Di Hadapan Ratusan Mahasiswa, Polri: Gen Z Sasaran Empuk Bandar Narkoba
Polri menyebut, generasi milenial dan Generasi Z menjadi target utama para pengedar dan bandar narkoba. Imbau anak muda waspada. Halaman all
(Kompas.com) 16/10/24 10:40 16544081
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Pengelolaan Informasi dan Data (PID) Divisi Humas Polri, Brigjen Tjahyono Saputro menyebut generasi milenial dan Generasi Z menjadi target utama para pengedar dan bandar narkoba.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Kinerja Polri bertajuk “Mewujudkan Generasi Muda Sehat Tanpa Narkoba" di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Acara ini dihadiri oleh sekitar 350 mahasiswa dalam rangkaian program Goes To Campus 2024.
Brigjen Tjahyono mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat secara kuantitas dan kualitas, dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia.
“Generasi milenial dan Gen Z, atau zoomer, memiliki risiko yang lebih tinggi terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dibandingkan kelompok usia sebelumnya,” ujar Tjahyono, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (15/10/2024).
Dia menegaskan bahwa bahaya narkoba dapat berdampak buruk pada semua aspek kehidupan, termasuk fisik, mental, dan sosial.
Tjahyono juga memaparkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023.
Meskipun angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami penurunan dari 1,95 persen menjadi 1,73 persen dari populasi usia 15-64 tahun, terdapat peningkatan signifikan di kalangan pemuda berusia 15-24 tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda masih sangat rentan terhadap bahaya narkoba.
“Kami mengadakan kegiatan ini sebagai langkah preventif untuk mencegah para mahasiswa sebagai penerus bangsa dari bahaya narkoba. Melalui sosialisasi ini, Polri berharap dapat menciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari narkoba,” kata Tjahyono.
Dalam acara tersebut, hadir juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkotika (DPP GRANAT), Henry Yosodiningrat. Henry juga memberikan peringatan keras kepada mahasiswa untuk tidak mengecewakan pengorbanan orang tua mereka.
“Banyak dari kalian berasal dari keluarga yang mungkin tidak mampu, tetapi orang tua kalian berjuang keras demi masa depan kalian. Jangan sia-siakan perjuangan mereka dengan menggunakan narkoba, karena itu hanya akan membuat kalian menjadi beban bagi bangsa ini,” tegas Henry.
Henry juga menegaskan bahwa sekali seseorang terjebak dalam penggunaan narkoba, tidak ada jalan kembali.
“Ini adalah tiket sekali jalan. Sekali mencoba, kalian akan ketergantungan. Jangan biarkan diri kalian menjadi korban meskipun ditawari secara gratis. Saya ingin kalian menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” tutupnya.