Wali Kota Depok Sebut Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg Bantah Anggapan Margonda-sentris
Mohammad Idris mengeklaim, reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg menunjukakn pembangunan di Depok tidak hanya terkonsentrasi di Jalan Margonda Raya Halaman all
(Kompas.com) 19/10/24 13:28 16697260
BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota DepokMohammad Idris mengeklaim, peresmian reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg merupakan bukti bahwa ada pemerataan di Depok dan pembangunan tidak hanya dikerjakan di kawasan Jalan Margonda Raya.
Stasiun Pondok Rajeg yang diresmikan ini lokasinya berada di antara perbatasan Kecamatan Cilodong, Kota Depok, dan Cibinong, Kabupaten Bogor.
“Untuk kami, dalam pemerataan pembangunan di wilayah-wilayah yang memang selama ini mungkin orang mengisukan Margonda-sentris, tapi ini sudah terjawab, dijawab langsung oleh Pak Menteri,” ujar Idris di Stasiun Pondok Rajeg, Sabtu (19/10/2024).
Idris juga mengeklaim bahwa pembangunan Stasiun Pondok Rajeg ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Kota Depok.
“Bahwa pembangunan di Kota Depok ini sudah sampai di daerah-daerah perbatasan,” kata dia.
Di samping itu, Idris juga menyinggung soal konsep zero waste dalam menjaga Stasiun Pondok Rajeg.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Depok mendapatkan jatah sampah sebesar 30 ton untuk dapat dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Nambo, Bogor.
“Karena memang Nambo itu TPA-nya sudah beroperasi, Alhamdulillah kita Kota Depok dapat jatah per harinya 30 ton. Bisa mengangkut ke Nambo, tapi mengangkatnya tidak dengan kereta, dengan truk khusus ke sana,” ujar Idris.
Setelah diresmikan pada hari ini, Stasiun Pondok Rajeg langsung melayani perjalanan KRL Commuter Line rute Stasiun Nambo-Stasiun Jakarta Kota dengan frekuensi kedatangan kereta sekitar satu jam sekali.
Stasiun yang pembangunannya menelan anggaran Rp 27,9 miliar ini diklaim mampu menampung dan melayani 5.000 orang penumpang per hari.
#depok #wali-kota-depok #jalan-margonda-raya #mohammad-idris #krl-commuter-line #margonda-sentris #stasiun-pondok-rajeg