Presiden Venezuela Sebut Musk Habiskan US$ 1 Miliar untuk Kudeta

Presiden Venezuela Sebut Musk Habiskan US$ 1 Miliar untuk Kudeta

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh Elon Musk menginvestasikan sedikitnya US$ 1 miliar untuk kudeta. - Halaman all

(InvestorID) 16/10/24 14:10 16552031

NEW YORK, investor.id – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh miliarder teknologi Elon Musk "menginvestasikan" sedikitnya US$ 1 miliar atau setara Rp 15,5 triliun untuk memicu kekerasan lewat kudeta di negara Amerika Selatan itu. Ini, menurut Maduro, terjadi setelah pemilihan presiden Venezuela di awal tahun ini.

Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan umum pada 28 Juli 2024 oleh otoritas pemilihan nasional. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim kemenangan telah dicuri dari kandidat oposisi Edmundo Gonzalez.

Selama program televisi mingguannya pada Senin (14/10/2024), Maduro mengaku mengetahui secara langsung Elon Musk yang telah lama berseteru dengannya telah menghabiskan tak kurang dari US$ 1 miliar. “Untuk kudeta, pecahnya fasis, kekerasan terhadap proses pemilihan di Venezuela,” sambungnya, lapor kantor berita Rusia TASS, Rabu (16/10/2024).

Pemimpin Venezuela itu menyebut lawan politiknya, pengusaha Maria Corina Machado, sebagai distributor pendanaan yang diduga untuk kelompok fasis. Maduro mengklaim pemerintah AS berada di balik upaya menggulingkannya dari kekuasaan.

Setelah pemungutan suara pada Juli 2024, Elon Musk menuduh Maduro melakukan kecurangan pemilu besar-besaran. Sementara itu, presiden Venezuela menyatakan miliarder kelahiran Afrika Selatan itu sebagai musuh bebuyutannya yang mengendalikan realitas virtual yang diciptakan oleh media sosial.

Keduanya sepakat menyelesaikan perbedaan mereka dalam perkelahian, yang tidak pernah terjadi. Elon Musk juga mengancam akan membakar kumis Maduro yang terkenal "dari luar angkasa", sebagai tanggapan atas ancaman untuk menangguhkan jaringan sosial X di Venezuela.

Kebijakan pemerintah AS telah lama memberikan tekanan ekonomi dan politik pada Venezuela dalam upaya mengganti pemerintahannya. Selama bertahun-tahun, AS dan negara-negara Barat lainnya mengakui politisi oposisi Juan Guaido daripada Maduro sebagai pemimpin Venezuela.

Hal ini memungkinkan tokoh yang didukung AS tersebut untuk mengajukan klaim atas aset nasional Venezuela di yurisdiksi Barat. Termasuk saham di perusahaan minyak di tanah AS dan cadangan emas yang disimpan di bank sentral Inggris (BoE).

Musk sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk menyingkirkan pemerintah asing dalam mengejar kepentingan korporatnya. Pada Juli 2020, ia ditantang secara daring dengan klaim pemerintah AS telah mengatur kudeta terhadap Presiden Bolivia Evo Morales.

Jika demikian maka perusahaan mobil listriknya, Tesla, dapat mengamankan akses ke cadangan litium yang melimpah di negara tersebut. Musk menanggapi dengan sebuah unggahan. "Kami akan melakukan kudeta kepada siapa pun yang kami inginkan! Hadapi saja," tulisnya.

Morales digulingkan oleh kekuatan politik sayap kanan selama protes massal 2019, kemudian disusul dengan pemilihan presiden yang disengketakan. Kekuatan politiknya yang bernama Gerakan untuk Sosialisme bangkit kembali dengan memenangkan pemilihan umum 2020 dan mengalahkan upaya kudeta militer awal tahun tersebut.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #presiden-venezuela #venezuela #nicolas-maduro #elon-musk #kudeta #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/376818/presiden-venezuela-sebut-musk-habiskan-us-1-miliar-untuk-kudeta