Hardening Market Asuransi Mulai Meredam pada 2025

Hardening Market Asuransi Mulai Meredam pada 2025

Hardening market diperkirakan masih berlanjut tapi dampaknya lebih rendah pada tahun 2025. Industri reasuransi dalam negeri masih ketat. - Halaman all

(InvestorID) 13/10/24 14:05 16399289

BADUNG, investor.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan bahwa kondisi hardening market masih akan dialami industri asuransi dan reasuransi pada tahun 2025. Namun, dampak transmisinya ke industri dalam negeri akan lebih jinak dibandingkan beberapa tahun belakangan ini.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan menyampaikan, pasar industri asuransi dan reasuransi global semestinya tak lagi dalam kondisi hardening, kendati masih ada sisa-sisa dampak yang akan dirasakan. Dengan demikian, industri reasuransi dalam negeri juga masih akan merespons dengan beberapa pembatasan.

“Tapi kalau pricing-nya sendiri, retrosesi, reasuransi treaty non-proportional, kemungkinan sih bisa sama. Tapi semuanya juga tergantung kepada result-nya dari masing-masing perusahaan reasuransi,” ungkap Budi disela-sela acara 28th Indonesia Rendezvous di Kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, baru-baru ini.

Situasi hardening market di industri asuransi dan reasuransi mendorong para pemain mesti menyesuaikan kebijakan seperti aspek underwriting, marketing, isi produk, perubahan term & condition, manajemen risiko, hingga potensi mengerek tarif premi yang lebih tinggi.

Ini memungkinkan terjadi karena industri dalam negeri tak mampu sepenuhnya dapat menyerap risiko yang ada, sehingga melempar sebagian bisnis yang ada kepada reasuransi luar negeri.

Sementara kondisi di pasar asuransi global terbilang ketat, lantaran kenaikan klaim secara signifikan karena risiko tertentu. Hal tersebut mendorong asuransi dan reasuransi global memperbarui kemampuan penyerapan risiko dan tentunya tarif premi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, situasi hardening market ini akan ditransmisi beberapa lini bisnis seperti asuransi properti, asuransi engineering, dan marine hull. “Harapannya sih akan sedikit melunak, semoga. Karena pasar internasional juga melihat prospek yang bagus di Indonesia," imbuh dia.

Kabar Tiga Lini Bisnis Lain

Di samping risiko pasar itu, Budi juga menyorot sejumlah lini asuransi lainnya yang mungkin terjadi pengetatan dari dalam negeri. Pertama, yaitu lini asuransi kesehatan yang mencatat loss ratio sampai dengan 140%.

Kedua, yaitu lini asuransi kredit. Pengetatan lini asuransi itu dipercaya bisa diredam seiring terbitnya aturan terbaru yakni POJK 20/2023 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Kredit atau Pembiayaan Syariah dan Produk Suretyship atau Suretyship Syariah, yang salah satunya mengatur membagi risiko antara perusahaan asuransi dan pihak kreditur.

“Semoga dengan adanya POJK yang baru itu juga akan membantu perbaikan dengan adanya resharing dengan pihak perbankan. Terus ada batasan-batasan biaya akuisisi,” ujar Budi.

Ketiga, adalah asuransi kendaraan bermotor. Tantangan pada lini tersebut adalah menurunnya penjualan baik mobil maupun motor. AAUI juga mengendus dugaan penurunan bisnis ini karena semakin sulitnya masyarakat mendapatkan akses kredit kendaraan bermotor imbas masuk daftar hitam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Budi menuturkan, banyak dari masyarakat masuk daftar hitam SLIK karena gagal bayar pinjaman online (pinjol). Mereka terperosok semakin dalam karena terjebak tagihan utang yang tak terbayarkan karena bermain judi online. Alhasil, segmen masyarakat ini kesulitan untuk mendapat pinjaman lagi dari sektor jasa keuangan, termasuk kredit kendaraan bermotor.

“Ini tantangan lagi bagi industri perasuransian dan tentunya regulator bagaimana bisa ke depannya lebih menekan masyarakat itu bijak menggunakan pinjaman online maupun terkait judi online. Apalagi pinjaman online yang digunakan untuk judi online. Ini PR pemerintahan baru juga,” tandas Budi.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #hardening-market #asuransi #industri-asuransi #reasuransi #28th-indonesia-rendezvous #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/376359/hardening-marketasuransi-mulai-meredam-pada-2025