Pelindo Fokus Jaga Waktu Singgah Kapal Lebih Efisien

Pelindo Fokus Jaga Waktu Singgah Kapal Lebih Efisien

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam logistik maritim Indonesia. Halaman all

(Kompas.com) 14/10/24 21:25 16465447

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam logistik maritim Indonesia. Ini dilakukan sejak dilakukannya merger perseroan pada tahun 2021.

Melalui fokus utama yang menjaga waktu singgah kapal (port stay) lebih efisien, Pelindo memastikan kelancaran jaringan logistik, khususnya untuk kapal kontainer yang terjadwal.

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menuturkan bahwa sebagai perusahaan berbasis layanan, hal ini menjadi modal utama Pelindo. Saat ini ketika akan memperpendek port stay terjadi transformasi yang sangat fundamental, termasuk infrastruktur, organisasi, dan sumber daya manusia.

SHUTTERSTOCK/PALUGADA_16 Ilustrasi pelabuhan, angkutan laut dan penyeberangan.

"Logistik maritim, khususnya perjalanan kapal kontainer, sangat terjadwal sejak kapal datang dan pergi. Di pelabuhan berikutnya juga demikian, jadi jika tidak stabil, rencana seluruh jaringan kapal akan terganggu. Ini yang harus kita jaga," jelas Arif dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).

Melalui standarisasi, Pelindo pasca penggabungan telah berhasil melakukan perbaikan proses berbasis planning & control, pengembangan aspek sumber daya manusia, serta perbaikan infrastruktur.

Pelindo melakukan berbagai upaya dalam peningkatan produktivitas bongkar muat, di mana tercatat sebagai contoh di Pelabuhan Sorong produktivitas bongkar muat melonjak dari semula 10 BSH (Box per Ship per Hour) menjadi rata-rata 25 BSH. Standarisasi layanan peti kemas dan non peti kemas telah menurunkan port stay sehingga dapat berkontribusi pada penurunan biaya logistik nasional.

Sebelum merger, sebagai contoh waktu singgah kapal di pelabuhan Sorong bisa mencapai 72 jam. Kini, berkat transformasi yang dilakukan, port stay dapat mencapai rata-rata 24 jam.

"Mengapa ini penting? Mempersingkat port stay bukan hanya tentang mempercepat aktivitas bongkar muat, tapi juga menjaga stabilitas logistik maritim. Kapal yang lebih cepat sandar dan pergi memastikan rantai pasok berjalan mulus tanpa penundaan, yang pada akhirnya menghindari gangguan perencanaan kapal dan efisiensi seluruh jaringan pelabuhan," ungkap Arif.

Hingga kini, Pelindo telah merampungkan standarisasi operasi terminal petikemas pada 14 lokasi, terminal non petikemas pada 30 lokasi, marine pada 42 lokasi, dan logistik pada 3 lokasi.

SHUTTERSTOCK/BOB63 Ilustrasi kapal tanker.

Selain itu, Pelindo juga telah menyelesaikan digitalisasi layanan pelabuhan yang terdiri dari layanan marine (Phinnisi) pada 59 lokasi, layanan terminal petikemas (TOS Nusantara) pada 8 lokasi, dan layanan non petikemas (PTOS M) pada 30 lokasi.

Ke depannya program transformasi akan terus berlanjut di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Pun Pelindo telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung perekonomian nasional dengan pertumbuhan pendapatan yang sejalan dengan meningkatnya lalu lintas barang.

Pelindo pun terus berupaya meningkatkan pendapatan di masa depan melalui inovasi dan transformasi yang telah diterapkan dalam tiga tahun terakhir.

Arif menjelaskan, meskipun volume barang yang diangkut sempat terdampak oleh pandemi, Pelindo berhasil menjaga efisiensi dengan mengendalikan biaya operasional.

"Walaupun top line belum bertambah banyak, kita berhasil mengendalikan biaya sehingga bottom line terus tumbuh," jelasnya.

Arif menyatakan, ke depannya, Pelindo akan lebih proaktif mendorong pengelolaan kawasan pelabuhan terintegrasi di daerah industri lainnya, seperti di Gresik, bekerja sama dengan mitra yang tepat.

Contohnya di Kijing Kalimantan Barat untuk industri berbasis CPO, minyak sawit, dan alumina.

Salah satu tantangan yang dihadapi Pelindo pasca merger adalah disparitas volume antar pelabuhan. Untuk mengatasi ini, Pelindo fokus pada penyamarataan operasi melalui pengembangan infrastruktur dan layanan di seluruh pelabuhan.

“Kami berupaya menyatukan standar operasi agar semua pelabuhan beroperasi dengan efisiensi yang sama, yang berdampak positif terhadap pendapatan perusahaan,” ujar Mega Satria, Direktur Keuangan Pelindo.

Tiga tahun pasca merger pada 1 Oktober 2021, aset Pelindo naik 6 persen menjadi Rp 123,2 triliun pada semester I 2024. Beberapa proyek strategis seperti Makassar New Port dan Bali Maritime Tourism Hub berkontribusi pada peningkatan ini.

Selain itu, Pelindo juga berhasil mengoperasikan Belawan New Container Terminal (BNCT) di Medan, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan aset perusahaan.

#pelabuhan #kapal-kontainer #pelindo #waktu-singgah-kapal

https://money.kompas.com/read/2024/10/14/212515126/pelindo-fokus-jaga-waktu-singgah-kapal-lebih-efisien