PBB Tuduh Israel Lakukan Kejahatan Perang Atas Serangan di Rumah Sakit Gaza
Sebuah komisi penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh Israel melakukan kejahatan perang atas serangan di rumah sakit Gaza. - Halaman all
(InvestorID) 11/10/24 08:12 16292881
PBB, investor.id – Sebuah komisi penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh Israel melakukan kejahatan perang atas serangan di rumah sakit Gaza, selama perang yang sedang berlangsung dengan Hamas. "(Israel melakukan) kebijakan terpadu untuk menghancurkan sistem perawatan kesehatan Gaza," katanya, seperti dikutip pada Jumat (11/10/2024).
Mengutip laporan BBC, komisi PPB tersebut mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan Gaza dan perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina merupakan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemusnahan.
Hamas dan kelompok Palestina lainnya juga dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, atas perlakuan mereka terhadap sandera Israel yang ditahan di Gaza.
Pihak Israel belum berkomentar, tetapi telah lama menuduh PBB bersikap bias dan menolak laporan kritis sebelumnya.
Laporan tersebut akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada 30 Oktober 2024, dipimpin oleh Navi Pillay selaku mantan kepala hak asasi manusia (HAM) PBB dari Afrika Selatan.
PBB menekankan pasukan keamanan Israel telah dengan sengaja menewaskan, menahan, dan menyiksa personel medis. sementara anak-anak menanggung beban dari runtuhnya sistem kesehatan.
Komisi tersebut mengutip kasus Hind Rajab berusia lima tahun, yang mobilnya mengalami kecelakaan saat ia dan keluarganya mencoba melarikan diri dari pengeboman. Beberapa anggota keluarga tewas, tetapi Hind berhasil menelepon Bulan Sabit Merah Palestina untuk meminta bantuan. Ambulans yang mencoba menghubunginya juga ditembak, menyebabkan keluarga ini berikut kru ambulans tewas.
Komisi tersebut mengatakan serangan terhadap sistem perawatan kesehatan telah menimbulkan kondisi kehidupan yang mengakibatkan kehancuran bagi anak-anak Palestina dari generasi ke generasi. Tak hanya itu, juga berpotensi menghancurkan rakyat Palestina sebagai satu kelompok.
Laporan yang sama menuduh kelompok bersenjata Palestina, termasuk Hamas, telah menjadikan sandera Israel sebagai sasaran kekerasan fisik, pelecehan, kekerasan seksual, isolasi paksa, akses terbatas ke fasilitas kebersihan, air dan makanan, ancaman dan penghinaan.
Dengan demikian, PBB menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat bagi para sandera yang tersisa.
Komisi itu juga menyatakan keprihatinan tentang perlakuan terhadap ribuan tahanan Palestina, beberapa di antaranya adalah anak-anak.
Pasukan keamanan Israel telah menjadikan mereka sasaran penyiksaan sistematis. Ini termasuk penyiksaan, pemerkosaan, dan bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya, demikian tuduhan laporan tersebut.
Laporan tersebut secara langsung menyebut nama menteri keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir, dengan mengatakan penyiksaan tersebut terjadi atas perintah langsung darinya.
Dijelaskan pula bukti terperinci dan menambah kekhawatiran yang berkembang. Ini tercermin dalam sebuah kasus di Mahkamah Internasional dan investigasi oleh Mahkamah Kriminal Internasional, atas meluasnya perang di Timur Tengah.
Perang tersebut dimulai setelah serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Lebih dari 42.060 orang telah tewas di Gaza sejak saat itu, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #israel #pbb #serangan-israel #kejahatan-perang #hamas #gaza #berita-ekonomi-terkini