Target Saham PGN (PGAS) di Bawah Harga Pasar
Target harga saham PGN (PGAS) atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk berada di bawah harga pasar. Simak juga rekomendasi terbaru saham PGAS. - Halaman all
(InvestorID) 22/10/24 13:32 16838678
JAKARTA, investor.id – RHB Sekuritas baru saja mengunjungi salah satu jaringan pipa transmisi gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, yang membentang dari Cirebon ke Semarang (CISEM-1). Broker efek itu mengamati perkembangan pipa yang menghubungkan pasokan gas dari Jambaran Tiung Biru (JTB) ke kawasan industri Batang dan Kendal.
“Kami juga bertemu dengan manajemen kunci PGN (PGAS) untuk mempelajari rencana peggantian penurunan pasokan gas dalam pipa dengan LNG,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Pipa gas Cirebon-Semarang merupakan satu dari dua proyek pengembangan pipa gas PGN yang diantisipasi, bersama dengan pipa Dumai-Sei Mangke (Dusem). Pipa gas CISEM-1 telah beroperasi sejak Agustus 2023 dan akan memasuki fase 2 operasinya, yaitu memperpanjang pipa ke pengguna gas di Jawa Barat. Sedangkan fase 2 dijadwalkan selesai pada awal 2026.
Pipa transmisi CISEM-1 memiliki panjang 62 km dengan kapasitas 116 mmscfpd, yang dioperasikan oleh Pertagas, mengalirkan gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru ke fasilitas penerima di darat (ORF) di Tambak Rejo, Semarang. Kemudian, mengalir ke kawasan industri Kendal dan Batang.
“Per Agustus, CISEM-1 mengalirkan 0,73 mmscfpd gas ke Kendal dan 0,92 mmscfpd gas ke Batang. Biaya transmisi ditetapkan sebesar US$ 0,31/mmbtu,” sebut RHB.
RHB juga bertemu dengan manajemen emiten berkode saham PGAS tersebut, termasuk direktur utama Arief Setiawan Handoko dan direktur komersial Ratih Esti Prihatini. RHB melontarkan pertanyaan soal bagaimana tanggapan pelanggan gas PGAS terhadap rencana penggantian pipa gas dengan LNG.
Menurut manajemen PGAS, dari sosialisasi dan pertemuan dengan pelanggan, tanggapannya beragam. Tetapi, pelanggan memahami bahwa hal itu tidak dapat dihindari mengingat pasokan gas dari hulu yang makin turun.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Meski beberapa industri berupaya langsung mengimpor LNG dari luar negeri, PGAS yakin bahwa memiliki infrastruktur gas yang memadai sangat penting untuk memanfaatkan LNG sepenuhnya. Terlepas dari campuran pasokan gas yang baru, manajemen menargetkan untuk mempertahankan selisih distribusi gas sebesar US$ 1,7-1,8/mmbtu.
“Tidak ada alternatif untuk menggantikan pasokan gas – pada harga US$ 14/mmbtu, LNG masih lebih murah daripada diesel,” ungkap RHB.
Pada semester I-2024, harga rata-rata gas PGAS sebesar US$ 7,78/mmbtu atau 77% lebih murah dibandingkan diesel kecepatan tinggi yang mencapai US$ 33,5/mmbtu. Karena itu, memanfaatkan LNG masih akan lebih hemat biaya dibandingkan alternatif lainnya.
“Dengan PGAS yang mempertahankan selisih margin sebesar US$ 1,8/mmbtu dan biaya LNG sebesar US$ 12/mmbtu, harga jual gas untuk pengguna gas non-spesial bisa mencapai US$ 14/mmbtu (ditambah biaya regasifikasi), yang 58% lebih rendah dibandingkan harga diesel kecepatan tinggi,” jelas RHB.
RHB mempertahankan rekomendasi netral untuk saham PGN (PGAS) dengan target harga Rp 1.440. Adapun potensi yield dividen 2024 sebesar 8%.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham PGAS bertengger di level Rp 1.540. Dengan demikian, target harga PGAS yang sebesar Rp 1.440 berada di bawah harga pasar.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pgas #pgn #saham-pgas #harga-gas #rekomendasi-saham #rhb #perusahaan-gas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377516/target-saham-pgn-pgas-di-bawah-harga-pasar