman pangan mencapai 15,7 juta atau 89 persen, dari total 17,5 juta petani. Selebihnya bergerak di tanaman holtikultura dan perkebunan.
Rerata pendapatan pertanian perorangan di 2023 pun mengalami eskalasi hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2021.
Pada 2023, menurut BPS, rata-rata pendapatan usaha pertanian perorangan di Indonesia adalah Rp 66,82 juta per tahun. Sementara pada 2021, rata-rata unit usaha pertanian perorangan memperoleh pendapatan sebesar Rp 15,41 juta dalam setahun.
"Ke depannya ini, bukan sebuah transisi pemerintahan, tapi ini adalah keberlanjutan. Kami di Badan Pangan Nasional mendukung dan membantu Badan Gizi Nasional, misalnya dalam mempersiapkan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kelola)," kata Arief.
"Dalam makan bergizi gratis itu kita sudah usulkan agar ada aspek keberagaman yang berbasis pangan lokal pula. Itu sudah ada di Perpres 81 tahun 2024. Jadi nanti saat memberikan pangan bergizi, itu bisa disesuaikan dengan local source. Misalnya di Indonesia Timur itu sumber proteinnya ikan, jadi pakai ikan saja untuk proteinnya. Tak harus daging," tutur dia.
#pertanian #tanaman-pangan #kesejahteraan-petani #bapanas #makan-bergizi-gratis