Anak Bungsu Bisa Jadi Generasi Sandwich karena Dianggap Belum Punya Tanggungan

Anak Bungsu Bisa Jadi Generasi Sandwich karena Dianggap Belum Punya Tanggungan

Anak bungsu sering terjebak dalam sandwich generation. Temukan alasan dan solusi dari fenomena ini!

(Kompas.com) 17/10/24 07:07 16587368

JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena generasi sandwich (sandwich generation) semakin mengemuka, di mana anak merasa terjepit antara dua pihak dalam hal membiayai dan mengurus kebutuhan rumah tangga.

Situasi ini terjadi ketika seorang anak harus membiayai orangtua, kakak, adik, atau anggota keluarga lainnya, sambil tetap memenuhi kebutuhan diri sendiri.

Jika anak tersebut sudah berkeluarga, ia juga harus mengeluarkan biaya untuk mengurus anaknya.

Fenomena ini tidak terbatas pada urutan kelahiran. Meskipun, dalam film berjudul “Home Sweet Loan” yang diproduksi oleh Visinema Pictures dan Legacy Pictures, karakter Kaluna (diperankan oleh Yunita Siregar) digambarkan sebagai anak bungsu yang terjebak dalam situasi ini.

Kaluna, yang masih tinggal di rumah orangtuanya, harus menanggung semua kebutuhan rumah tangga meskipun kedua kakaknya sudah berkeluarga dan tinggal bersamanya.

Di media sosial, banyak warganet yang juga anak bungsu berbagi pengalaman serupa.

Psikolog dari MS School & Wellbeing Center, Rosdiana Setyaningrum, M.Psi., MHPEd, menanggapi fenomena ini.

Ia menjelaskan bahwa anak bungsu seringkali dianggap belum memiliki tanggungan, sehingga diharapkan dapat menanggung segala biaya rumah tangga.

“Kalau kasus anak bungsu, bisa jadi karena dianggapnya belum punya keluarga, jadi tanggungannya sedikit,” kata Rosdiana kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2024).

Ia menambahkan bahwa orangtua yang sudah tidak berpenghasilan atau memiliki penghasilan sedikit cenderung mengalihkan beban kepada anak bungsu.

Sementara itu, kakak-kakak mereka dianggap memiliki beban tersendiri, yaitu mengurus anak.

“Tapi menurut saya, pada akhirnya, mana yang menanggung atau apa, balik lagi ke keluarga masing-masing. Dinamika setiap keluarga itu berbeda,” ungkapnya.

Perlakuan tidak adil terhadap anak bungsu

Dalam film “Home Sweet Loan”, Kaluna digambarkan lebih sering mengerjakan pekerjaan rumah dibandingkan anggota keluarga lainnya.

Rosdiana menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena anak bungsu dianggap harus menuruti segala hal, termasuk menghadapi perlakuan tidak adil dari orangtua yang pilih kasih dan kakak-kakaknya yang lebih tua.

“Ini bisa membuat sang adik terpaksa mau disuruh-suruh,” jelasnya.

Namun, Rosdiana juga menyoroti bahwa ada anak bungsu yang terpaksa harus membersihkan rumah karena sifatnya yang perfeksionis.

“Misalnya, rumah sudah disapu oleh satu orang. Dia bilang, nyapunya enggak benar. Jadi, dia sapu lagi. Ada juga yang masak, tapi dibilang masakannya bikin (dapur) berantakan. Jadi, akhirnya dia yang ngerjain,” tambahnya.

Pada akhirnya, anggota keluarga lainnya mungkin enggan membantu karena selalu dicela atau dianggap pekerjaannya kurang sempurna.

Jadi, masalahnya tak selalu karena si bungsi di-bully dan disuruh untuk mengerjakan semuanya

“Bisa jadi, memang dia orangnya terlalu mendetail dan perfeksionis. Makanya, yang lainnya jadi malas dan ngebiarin dia yang mengerjakan. Menurut saya, selalu ada dua sisi mengapa hal seperti itu terjadi,” tutup Rosdiana.

#generasi-sandwich #sandwich-generation #anak-bungsu #film-home-sweet-loan

https://lifestyle.kompas.com/read/2024/10/17/070700320/anak-bungsu-bisa-jadi-generasi-sandwich-karena-dianggap-belum-punya