Film "Home Sweet Loan" mengangkat perjuangan generasi sandwich dalam mewujudkan impian memiliki rumah. Riset menunjukkan 41 juta generasi sandwich di Indonesia. [505] url asal
Film "Home Sweet Loan" belakangan ini sedang ramai menjadi perbincangan, pasalnya film ini menyoroti perjuangan generasi sandwich dalam memiliki impian untuk mendapatkan rumah.
Generasi Sandwich dikenal sebagai kelompok yang berada di tengah-tengah tanggung jawab besar yang dimiliki. Di satu sisi mereka harus menanggung beban ekonomi dirinya sendiri, di saat yang sama dia terhimpit dengan beban ekonomi orang tua dan keluarganya.
Padahal, mereka juga memiliki cita-cita yang ingin dicapai. Salah satunya mimpi dalam memiliki rumah sendiri.
Fenomena generasi sandwich yang sulit punya rumah juga menjadi perhatian platform properti di Indonesia, Pinhome bersama perusahaan riset global, YouGov Indonesia. Keduanya berkolaborasi melakukan riset berjudul "Langkah Generasi Sandwich Menuju Kepemilikan Properti" .
Laporan ini memperlihatkan terdapat 41 juta generasi sandwich di Indonesia. Mayoritas dari mereka memiliki motivasi tinggi untuk mempunyai rumah yang didorong oleh kebutuhan keluarga dan stabilitas.
"Kami menyadari bahwa generasi sandwich menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan mimpi memiliki rumah, karena harus menopang keluarga sekaligus mengejar impian pribadi," kata Dayu Dara Permata, Founder & CEO Pinhome, dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Laporan Langkah Generasi Sandwich Menuju Kepemilikan Rumah, di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Ia mengatakan dengan adanya kolaborasi dalam riset yang dikeluarkannya, serta mendukung produksi film "Home Sweet Loan" dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada generasi sandwich dalam mewujudkan impian mereka memiliki rumah.
Laporan ini juga mengidentifikasi tiga tantangan utama yang banyak dihadapi oleh generasi sandwich untuk memiliki rumah, yaitu menemukan properti yang tepat, biaya tambahan yang berlebih dan tidak transparan, serta cicilan yang tinggi.
"Menurut mereka itu tantangan yang paling besar adalah menemukan properti yang tepat, mungkin ini benar ya, karena mereka benar-benar ingin pilihan yang tepat. Terus juga mereka punya tantangan dalam masalah biaya, seperti biaya cicilan," kata Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia.
Almira Bastari, penulis novel "Home Sweet Loan" mengatakan generasi sandwich harus menjadi pribadi yang bisa menghadapi tantangan dalam kehidupan, salah satunya keputusan dalam bermimpi untuk memiliki rumah.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pinhome bersama dengan YouGov dalam mengangkat isu ini dan terus berupaya memberikan solusinya. Pesan saya untuk generasi sandwich adalah jadilah pribadi yang empowered dalam menghadapi tantangan hidup, termasuk membeli rumah sambil membantu keluarga," ujarnya.
Jakarta: Rumah produksi Visinema Pictures memiliki film terbaru bertajuk Home Sweet Loan. Film ini menghadirkan realitas dari generasi sandwich.
Sutradara film Home Sweet Loan, Sabrina Rochelle Kalangie, mengaku ingin menyampaikan kehidupan dengan jujur dalam karya terbarunya ini. Apalagi dengan karakter utamanya, Kaluna, yang dinilai bisa relevan dengan perjuangan banyak orang, khususnya generasi sandwich.
"Aku ingin sampaikan di film ini adalah kehidupan yang sejujurnya gitu. Kehidupan yang mungkin buat orang lain itu tidak sinematik ya," ungkap Sabrina Rochelle Kalangie, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 18 September 2024. "Rasanya tuh enggan dibicarakan karena hal-hal yang terlalu sering, terlalu banyak, terlalu biasa kita alami. Tapi sejujurnya itu aku ingin menempatkan semuanya di film ini. Dan aku merasa perjuangan Kaluna itu perjuangan banyak orang, termasuk aku sendiri juga," lanjutnya.
Agar film Home Sweet Loan terasa relevan dengan penonton, Sabrina mencoba untuk menampilkan elemen-elemen yang realistis terjadi dalam kehidupan. Salah satunya adalah kondisi rumah yang memang telah disulap agar menggambarkan kondisi tempat tinggal dengan tiga kepala keluarga.
"Sebisa mungkin aku tuh tidak mau menampilkan sesuatu yang memang tidak realistis di film ini gitu sih. Jadi kenapa rumahnya bener-bener bentuknya seperti itu. Sebisa mungkin rumah itu harus dijaga bener-bener. Seperti apa sih rumah yang dihidupin dengan tiga kepala keluarga gitu," jelas Sabrina.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa film Home Sweet Loan ini mendapatkan penanganan yang berbeda dari karyanya sebelumnya, seperti Terlalu Tampan (2019) dan Noktah Merah Perkawinan (2022). Sabrina ingin para penonton bisa merasakan dan menempatkan diri dalam kehidupan Kaluna yang terlihat berantakan, tetapi memang itu adalah kenyataannya.
"Aku di sini mungkin treatment cukup berbeda dengan dua film sebelumnya gitu ya. Masalah penempatan kamera juga, gambar dan lain-lain," kata Sabrina.
"Dan aku menempatkan bagaimana ini bener-bener bisa menempatkan yang nonton tuh di dalam dunianya Kaluna gitu. Dan walaupun tampak berantakan, walaupun tampak mandem gitu kadang rasanya. Tapi itulah dunia kita yang jalan sehari-hari, kebanyakan kita menjalaninya seperti itu," tambahnya.
Menurutnya, film ini dinilai sangat personal dan ditujukan kepada hati para penonton. Sabrina ingin penonton bisa melihat perjuangan hidup yang dilihat tidak indah, tetapi justru memiliki sisi lain yang bisa dilihat.
"Film ini adalah film yang sangat personal dan juga aku tunjukkan bener-bener untuk hati setiap yang nonton gitu. Aku ingin menunjukkan sebuah pergumulan, perjuangan hidup yang mungkin rasanya tidak indah gitu. Tapi sebenarnya itu indah loh, karena indahnya nyata gitu. Suatu perjuangan yang indah buat setiap orang itu berarti mereka kuat, mereka tangguh gitu," ucap Sabrina.
Dengan adanya film Home Sweet Loan, ia juga ingin para penonton dengan kisah perjuangan yang relevan merasa semangat lagi dalam menjalani hidup. Film Home Sweet Loan ini bisa dianggap sebagai motivasi hidup bagi seluruh generasi sandwich.
"Dan aku ingin merangkul juga setiap yang nonton di sini yang punya pergumulan yang sama atau mungkin serupa gitu. Agar memiliki semangat lagi, agar tahu kalau misalkan segala yang mungkin rasanya bikin kita hancur dalam seketika," ujar Sabrina.
Film Home Sweet Loan bercerita mengenai seorang wanita yang bermimpi membeli sebuah rumah karena lelah menanggung dan mengalah dengan keluarganya yang lain. Namun impiannya itu harus melewati perjalanan panjang hingga dalam situasi yang membuatnya putus asa.
Film Home Sweet Loan disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie dan dibintangi oleh Yunita Siregar, Derby Romero, Risty Tagor, Fita Anggraini, Ayushita Nugraha, dan lainnya. Film ini akan tayang di bioskop mulai 26 September 2024.