Gading Serpong, "New Greater Jakarta" yang Terus Bersolek
Dalam konteks investasi, harga lahan di Gading Serpong menunjukkan tren meningkat. Halaman all
(Kompas.com) 18/10/24 06:23 16635622
KOMPAS.com - Serpong terus bersolek dan melengkapi dirinya dengan sejumlah fasilitas yang menopang ekosistem perkotaan di wilayah Tangerang Raya.
Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriatna mengatakan, kawasan ini diprediksi akan menjadi salah satu kontributor terbentuknya new greater Jakarta.
Bukan tanpa alasan. Karena menurut Yayat, pengembangan yang dilakukan oleh sejumlah developer terhitung berukuran besar, terencana, dan lengkap.
"Bisa jadi nantinya kawasan Serpong akan seperti Thamrin dan Sudirman di Jakarta. Sebab masyarakat sudah bergeser ke wilayah Tangerang Raya yang mencakup Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang," kata Yayat.
Selain itu, aktivitas ekonomi yang menjadi basis kehidupan wilayah ini terus bergerak dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni sektor real estat, konstruksi, perdagangan, informasi dan komunikasi.
Penetapan Kawasan Serpong sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan konsentrasi pada sektor pendidikan, biomedical, oleh Kementerian Perekonomian pada Agustus 2024 lalu, semakin membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi baru.
Sebagai penyangga pusat pemerintahan dan bisnis yang terus berkembang dengan kelengkapan fasilitas, Kawasan Serpong seluas total 8.000 hektar tumbuh menjadi destinasi hunian dan komersial paling diminati saat ini.
Salah satunya adalah Summarecon Serpong seluas 850 hektar di Gading Serpong yang dibangun oleh PT Summarecon Agung Tbk rintisan Soetjipto Nagaria.
Dalam konteks investasi, harga lahan di Gading Serpong menunjukkan tren meningkat.
Pada tahun 2008-2014 saat properti sedang booming, harga lahan hunian dan komersial berada pada angka Rp 5 juta-Rp 8 juta dan Rp 8 juta-Rp 10 juta per meter persegi.
Kini, pasca Covid-19 harga melesat hingga Rp 25 juta-Rp 27 juta, dan Rp 27 juta-Rp 30 juta per meter persegi.
Kendati demikian, PT Summarecon Agung Tbk berkomitmen tetap menjaga pertumbuhan harga tersebut dalam batas moderat, agar investasi terus bergerak.
SMRA Summarecon Serpong"Kami memastikan bahwa pembeli adalan pengguna akhir alias end user. Baik pembeli hunian maupun komersial. Jika pembeli hunian, mereka harus segera menempati rumahnya, dan jika pembeli properti komersial mereka harus segera membuka usahanya," ungkap Head of Marketing Summarecon Serpong Ferry Susanto.
Aksesibilitas Makin Terbuka
Gading Serpong yang dikembangkan secara kolaboratif juga terus membuka akses agar semakin terbuka.
Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur mengatakan, perusahaan membangun jalan baru yang menghubungkan Gading Serpong ke BSD City.
Akses yang menghubungkan dua kawasan ini akan melalui Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan terhubung ke kawasan sisi utara BSD City di Jalan BSD Bulevar Utara-Jalan Raya Pagedangan, tidak jauh dari Gerbang Tol BSD Barat di Tol Serang-Balaraja.
"Rencananya, akses tembus Gading Serpong-BSD City ini akan rampung pada akhir 2024," ujar Albert.
Sementara, untuk meningkatkan aspek keamanan di sekitar kawasan, pada tahun 2023
telah dibangun Command Center sebagai pusat kendali dengan platform keamanan yang terintegrasi.
Berlokasi di gerbang utama kawasan Symphonia, Command Center ini berfungsi sebagai sebagai pengatur lalu lintas, respons cepat, evaluasi kecelakaan, sistem informasi pengelolaan perkotaan, hingga patroli.
Guna melengkapi sebuah kawasan kota terpadu, perusahaan juga membangun sebuah menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, lapangan golf, klub rekreasi The Springs Club, taman edukasi hijau Scientia Square Park, hingga menginisiasi berdirinya Universitas Pradita.
#gading-serpong #pengembang-properti #tangerang-raya #pt-summarecon-agung-tbk-smra