Profil dan Kekayaan Menko PMK Pratikno di Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Pratikno menjadi Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Kabinet Merah Putih. Halaman all
(Kompas.com) 20/10/24 22:28 16755862
JAKARTA, KOMPAS.com - Profil Pratikno menjadi sorotan setelah ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) oleh Presiden Republik Indonesia 2024-2029 Prabowo Subianto.
Pengumuman anggota Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Pratikno lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962. Sebelum merambah dunia pemerintahan sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2024, Pratikno terlebih dahulu dikenal sebagai akademisi terkemuka.
Ia mengawali kiprahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), institusi pendidikan tinggi yang menjadi fondasi kuat kariernya.
Pratikno memulai karier akademiknya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM pada 2001 sampai 2004.
Kemudian, ia melanjutkan kiprahnya dengan menjadi Dekan FISIP UGM dari tahun 2008 hingga 2012. Karier puncaknya di dunia akademis terjadi ketika ia terpilih sebagai Rektor ke-14 UGM pada 2012, menjadikan dirinya salah satu tokoh sentral dalam pengembangan UGM sebagai universitas berkelas dunia.
Namun, dunia akademis bukan satu-satunya jalan yang ditempuh Pratikno. Pada 2014, ia dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menduduki kursi Menteri Sekretaris Negara.
Sejak itu, Pratikno melayani dua periode berturut-turut, yakni dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019, dan kembali dipercaya untuk periode kedua mulai 23 Oktober 2019 hingga kini, 2024.
Sebagai Mensesneg, Pratikno memainkan peran penting dalam menjembatani komunikasi antara Presiden dan lembaga-lembaga negara lainnya, memastikan jalannya roda pemerintahan tetap efektif.
Pratikno juga terlibat aktif dalam sejumlah kegiatan strategis sebelum terjun ke kabinet.
Pada Pemilu 2009, ia bahkan didaulat menjadi moderator dalam debat calon presiden, menunjukkan kapasitasnya yang tak hanya akademis, namun juga memiliki kecakapan dalam dinamika politik nasional.
Tidak hanya itu, Pratikno juga pernah terlibat dalam tim seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, memperkuat komitmennya terhadap demokrasi dan pemilu yang adil di Indonesia.
Harta kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 28 Maret 2024, kekayaan Pratikno tercatat mencapai Rp 15.055.974.417.
Harta kekayaannya terbagi dalam beberapa kategori utama.
Tanah dan bangunan menjadi aset terbesar yang dimilikinya dengan total nilai Rp 7.364.096.250.
Di sektor alat transportasi dan mesin, Pratikno memiliki tiga kendaraan dengan total nilai Rp 840.000.000, termasuk Toyota Yaris Hatchback keluaran 2010, dan Suzuki Jimny SUV keluaran 2020 yang bernilai Rp 425.000.000.
Selain aset fisik, Pratikno juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 387.048.100 serta surat berharga senilai Rp 426.307.930.
Ia juga memiliki kas dan setara kas yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp 7.070.732.376.
Pratikno juga memiliki utang yang mencapai Rp 1.331.767.570.