Ketum IKA UPI Sebut Kementerian Pendidikan Lebih Menjanjikan
Ketum IKA UPI Enggartiasto Lukita menilai postur Kabinet Merah Putih yang baru diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto lebih menjanjikan. - Halaman all
(InvestorID) 21/10/24 13:41 16786963
BANDUNG, investor.id – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (Ketum IKA UPI) Enggartiasto Lukita menilai postur Kabinet Merah Putih yang baru diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto lebih menjanjikan. Ia menilai kabinet ini dapat membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Secara khusus, pemekaran kementerian bidang pendidikan menjadi tiga kementerian diyakini akan menajamkan sasaran sekaligus mempercepat pencapaian program prioritas bidang pendidikan.
Berbeda dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II, Kabinet Merah Putih membagi rumpun pendidikan dan kebudayaan. Sebelumnya seluruhnya berada dalam satu kementerian, namun kini menjadi tiga kementerian.
Pada Kabinet Merah Putih, tiga kementerian tersebut meliputi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Kebudayaan. Setiap menteri didampingi masing-masing dua wakil menteri dan satu wakil menteri.
"Atas nama IKA UPI dan segenap alumni, kami mengucapkan selamat atas dilantiknya para menteri pada Kabinet Merah Putih oleh Bapak Presiden Prabowo. Secara khusus kami mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami percaya di tangan Bapak-bapak, pendidikan Indonesia akan lebih maju," papar Enggar, sapaan Enggartiasto, tak lama seusai pelantikan menteri Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024).
Enggar optimistis perubahan nomenklatur kementerian pendidikan mampu menjadi daya ungkit baru kemajuam pendidikan di tanah air. Selain lebih tajam karena setiap kementerian memiliki tugas dan fungsi lebih spesifik, profil menteri dan wakil menteri bidang pendidikan memiliki rekam jejak mumpuni sebagai pengelelola lembaga pendidikan.
"Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Beliau merupakan arsitek kemandirian universitas melalui kebijakan badan hukum pendidikan. Juga dikenal dunia internasional sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) periode 2018-2023. Siapa yang meragukan kapasitas beliau? Saya kira ini lebih menjanjikan," jelasnya.
"Profesor Abdul Mu\'ti tak kalah menjanjikan. Sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, beliau sangat paham mengelola pendidikan. Dengan lebih dari 5.000 sekolah atau madrasah yang dikelola Muhammadiyah, kapasitasnya sangat meyakinkan," tambah Enggar
Melihat empat wakil menteri yang akan mendampingi dua menteri pendidikan, ia makin yakin selama lima tahun ke depan akan ada perubahan ke arah yang lebih baik lagi.
Adapun Fajar Riza Ulhaq dan Atip Latipulhayat yang didapuk sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan dua intelektual dari dua organisasi masyarakat keagamaan yang sama-sama memiliki basis pengelolaan pendidikan.
Fauzan dan Stella Christie yang dipercaya sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi memiliki rekam jejak mentereng di dunia pendidikan tinggi. Fauzan merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2005-2012. Meski tak banyak terdengar di Tanah Air, Stella Christie merupakan akademisi bidang cognitive science sekaligus guru besar Tsinghua University China.
Titip Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru
Sebagai ketua organisasi alumni perguruan tinggi kependidikan, secara khusus Enggar berpesan agar dua kementerian pendidikan memberikan perhatian lebih kepada guru. Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi hendaknya mampu menyusun formulasi pendidikan guru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital.
"Sekarang ini tidak ada bedanya antara lulusan prodi kependidikan dan nonkependidikan. Untuk jadi guru sama-sama harus mengikuti pendidikan profesi guru (PPG). Kami mendesak agar pendidikan guru dikembalikan pada perintah undang-undang bahwa pemerintah berkewajiban memgembangkan sistem pendidikan guru ikatan dinas berasrama di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) untuk menjamin efisiensi dan mutu pendidikan. Sekarang LPTK saja tidak jelas \'kelaminnya\' karena siapapun bisa jadi guru tanpa harus belajar di LPTK," tegas Enggar.
Lebih lanjut Enggar menyampaikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus mampu memetakan potensi guru di daerah. Dengan demikian, akan terwujud pemerataan guru untuk setiap wilayah. Pemerataan ini dalam artian sebaran jumlah guru, maupun kualitas dan kesejahteraan guru.
"Kami atas nama alumni UPI berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan guru ASN. Kami berharap pada periode kemimpinan pemeritah sekarang bisa memberikan perhatian kepada kesejahteraan guru honorer. Kami masih terus mendapat laporan bahwa sampai hari ini masih banyak guru yang hanya digaji Rp 500 ribu per bulan. Ini miris sekali," sebut Enggar.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #enggartiasto-lukita #ika-upi #kementerian-pendidikan #kabinet-merah-putih #kabinet-merah-putih-prabowo #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/national/377389/ketum-ika-upi-sebut-kementerian-pendidikan-lebih-menjanjikan