Temuan NielsenIQ, Sepanjang 2024 Konsumen Indonesia Makin Hati-hati dalam Berbelanja
Laporan NielsenIQ sebut konsumen Indonesia tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian, meskipun kepercayaan diri mereka menunjukkan penurunan. Halaman all
(Kompas.com) 18/10/24 20:40 16675807
JAKARTA, KOMPAS.com - NielsenIQ (NIQ), perusahaan consumer intelligence, merilis laporan "Mid-Year Consumer Outlook: Guide to 2025". Laporan ini menyoroti kecenderungan konsumen di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam berbelanja produk dan layanan yang menjadi kebutuhan mereka.
Temuan ini disampaikan dalam The NielsenIQ Indonesia Executive Summit di Jakarta, yang mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas tren konsumen serta strategi sukses dalam menghadapi dinamika pasar.
Dena Firmayuansyah, FMCG Commercial Leader, NIQ Indonesia mengatakan, dalam laporan ini mengungkapkan bahwa konsumen Indonesia tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian, meskipun kepercayaan diri mereka menunjukkan penurunan.
Laporan menunjukkan, sebanyak 38,4 persen konsumen Indonesia merasa lebih baik tentang kondisi ekonomi dibandingkan dengan kondisi global yang tercatat di angka negatif (-2,6 persen).
"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, banyak konsumen Indonesia yang masih melihat prospek positif untuk ekonomi domestik," kata Dena melalui keterangan pers, Jumat (18/10/2024).
Sebagai informasi, proyeksi pertumbuhan perekonomian Indonesia hingga 2025 diperkirakan akan stabil, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang diharapkan tumbuh dari 5,1 persen pada 2024 menjadi 5,2 persen pada 2025.
Berdasar data BPS, pertumbuhan ini didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,5 persen dari total PDB. Meskipun inflasi mengalami penurunan, beberapa sektor seperti makanan, minuman, rokok, perawatan pribadi, dan jasa lainnya tetap mengalami kenaikan harga.
Konsumen lebih hati-hati
Dena mengatakan, meskipun ada rasa optimis, tingkat kepercayaan diri konsumen Indonesia tidak sekuat sebelumnya.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa konsumen merasa terbebani oleh kenaikan harga pangan dan ancaman kemerosotan ekonomi. Situasi ini mendorong mereka untuk lebih berhati-hati dan strategis dalam pengeluaran.
Laporan mencatat bahwa 83 persen konsumen secara aktif mencari sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utama, sementara 23 persen menyatakan akan menambah utang untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mereka.
Selanjutnya, lantaran terdesak oleh kebutuhan dan tantangan ekonomi, konsumen Indonesia tetap membelanjakan uang untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods/FMCG) meskipun harga terus meningkat.
Namun, perilaku belanja mereka mengalami perubahan. Konsumen kini menjadi lebih eksperimental dalam memilih produk, mencari pengalaman yang lebih baik dari barang-barang yang mereka beli. Selain itu, mereka juga menjadi lebih selektif terhadap pilihan brand.
“Sangat penting bagi industri untuk terus memantau perilaku belanja konsumen, terutama ketika PDB tumbuh lebih tinggi dari inflasi, namun tingkat keyakinan konsumen menurun. Ini menandakan adanya ketidakpastian yang mendasari tentang masa depan," kata Dena.
"Meskipun pengeluaran mungkin akan terus berlanjut, konsumen bisa jadi ragu dalam membuat komitmen keuangan jangka panjang. Mereka mungkin akan lebih memilih produk-produk yang diskon untuk menghemat pengeluaran,” lanjutnya.
“Memahami perilaku konsumen adalah kunci untuk membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif.”
DOK. NielsenIQ NielsenIQ (NIQ), perusahaan consumer intelligence, merilis laporan Mid-Year Consumer Outlook: Guide to 2025Strategi menuju 2025
Menghadapi tantangan ini, industri diharapkan dapat beradaptasi secara strategis untuk mempertahankan daya saing.
“Industri perlu menyeimbangkan antara harga yang terjangkau dan nilai yang diberikan, serta memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen dan menawarkan pengalaman belanja yang lebih dipersonalisasi,” ujar Bramantiyoko Sasmito, Analytic Leader di NIQ Indonesia.
Sebagai bagian dari laporan ini, The NielsenIQ Indonesia Executive Summit juga mengakui terobosan di industri melalui NIQ BASES Breakthrough Innovation Award, yang memberikan penghargaan kepada produk-produk baru terbaik yang berhasil melakukan inovasi.
Sebagai informasi tambahan, Mid-Year Consumer Outlook 2024 NIQ menyajikan penilaian analitik tentang kondisi konsumen, berdasarkan jejak global solusi intelijen konsumen dan masukan oleh lebih dari 17.000 konsumen online di 23 negara.
Tujuannya, agar lebih memahami pemikiran mereka saat ini tentang lingkungan ekonomi dan apa saja yang mereka beli serta alasannya. Survei NIQ ini dilakukan sejak Juni sampai Juli 2024.