Surplus Neraca Perdagangan Diharapkan Berdampak Positif ke Neraca Pembayaran

Surplus Neraca Perdagangan Diharapkan Berdampak Positif ke Neraca Pembayaran

Surplus neraca perdagangan diharapkan berdampak positif ke neraca pembayaran, sekaligus sinyal ekonomi RI pada kuartal III-2024 tumbuh 5%. - Halaman all

(InvestorID) 15/10/24 20:28 16516237

JAKARTA, investor.id – Neraca perdagangan Indonesia terus menunjukkan performa positif dengan kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,26 miliar pada September 2024. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 53 bulan secara berturut-turut sejak Mei 2020.

“Kita berharap bahwa surplus kita akan berlanjut itu bagus terhadap neraca pembayaran. Jadi harus kita pertahankan ekspor dan kita lihat impor kita, kalau diperlukan untuk kegiatan produksi,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta pada Rabu (15/10/2024).

Pemerintah terus berupaya agar tren positif neraca perdagangan terus terjaga. Aktivitas ekspor Indonesia pada September 2024 masih tercatat sebesar US$ 22,08 miliar ditopang oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar 8,13% year on year (yoy).

Sementara itu, impor bulan September 2024 tercatat sebesar US$ 18,82 miliar, naik 8,55% (yoy). Kenaikan impor tersebut didorong oleh kenaikan impor nonmigas sebesar 16,29% (yoy) di tengah penurunan impor migas 24,04% (yoy).

“Untuk surplus kita inginkan makin lama semakin baik, kami bersyukur surplus perdagangan terus berlanjut,” tutur Suahasil.

Di sisi lain, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan bahwa hingga September 2024, akumulasi surplus tercatat mencapai US$ 21,98 miliar. Konsistensi tren surplus ini merupakan kabar yang baik, membuktikan daya tahan ekonomi domestik di tengah stagnasi ekonomi global. Hal tersebut juga mencerminkan ekonomi Indonesia yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah menunjukkan hasil positif.

“Tentunya hal ini menjadi modal yang baik untuk masa yang akan datang,” kata Febrio.

Dia menuturkan, aktivitas perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan kinerja yang baik hingga September menjadi sinyal yang positif bagi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2024. Kementerian Keuangan memproyeksikan pada triwulan tersebut ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di atas 5,0% di tengah tantangan ekonomi global.

“Pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional, serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama,” pungkas Febrio.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #neraca-perdagangan #surplus-neraca-perdagangan #neraca-pembayaran #pertumbuhan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iii-2024 #suahasil-nazara #febrio-kacaribu #berita

https://investor.id/macroeconomy/376721/surplus-neraca-perdagangan-diharapkan-berdampak-positif-ke-neraca-pembayaran