Resmi Jadi Presiden, Prabowo Didorong Prioritaskan BBM Rendah Sulfur Halaman all

Resmi Jadi Presiden, Prabowo Didorong Prioritaskan BBM Rendah Sulfur Halaman all

Berdasarkan laporan Clean Air Asia tahun 2024, kualitas BBM di Indonesia masih menjadi yang terburuk di kawasan Asia Tenggara. Halaman all

(Kompas.com) 20/10/24 11:54 16741884

JAKARTA, KOMPAS.com - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024) hari ini.

Seiring dengan momentum pelantikan Prabowo dan Gibran tersebut, sejumlah harapan muncul bagi pemerintahan baru, salah satunya terkait penguatan upaya mengatasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas "kotor".

Berdasarkan laporan Clean Air Asia tahun 2024, kualitas BBM di Indonesia masih menjadi yang terburuk di kawasan Asia Tenggara dan memicu masalah polusi udara.

PIXABAY/IADE-MICHOKO Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).

Oleh karenanya, dalam upaya meningkatkan kualitas udara dan memenuhi standar lingkungan internasional, penggunaan BBM rendah sulfur dinilai menjadi salah satu kebijakan strategis yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan baru.

Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Fajri Fadhillah mengatakan, perbaikan kualitas bahan bakar kendaraan bermotor akan berdampak signifikan dalam menurunkan tingkat polusi udara.

"Perbaikan kualitas bahan bakar kendaraan bermotor akan berpengaruh pada pengurangan emisi dan akhirnya pada perbaikan kualitas udara perkotaan," kata dia, dalam keterangannya, Minggu (20/10/2024).

"Selain tentunya juga yang utama adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat luas khususnya warga miskin kota," sambungnya.

Untuk itu, Fajri berharap agar pemerintahan Prabowo-Gibran lebih tegas dalam menjalankan kebijakan yang dapat mencegah subsidi BBM dinikmati oleh orang-orang kaya, serta memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan kualitas BBM.

"Sehingga, biaya subsidi yang tidak tepat sasaran tadi benar-benar bisa disalurkan untuk kebutuhan perbaikan produksi BBM rendah sulfur. Di sini ujian pengaruh konflik kepentingan dari pemerintahan Prabowo-Gibran bakal diuji,” tuturnya.

Partisipasi publik juga dinilai penting dalam menyusun kebijakan lingkungan, termasuk untuk BBM rendah sulfur.

Menurut Fajri, justifikasi ilmiah terkait manfaat BBM rendah sulfur sudah tersedia, tetapi yang perlu ditunggu adalah apakah pemerintahan baru dapat membuka ruang partisipasi bagi masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Puji Lestari juga menyampaikan harapannya terhadap pemerintahan baru untuk mendukung penggunaan BBM rendah sulfur sebagai salah satu solusi penanganan polusi udara.

"Sudah saatnya Indonesia sesegera mungkin menerapkan BBM rendah sulfur," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui, penggunaan BBM dengan sulfur tinggi menjadi salah satu penyumbang emisi, maka mengganti dengan BBM yang rendah sulfur menjadi sebuah keharusan agar kualitas udara tidak bertambah buruk.

"BBM rendah sulfur adalah sebuah kebutuhan. Karena kita semua tahu kualitas udara kita saat ini kurang bagus dan salah satu penyebabnya adalah BBM kita yang mengandung sulfur yang tinggi," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (Biro Klik) Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, dalam keterangannya, Jumat (4/10/2024).

#bbm #polusi-udara #transportasi-publik #bbm-rendah-sulfur #pelantikan-prabowo #kualitas-bbm

https://money.kompas.com/read/2024/10/20/115410026/resmi-jadi-presiden-prabowo-didorong-prioritaskan-bbm-rendah-sulfur?page=all&utm_source=Google&utm_medium=Newstand&utm_campaign=partner