Perjalanan Empat Tahun Juwariyah Menuju Hunian Layak
Penantian panjang Juwariyah selama empat tahun untuk mendapatkan rumah layak huni akhirnya terwujud. Halaman all
(Kompas.com) 22/10/24 16:01 16836755
BOGOR, KOMPAS.com – Penantian panjang Juwariyah (50) selama empat tahun untuk mendapatkan rumah layak huni akhirnya terwujud. Warga Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, itu mengaku bahwa dirinya kini bisa bernapas lega.
Hal ini terwujud berkat Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang difasilitasi Pemerintah Kota Bogor.
Kondisi rumah Juwariyah sebelumnya sangat jauh dari kata nyaman. Berlokasi di pinggiran kota, rumahnya dibangun dari bahan-bahan seadanya --dengan tembok kayu yang rapuh dan lantai tanah.
"Kalau dulu buang air pasti ke sungai di belakang rumah," kata Juwariyah saat ditemui, Selasa (22/10/2024).
Sungai itu, kata Juwariyah, selain tempat bermain anak-anak kampung, juga menjadi tempat pembuangan limbah sehari-hari bagi warga yang belum memiliki septic tank.
Selama bertahun-tahun, Juwariyah dan keluarganya hidup dalam keterbatasan fasilitas dasar. Hingga pada 2020, sang suami mendaftar dalam program perbaikan rumah dari Pemkot Bogor, dengan harapan mendapatkan kamar mandi lengkap dan septic tank. Namun, waktu terus berlalu tanpa kepastian.
Baru pada September 2024, kabar baik itu datang. Rumah Juwariyah terpilih sebagai salah satu yang akan direnovasi melalui program RTLH.
“Akhirnya dipilih, pembangunan 20 hari, tapi tukang yang membangun diberi waktu 10 hari. Jadi bapak sama menantu yang meneruskan,” ujar Juwariyah.
Kini, rumah Juwariyah berubah drastis. Tembok kayu rapuh digantikan dengan bata merah yang kokoh, sebagian sudah diplester, memberikan perlindungan lebih baik dari hujan dan angin.
"Alhamdulillah, sekarang rumahnya sudah lebih bagus, temboknya tidak lagi kayu yang mudah lapuk," tambahnya.
Perubahan lain yang dirasakan adalah adanya sekat-sekat antar kamar, yang terbuat dari papan triplek, memberikan privasi bagi setiap anggota keluarga.
Namun, yang paling disyukuri Juwariyah adalah kamar mandi dan septic tank baru yang kini melengkapi rumah mereka. Keluarganya tidak perlu lagi ke sungai untuk keperluan mandi atau buang air.
"Alhamdulillah sekarang bisa mandi dan buang air besar di rumah, tidak perlu lagi ke sungai," ujarnya penuh syukur.
Juwariyah adalah salah satu dari 41 warga yang menerima bantuan renovasi melalui program RTLH. Menurut Lurah Mekarwangi, Muhammad Nur, bantuan ini diberikan untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, dengan nilai bantuan maksimal mencapai Rp 17 juta.
“Dari 41 rumah, ada yang rusak ringan, mungkin nilainya di bawah Rp 10 juta, di atas itu maksimum sampai Rp 17 juta,” jelas Nur.
#renovasi-rumah #kota-bogor #hunian-layak #bantuan-renovasi-rumah #bantuan-renovasi-rumah-gratis