Konflik Dimana-mana, Lini Asuransi Rangka Kapal Diprediksi Masih Ketat
Reasuransi akan menerapkan pengetatan dalam kontrak barunya untuk merespons situasi hardening yang masih berlanjut pada 2025. - Halaman all
(InvestorID) 15/10/24 17:58 16508644
JAKARTA, investor.id – Lini asuransi rangka kapal (marine hull) masih jadi salah satu bisnis yang diprediksi dalam kondisi ketat (hardening) pada tahun 2025 mendatang. Beberapa faktor risikonya adalah konflik antar negara dan perubahan iklim.
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyampaikan, situasi pasar asuransi yang ketat alias hardening market telah terjadi pada beberapa tahun belakangan dan masih akan berlangsung pada 2025 mendatang. Salah satu lini bisnis yang terdampak adalah asuransi rangka kapal (marine hull).
“Nah, prediksi kami dari AAUI memang kalau kita lihat pasar yang masih agak tight atau hardening ini mungkin di sektor lini usaha marine hull. Ini akan tetap saya pikir akan sulit mencari backup reasuransinya,” tutur Budi Herawan dalam Investor Market Today IDTV, pada Senin (14/10/2024).
Budi menerangkan, hardening market terjadi karena terbatasnya kapasitas reasuransi untuk menyerap bisnis yang ada. Oleh karena itu, reasuransi akan menerapkan pengetatan syarat dan kondisi dalam kontrak barunya (renewal treaty) pada tahun 2025 mendatang.
Lini bisnis asuransi rangka kapal atau marine hull masih dihadapkan pada sejumlah risiko ke depan antara lain konflik yang terjadi di berbagai negara seperti Rusia-Ukraina, Israel dengan sejumlah negara seperti Palestina, Iran, dan Lebanon. Selain itu, risiko perubahan iklim yang menyebabkan badai besar juga turut membayangi terjadinya risiko kerusakan kapal.
Namun demikian, Budi meyakini bahwa pelaku bisnis reasuransi di dalam negeri akan tetap secara optimal menyerap risiko asuransi rangka kapal atau marine hull tersebut, meskipun memang tetap ada sejumlah pengetatan dan penyesuaian.
Di sisi lain, Budi melihat sektor bisnis engineering juga berpotensi melanjutkan hardening market. Kendati begitu, ia yakin jika ketersediaan (supply) kapasitasnya ini akan tersedia cukup sehingga para perusahaan asuransi mesti menyesuaikan diri untuk menerima sejumlah perubahan term & condition (T&C).
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #hardening-market #asuransi-rangka-kapal #asuransi-marine-hull #aaui #asuransi #berita-ekonomi-terkini