Kenali 4 Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak

Kenali 4 Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansinya. Halaman all

(Kompas.com) 11/10/24 11:13 16297884

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan sejumlah modus penipuan yang mengatasnamakan instansinya.

Informasi ini disampaikan melalui situs resmi pajak.go.id, dengan tujuan agar masyarakat dapat mengenali dan lebih waspada terhadap penipuan yang sering terjadi.

"DJP mengimbau agar masyarakat atau wajib pajak selalu waspada dan berhati-hati terhadap modus-modus penipuan tersebut," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Dwi Astuti, dikutip Jumat (11/10/2024).

Dwi menjelaskan terdapat empat modus penipuan yang umum terjadi, yaitu phishing, spoofing, pengakuan sebagai pegawai DJP, dan rekrutmen pegawai DJP.

Modus PenipuanPhishing

Modus phishing biasanya dilakukan melalui email, SMS, pesan daring, atau saluran komunikasi lainnya.

Dalam modus ini, penipu berusaha mendapatkan data penting dari korban dengan mengatasnamakan DJP.

Phishing sering kali disertai tautan untuk mengunduh aplikasi berbahaya dengan dalih meminta wajib pajak melakukan pembaruan data pribadi.

"Apabila menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp, periksa nomor WhatsApp di laman resmi DJP sesuai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) masing-masing. Tautan seluruh KPP dapat dilihat pada laman pajak.go.id/unit-kerja," imbaunya.

Modus Penipuan Spoofing

Modus spoofing umumnya dilakukan melalui email, di mana penipu mengirimkan tagihan pajak atau informasi lain seolah-olah berasal dari email resmi DJP.

Modus ini menggunakan teknik untuk menyamarkan header email penipuan dengan identitas institusi tertentu.

"Apabila menerima email imbauan, tagihan pajak, atau tautan terkait perpajakan, pastikan domain email berakhiran @pajak.go.id. Apabila domain tersebut bukan @pajak.go.id, maka kami pastikan email tersebut bukan dari DJP," ungkapnya.

Modus Mengatasnamakan Pegawai DJP

Selanjutnya, modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai DJP sering terjadi melalui email, pesan daring, maupun telepon.

Dalam modus ini, penipu berpura-pura menjadi pejabat DJP dan memberitahukan korban tentang tagihan pajak yang harus dilunasi ke rekening penipu.

"Apabila menerima pesan bermuatan file dengan ekstensi apk dan mengatasnamakan DJP, harap abaikan dan segera hapus pesan tersebut. DJP tidak pernah mengirim file dengan ekstensi apk," jelasnya.

Modus Penipuan Rekrutmen Pegawai DJP

Terakhir, terdapat modus penipuan terkait rekrutmen pegawai DJP.

Pelaku akan meminta sejumlah uang kepada korban untuk biaya pendaftaran pegawai.

Modus ini biasanya muncul dari sumber informasi lowongan kerja yang tidak resmi. Padahal, informasi rekrutmen ASN dan CPNS di lingkungan Kemenkeu hanya melalui saluran resmi Kemenkeu dan tanpa dipungut biaya.

Selain itu, informasi rekrutmen tenaga non-organik seperti satpam, cleaning service, pengemudi, dan sebagainya juga hanya disampaikan melalui saluran informasi resmi tanpa biaya.

#djp #penipuan-pajak #waspada #modus-penipuan

https://money.kompas.com/read/2024/10/11/111300026/kenali-4-modus-penipuan-mengatasnamakan-ditjen-pajak