Petani karet di Desa Pagar Dewa, Sumsel, kini dapat meningkatkan hasil produksi melalui program Sister Dewa dari PGN, yang mendukung peremajaan kebun karet. [530] url asal
Petani karet di Desa Pagar Dewa, Sumatera Selatan, kini bisa meningkatkan hasil produksinya. Caranya ialah dengan melakukan peremajaan kebun karet yang sudah tidak produksi, dengan didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk - Stasiun Kompresor Gas Pagardewa.
Dalam mendorong produksi petani karet di sana, PGN menghadirkan Sistem Tanam Terpadu Pagar Dewa (Sister Dewa). Sister Dewa ini hadir bersama program Inovasi Sosial Pesona Tani Dewa atau Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagar Dewa.
Sister Dewa bertujuan untuk mendukung petani karet dalam melakukan peremajaan kebun karet yang sudah tidak produktif, sekaligus membantu mereka mengatasi berbagai tantangan yang kerap dihadapi, seperti sulitnya mendapatkan bibit unggul, akses terhadap pupuk yang terjangkau, rendahnya pendapatan petani karet, dan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"Melalui Sister Dewa, petani karet di Desa Pagar Dewa dapat lebih percaya diri untuk melakukan peremajaan tanaman tanpa khawatir akan kesulitan ekonomi yang mengiringi proses tersebut," kata Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman dalam keterangan resmi, Sabtu (2/11/2024).
Desa Pagar Dewa yang sebagian besar penduduknya adalah petani karet menghadapi masalah besar dalam proses peremajaan karet. Proses itu memakan waktu hingga 6-7 tahun sebelum pohon dapat kembali menghasilkan getah. Selama periode tersebut, petani yang bergantung pada pendapatan dari karet seringkali kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak jarang, para petani terpaksa mencari pinjaman dengan skema pembayaran yang tidak menguntungkan atau bahkan terikat dengan tengkulak saat peremajaan ini dilaksanakan.
Melalui "Sister Dewa", PGN berusaha mengubah pola lama ini dengan memperkenalkan metode peremajaan terpadu. Dengan dukungan Koperasi Padetra Artomulyo, petani karet kini mendapatkan akses pada sejumlah fasilitas pendukung, seperti "Dewa Pupuk" yang menyediakan pupuk cair untuk mempercepat pertumbuhan karet, "Dewa Kompos" yang memperbaiki struktur tanah, dan "Dewa Bibit" yang menyediakan bibit unggul berkualitas.
Koperasi juga memberikan alternatif sumber pendapatan bagi para petani selama masa replanting. Melalui program "Akal Aren", petani dapat mengakses modal kerja yang pembayarannya dapat ditangguhkan hingga pasca panen, sehingga kebutuhan finansial selama masa peremajaan dapat terpenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada hasil panen karet.
Sister Dewa ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan para petani karet dalam jangka panjang, tetapi juga berupaya membangun kemandirian ekonomi bagi mereka. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan optimalisasi sumber daya lokal, petani karet di Pagar Dewa diharapkan dapat lepas dari jeratan skema pendapatan tunggal dan membuka peluang untuk kesejahteraan yang lebih baik.
Ade Nandang selaku Ketua Koperasi Padetra Arto Mulyo yang juga merupakan salah satu petani karet Desa Pagar Dewa menuturkan bahwa manfaat dari Sister Dewa sangat ia rasakan, terutama ketika hendak melakukan peremajaan. Ia menjadi lebih berani dan tidak khawatir lagi ketika hendak melakukan peremajaan karet.
"Selama ini kami selalu bergantung ke hasil karet, tapi kalau pohon-pohon sudah tua dan tidak produktif, penghasilan pun ikut turun. Berkat Sister Dewa, kami diberi akses ke bibit unggul dan pupuk yang terjangkau. Selain itu, kami juga diberikan peluang pendapatan tambahan dengan bisa pinjaman yang dibayar pasca panen, jadi tidak perlu khawatir lagi selama masa peremajaan karet," ungkap Ade.
"Program Sister Dewa adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesejahteraan petani karet dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah Pagar Dewa. Mudah-mudahan Sister Dewa yang kami hadirkan dapat mendukung petani karet untuk melakukan replanting, sehingga keberlanjutan perkebunan karet di wilayah operasional kami dapat terjaga," pungkas Fajriyah.
Target harga saham PGN (PGAS) atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk berada di bawah harga pasar. Simak juga rekomendasi terbaru saham PGAS. - Halaman all [527] url asal
JAKARTA, investor.id – RHB Sekuritas baru saja mengunjungi salah satu jaringan pipa transmisi gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, yang membentang dari Cirebon ke Semarang (CISEM-1). Broker efek itu mengamati perkembangan pipa yang menghubungkan pasokan gas dari Jambaran Tiung Biru (JTB) ke kawasan industri Batang dan Kendal.
“Kami juga bertemu dengan manajemen kunci PGN (PGAS) untuk mempelajari rencana peggantian penurunan pasokan gas dalam pipa dengan LNG,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Pipa gas Cirebon-Semarang merupakan satu dari dua proyek pengembangan pipa gas PGN yang diantisipasi, bersama dengan pipa Dumai-Sei Mangke (Dusem). Pipa gas CISEM-1 telah beroperasi sejak Agustus 2023 dan akan memasuki fase 2 operasinya, yaitu memperpanjang pipa ke pengguna gas di Jawa Barat. Sedangkan fase 2 dijadwalkan selesai pada awal 2026.
Pipa transmisi CISEM-1 memiliki panjang 62 km dengan kapasitas 116 mmscfpd, yang dioperasikan oleh Pertagas, mengalirkan gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru ke fasilitas penerima di darat (ORF) di Tambak Rejo, Semarang. Kemudian, mengalir ke kawasan industri Kendal dan Batang.
“Per Agustus, CISEM-1 mengalirkan 0,73 mmscfpd gas ke Kendal dan 0,92 mmscfpd gas ke Batang. Biaya transmisi ditetapkan sebesar US$ 0,31/mmbtu,” sebut RHB.
RHB juga bertemu dengan manajemen emiten berkode saham PGAS tersebut, termasuk direktur utama Arief Setiawan Handoko dan direktur komersial Ratih Esti Prihatini. RHB melontarkan pertanyaan soal bagaimana tanggapan pelanggan gas PGAS terhadap rencana penggantian pipa gas dengan LNG.
Menurut manajemen PGAS, dari sosialisasi dan pertemuan dengan pelanggan, tanggapannya beragam. Tetapi, pelanggan memahami bahwa hal itu tidak dapat dihindari mengingat pasokan gas dari hulu yang makin turun.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Meski beberapa industri berupaya langsung mengimpor LNG dari luar negeri, PGAS yakin bahwa memiliki infrastruktur gas yang memadai sangat penting untuk memanfaatkan LNG sepenuhnya. Terlepas dari campuran pasokan gas yang baru, manajemen menargetkan untuk mempertahankan selisih distribusi gas sebesar US$ 1,7-1,8/mmbtu.
“Tidak ada alternatif untuk menggantikan pasokan gas – pada harga US$ 14/mmbtu, LNG masih lebih murah daripada diesel,” ungkap RHB.
Pada semester I-2024, harga rata-rata gas PGAS sebesar US$ 7,78/mmbtu atau 77% lebih murah dibandingkan diesel kecepatan tinggi yang mencapai US$ 33,5/mmbtu. Karena itu, memanfaatkan LNG masih akan lebih hemat biaya dibandingkan alternatif lainnya.
“Dengan PGAS yang mempertahankan selisih margin sebesar US$ 1,8/mmbtu dan biaya LNG sebesar US$ 12/mmbtu, harga jual gas untuk pengguna gas non-spesial bisa mencapai US$ 14/mmbtu (ditambah biaya regasifikasi), yang 58% lebih rendah dibandingkan harga diesel kecepatan tinggi,” jelas RHB.
RHB mempertahankan rekomendasi netral untuk saham PGN (PGAS) dengan target harga Rp 1.440. Adapun potensi yield dividen 2024 sebesar 8%.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham PGAS bertengger di level Rp 1.540. Dengan demikian, target harga PGAS yang sebesar Rp 1.440 berada di bawah harga pasar.
Dalam rangka mendukung perluasan akses pasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian BUMN kembali menghadirkan Bazar UMKM untuk Indonesia bertajuk BerKRIYAsi pada Oktober 2024. Bazar ini bertujuan memberikan kesempatan kepada UMKM di sektor kriya untuk memasarkan dan meningkatkan penjualan produknya.
Selain itu, kegiatan BerKRIYAsi juga menjadi upaya untuk turut melestarikan tradisi dan seni kerajinan tangan asli Indonesia melalui produk-produk kerajinan tangan dengan sentuhan etnik yang inspiratif.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Sarinah Jakarta pada 17-20 Oktober 2024 dan Trans Studio Mall Makassar, 24-27 Oktober 2024 ini didukung oleh enam BUMN penyelenggara. Di antaranya Pegadaian, Bank BTN, Perusahaan Gas Negara, SIG, Angkasa Pura Indonesia, dan Biro Klasifikasi Indonesia.
BerKRIYAsi diikuti oleh sekitar 150 UMKM binaan BUMN, yang menampilkan berbagai ragam produk kriya unggulan. Di antaranya terdiri dari berbagai produk, utamanya kriya home decoration, aksesoris (wearables), serta berbagai produk kerajinan tangan yang inovatif dan kreatif lainnya.
Bazar produk UMKM BerKRIYAsi dibuka untuk umum sejak tanggal 17 Oktober 2024 di Lantai Dasar Sarinah Jakarta. Opening Ceremony BerKriyasi dilangsungkan pada hari Jumat (18/10) oleh Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting bersama pimpinan dari keenam BUMN Penyelenggara, Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah, serta Kepala Dinas PPUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo.
Dalam sambutannya, Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa pelaksanaan Bazar UMKM untuk Indonesia ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir serta Presiden. Arahan tersebut mengenai BUMN perlu melibatkan UMKM di dalam pengadaan barang dan jasa di BUMN.
Sepanjang tahun 2024, Kementerian BUMN telah merencanakan 12 kegiatan Bazar UMKM untuk Indonesia secara tematik di 7 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Labuan Bajo.
Sebagai rangkaian penutup, pada bulan November 2024 nanti, Bazar UMKM untuk Indonesia akan diselenggarakan di Labuan Bajo dan Jakarta. Selain itu, seluruh transaksi yang terjadi dalam Bazar UMKM untuk Indonesia dilakukan melalui Platform PaDi UMKM yang dibangun oleh Kementerian BUMN bersama BUMN sejak tahun 2020.
"Jumlah transaksi dalam delapan bazar yang telah diselenggarakan sejak awal tahun 2024, tercatat mencapai sekitar Rp95 miliar. Selain itu, berdasarkan data yang tercatat melalui PaDi UMKM, jumlah belanja produk dalam negeri BUMN sejak Januari hingga September 2024 tercatat sebanyak Rp 726,4 triliun. Sementara jumlah belanja BUMN terhadap UMKM tercatat sebanyak Rp47 triliun atau hanya sekitar 6% dari jumlah belanja PDN BUMN. Artinya ke depan masih terdapat ruang yang cukup besar bagi BUMN untuk meningkatkan belanja kepada UMKM," ujar Loto dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2024).
Selain bazar produk UMKM, BerKRIYAsi juga disemarakkan dengan beragam kegiatan lain, di antaranya creative competition, talkshow, workshop, serta beberapa acara hiburan seperti performance live music dan guest star performance.
Rangkaian kegiatan opening ceremony BerKRIYAsi turut dihadiri oleh Direksi BUMN Penyelenggara dan dimeriahkan oleh penampilan special Trio Violinist yang dibarengi oleh koreografi yang selaras. Penutupan rangkaian kegiatan BerKRIYAsi di Jakarta dilakukan pada hari Jumat (18/10) dengan penampilan bintang tamu, Juicy Lucy yang dilangsungkan pada pukul 19.00 WIB di Anjungan Sarinah.
Sementara itu, Direktur Utama Pegadaian, Latri Setiawan menyampaikan hadirnya Pegadaian dan BUMN Penyelenggara lain di sini menjadi wujud dukungan terhadap UMKM di Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong UMKM agar terus naik kelas, di samping memperkenalkan produk-produk berkualitas dari UMKM binaan.
"Masyarakat juga dapat dengan mudah bertransaksi online melalui PaDi UMKM. Kami percaya produk UMKM berpotensi besar dan kedepannya mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu. Nixon menyampaikan bahwa perseroan terus berupaya mendukung pengembangan UMKM baik melalui penyediaan pembiayaan, pembinaan, maupun wadah untuk promosi.
"Sebagai BUMN, BTN terus berkomitmen untuk memberikan dukungan yang komprehensif bagi UMKM untuk maju sehingga dapat turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nixon.
Kemudian, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Donny Arsal mengatakan SIG konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh bagi pegiat UMKM agar dapat menjalankan usaha secara profesional dengan manajerial yang baik.
Juga, mampu memaksimalkan pemasaran dan penjualan dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat naik kelas, serta terus maju dan berkembang.
"Melibatkan UMKM dalam berbagai pameran penting untuk menambah pengalaman dan memperluas jaringan pemasaran produknya, sehingga ke depan membuat produk UMKM mampu bersaing di level nasional bahkan global, serta berkontribusi dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia," kata Donny Arsal.
Sedangkan Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia, Achmad Syahir mengatakan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Indonesia.
"Kami berharap, melalui penyelenggaraan Bazar UMKM untuk Indonesia dapat memberi manfaat positif bagi para pelaku usaha UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya, serta menjadi salah satu medium untuk mendorong sektor UMKM untuk dapat naik kelas. InJourney Airports tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa bandara saja, tetapi kami berharap keberadaan kami dapat memberi manfaat kepada masyarakat umum secara luas, salah satunya adalah sektor UMKM," ujar Achmad Syahir.
Turut menambahkan, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Andry Tanudjaja mengatakan BKI selalu mendukung UMKM dalam memperluas pemasaran produk agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"BKI sebagai Lead Holding BUMN Jasa Survei berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Acara TJSL Bazar UMKM ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku UMKM. Sebagaimana juga peran dari TIC dalam memajukan pertumbuhan Perekonomian, kami percaya bahwa melalui kolaborasi dan sinergi dengan para mitra, kita dapat menciptakan peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha kecil dan menengah, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama kita dukung dan apresiasi produk-produk lokal yang penuh inovasi dan kreatifitas." Ujar Andry Tanudjaja
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengupayakan pemenuhan kebutuhan gas yang terus meningkat bagi seluruh pelanggan khususnya pada sektor industri. Hal ini dilakukan demi mengutamakan keberlanjutan industri tersebut dengan tetap mendukung pada kebijakan pemerintah yang ada.
"Beberapa tahun ke depan, gas akan memiliki peranan yang penting sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan strategi menuju NZE. Kita tahu di negara berkembang seperti Indonesia ini akan terus bertumbuh dari segala aspek seperti industri dan semacamnya, sehingga diperlukan adanya ketersediaan energi. Saat ini Indonesia menjalin komitmen dengan komunitas di dunia yang ingin merealisasikan terciptanya energi bersih, salah satunya dengan gas bumi," jelas Wiko Migantoro, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Persero dalam keterangannya di acara Customer Business Forum 2024 (CBF 2024), ditulis Kamis (17/10/2024).
Melalui forum CBF 2024, PGN menunjukkan keyakinan dan optimisme dalam memaksimalkan serapan gas yang ada di Indonesia serta membuktikan komitmennya dalam mengutamakan pelanggan demi kemajuan industri.
"Melalui forum ini PGN berharap dapat memberikan manfaat untuk pelanggan secara keseluruhan, karena dari sisi pelanggan pun pasti berharap PGN akan menjamin ketersediaan gas demi keberlanjutan industri. Maka dari itu, ke depan PGN akan merambah ke Indonesia Timur dengan melakukan investasi masif demi penyediaan LNG bersih dari hulu ke hilir Indonesia sebagai upaya meyakinkan pelanggan bahwa gas selalu tersedia," imbuh Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko.
Dalam memenuhi kebutuhan gas bumi pelanggan dan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan bisnis yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, PGN telah melakukan berbagai upaya yakni memaksimalkan serapan gas seperti serapan LNG di Jawa Barat yang sudah mencapai 60 BBTUD dimana saat ini layanan gas bumi nasional telah mengalami pergeseran portfolio pasokan yang awalnya didominasi oleh gas pipa, sekarang 60% dilayani gas pipa dan 40% dilayani melalui LNG. PGN akan terus mengupayakan ketersediaan gas melalui komunikasi aktif dengan regulator, stakeholder termasuk menggiatkan pembangunan infrastruktur untuk menjangkau pasar-pasar baru.
"Saat ini demand gas bumi terus meningkat sehingga PGN akan terus berusaha menyediakan gas pipa dengan komunikasi intensif degan pemerintah untuk mengalokasikan gas pipa pada pelanggan industri. Sedangkan sisanya akan diisi oleh supply LNG yang dipasok dari infrastruktur FSRU Lampung, Nusantara Regas, dan Aceh," tegas Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini.
Pembangunan infrastruktur juga sedang digiatkan PGN dengan tujuan gas bumi yang bersumber dari Sumatera dapat didistribusikan hingga Jawa Barat melalui pipa Dumai - Sei Mangke, SSWJ, dan pipa Cisem 2.
"PGN secara agresif mengharapkan penyerapan gas secara maksimal oleh industri untuk menjaga keberlanjutan industri salah satunya dengan LNG. Karena LNG menjadi energi pilihan dan signifikan untuk mendukung pasokan energi pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan proyeksi ketersediaan pasokan di beberapa wilayah pengembangan baru yang didominasi di offshore," ucap Ratih.
Dalam forum tersebut juga merupakan ajang diskusi dan komunikasi kedua belah pihak terkait rencana harga gas tahun 2025. Dijelaskan bahwa mekanisme yang digunakan akan tetap sama dengan tahun 2024 yang terdiri dari harga gas pipa dan harga gas regasifikasi. Tentunya harga gas regasifikasi akan bersifat dinamis, menyesuaikan dinamika harga LNG sesuai dengan formula yang ditetapkan oleh regulator dan kondisi ICP. Diharapkan dengan pemberlakuan harga gas regasifikasi yang dinamis berdasarkan formula ICP, memungkinkan pelanggan memperoleh price signal yang tepat dan harga gas yang tetap kompetitif jika dibandingkan dengan BBM.
"Harga LNG mengacu pada Indonesia Crude Price (ICP) yang ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan. Apabila kita lihat pada realisasinya, harga gas cenderung fluktuatif yang dipengaruhi oleh supply maupun faktor eksternal, sehingga harga gas dapat rendah maupun tinggi namun tetap mengacu pada ICP. Ini menjadi strategi yang kita terapkan untuk tahun 2025 hingga ke depan mengingat ketersediaan LNG yang lebih dominan dibandingkan gas pipa. Kami sangat mengharapkan sektor industri dapat terus tumbuh dan berkelanjutan," tambah Ratih.
Terakhir, beberapa hal yang menjadi komitmen PGN bagi pelanggan khususnya sektor industri yakni PGN senantiasa berupaya mendukung pemenuhan gas bumi domestik khususnya pada sektor industri sejumlah sekitar 2500 pelanggan per 2024 dan diperkirakan akan meningkat mencapai 2700-2750 pelanggan industri pada beberapa tahun ke depan. Mengingat peningkatan kebutuhan masyarakat akan gas, maka LNG akan menjadi penopang ketersediaan dan keandalan dalam distribusi gas bumi PGN.
Sebagai Subholding Gas PT Pertamina Persero, dua jalur pengembangan bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sejalan dengan Asta Cita Pemerintah 2024-2029 di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Baik itu berkaitan dengan peran strategis gas bumi sebagai energi transisi maupun energi baru terbarukan dalam rangka mewujudkan ketahanan energi menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, mengungkapkan dua jalur pengembangan bisnis PGN dimaksud terdiri atas pertama berjalan di legacy business yaitu gas bumi dan kedua adalah menuju Low Carbon Business. Seluruhnya tergabung dalam 6 program strategis yang telah ditetapkan.
"Dari 6 program strategis dimaksud, pertama adalah pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas. Tujuannya untuk konektivitas antar wilayah gas bumi dan meningkatkan akses gas bagi pengguna baru," ungkap Rosa dalam REPNAS National Conference, Senin (14/10/2024).
Peningkatan infrastruktur gas bumi ini sejalan dengan poin kedua dari Asta Cita Prabowo-Gibran yaitu swasembada energi dan ekonomi hijau. Pada upaya swasembada energi, terdapat sejumlah poin penting seperti pembangunan infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas, serta memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor.
"Gas bumi menjadi sangat penting dalam Visi Emas Indonesia 2045 karena merupakan energi paling bersih dibandingkan sumber energi fosil lainnya. Maka gas bumi juga sangat strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060," jelasnya.
Ditambah lagi, Indonesia adalah salah satu produsen gas bumi sehingga perannya akan sangat membantu keuangan negara ketika direalisasikan sebagai pengganti LPG yang notabene bersumber dari impor.
"Jargas (Jaringan Gas) untuk rumah tangga mendukung kemandirian energi. Karena kemampuan kita untuk mensupply LPG untuk kebutuhan domestik itu lebih kurang hanya 30%. Sementara kebutuhannya semakin meningkat. Apa bedanya dengan kemudian menggunakan gas bumi? Sehingga ini akan mengurangi import LPG dan memberikan penghematan devisa negara," Rosa memaparkan.
Pengembangan Jargas ini menjadi poin ketiga dari Program Strategis PGN. Adapun poin kedua adalah pembangunan Terminal Penerima LNG & LNG Hub. Sedangkan Program Strategis keempat adalah Optimalisasi Aset SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) sebab BBG tetap dibutuhkan baik untuk kendaraan pribadi maupun transportasi massal berdampingan dengan kendaraan listrik di era transisi ini.
"Artinya akan ada peranan sangat penting oleh gas bumi yang kemudian akan membentuk satu ekosistem penyediaan energi bersih," tegasnya.
Di poin kelima dan keenam dari Program Strategis PGN adalah berkaitan dengan Program Dekarbonisasi dengan Carbon Capture dan Program Energi Baru Terbarukan. "Tentu saja yang relate dengan bisnisnya PGN dan kami membuka kemitraan untuk ini," ujar Rosa.
Program Strategis PGN di jalur kedua ini sejalan dengan arah Ekonomi Hijau pada Asta Cita yaitu akselerasi rencana dekarbonisasi untuk mencapai target NZE.
"Atas peranan yang penting ini tidak mungkin dijalankan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi. Semoga kita semua akan bersama terus bergandengan tangan untuk bersama mewujudkan visi kita menuju Indonesia Emas 2045 dengan energi yang ramah lingkungan dan menumbuhkan pertumbuhan yang berkelanjutan," ucap Rosa.
Subholding gas PT Pertamina (Persero) yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat lini bisnis niaga gas dan transmisi gas berkontribusi sebesar 73 ... [530] url asal
Perusahaan melakukan sejumlah inisiatif diantaranya dengan membangun dan menambah infrastruktur gas bumi yang terintegrasi untuk mendorong perluasan segmen pengguna,
Jakarta (ANTARA) - Subholding gas PT Pertamina (Persero) yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat lini bisnis niaga gas dan transmisi gas berkontribusi sebesar 73 persen terhadap pendapatan perseroan selama semester I-2024.
Adapun, sebesar 11 persen dikontribusikan dari lini bisnis hulu (upstream) dan sebesar 16 persen sisanya adalah kontribusi dari lini bisnis lainnya.
"Kami percaya dengan terus menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal dan efisien, serta penerapan manajemen keuangan dan manajemen resiko yang prudent, perseroan akan mampu menghadapi tantangan dan peluang," ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Selama semester I-2024, perseroan mencatatkan pendapatan senilai 1,83 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau meningkat tiga persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Pada periode ini, beban pokok pendapatan meningkat satu persen (yoy) menjadi senilai 1,43 miliar dolar AS dibandingkan senilai 1,415 miliar dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya, sehingga laba kotor meningkat 11 persen (yoy) menjadi senilai 407 juta dolar AS dibandingkan senilai 368 juta dolar AS.
Kemudian, laba operasi perseroan naik tiga persen (yoy) menjadi senilai 293 juta dolar AS pada semester I-2024, dibandingkan senilai 284 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.
Perseroan mencatatkan laba bersih yang tumbuh 28 persen (yoy) menjadi senilai 187 juta dolar AS pada semester I- 2024, dibandingkan senilai 145 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.
Adapun, EBITDA perseroan tercatat senilai 578 juta miliar dolar AS yang dikontribusikan dari penurunan laba selisih kurs dan beban penyusutan, yang dikontribusikan 75 persen dari segmen niaga gas, transmisi gas dan lainnya, serta 25 persen dikontribusikan dari segmen hulu.
Selama semester I- 2024 perseroan mencatatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai 70 juta dolar AS, yang mana 44 persen penyerapan oleh segmen downstream dan lainnya, sedangkan 56 persen diserap oleh segmen hulu.
“Perusahaan melakukan sejumlah inisiatif diantaranya dengan membangun dan menambah infrastruktur gas bumi yang terintegrasi untuk mendorong perluasan segmen pengguna,” ujar Arief.
Arief menjelaskan, peningkatan penggunaan LNG tercermin dari pencapaian regasifikasi gas LNG melalui Terminal Use Agreement (TUA) FSRU Lampung, seiring dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan dan optimasi FSRU Lampung, volume penyaluran gas mencapai 65 BBTUD atau meningkat 76 persen dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2023.
“PGN akan tetap mengembangkan core business yang sudah melekat yaitu pengembangan proyek transmisi dan distribusi gas bumi. Meski begitu PGN juga akan tetap adaptif dan bertumbuh dengan sejumlah inisiatif baru seperti peningkatan bisnis LNG dengan menitikberatkan pada efisiensi serta efektivitas biaya logistik dalam penyaluran gas bumi,” ujar Arief.
Kemudian, lanjutnya, PGN akan bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan proyek infrastruktur gas bumi Cirebon-Semarang tahap II, yang akan membawa gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
Ia menjelaskan, terdapat inisiatif bisnis baru sejalan dengan pengembangan Pipa Cisem II di mana PGN akan membangun Pipa Distribusi Tegal – Cilacap dalam rangka gasifikasi Refinery Unit IV Cilacap.
“PGN bersinergi dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), proyek ini dijadwalkan dimulai pada tahun 2025 dengan volume commissioning yang dialirkan sekitar 51 MMSCFD,” ujar Arief.
Mereka melihat langsung proses ship-to-ship pemindahan komoditas LNG dari kapal pengirim ke FSRU Lampung dari BP Tangguh dengan volume 132.709 m3 LNG. [616] url asal
Upaya pemenuhan kebutuhan gas bumi di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Pasokan gas bumi konvensional melalui pipa dilengkapi penyediaannya lewat moda Compressed Natural Gas (CNG) serta Liquefied Natural Gas (LNG).
Adanya infrastruktur jaringan gas bumi yang terintegrasi dapat menjawab tingginya permintaan dari berbagai sektor pengguna dengan tersedianya alokasi pasokan yang dapat dikonsumsi pasar domestik.
Dalam mengelola infrastruktur tersebut diperlukan kompetensi dan proses yang sangat kompleks agar kenyamanan pelanggan selama 24 jam setiap harinya senantiasa terjaga dengan baik dan aman. Untuk memberikan pemahaman akan upaya PGN mengelola kehandalan pasokan serta layanan ke pelanggan, pada 20-21 Agustus 2024, PGN mengundang perwakilan asosiasi industri di Indonesia yang merupakan pelanggan aktif saat ini untuk berkunjung ke salah satu fasilitas beyond pipeline PGN.
Para perwakilan forum industri dan asosiasi pelanggan ini diundang ke Terminal LNG Floating Storage Regasification Unit Lampung (FSRU Lampung) yang berlokasi di Laut Jawa dan melihat langsung proses ship-to-ship pemindahan komoditas LNG dari kapal pengirim ke FSRU Lampung yang berasal dari BP Tangguh dengan volume 132.709 m3 LNG. Selain itu para peserta juga melakukan diskusi terkait kegiatan pengoperasian FSRU serta mendapatkan edukasi terkait rantai bisnis LNG.
Adapun dalam kesempatan ini PGN mengundang pihak dari Forum Industri Pengguna Gas Bumi berbagai perwakilan dari: 1. Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia 2. Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia 3. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia 4. Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia 5. Indonesia Rubber Glove Manufacturer Association 6. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia 7. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia 8. Asosiasi Produsen Oleochemichal Indonesia 9. Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman
Seluruh perkumpulan ini merupakan pemangku kepentingan yang mewakili berbagai sektor industri yang memanfaatkan gas bumi PGN dari dan pada kunjungan ini juga mengundang Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten.
"Kunjungan ini untuk mengenalkan proses bisnis usaha kami kepada para rekan pelanggan dan upaya PGN dalam mengedukasi kompleksitas peran PGN dalam menjalankan layanan serta senantiasa memberikan upaya terbaik dalam menjmain kehandalan menjalankan operasinya," ujar Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatinidalam keterangan tertulis, Jumat (23/8/2024).
Selain itu kunjungan tersebut juga untuk membina komunikasi dan hubungan baik yang berkelanjutan antara PGN dengan para pelanggannya dalam melaksanakan komitmen bisnis yang telah berlangsung.
Penyelenggaraan ini mendapatkan respons positif dari peserta yang menghadirinya. "Rangkaian acara yang bagus dan kunjungan FSRU Lampung PGN memberikan wawasan kepada konsumen mengenai pendistribusian LNG dari hulu," ujar Rudy Ramadhan perwakilan Indonesia Rubber Glove Manufacturer Association.
Merupakan misi PGN untuk menyediakan energi berbasis gas yang memberi nilai tambah bagi seluruh pelanggan dan mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Untuk itu partisipasi para pelanggan dalam bisnis kami merupakan andil besar yang dapat mendorong pertumbuhan PGN. Sehingga pada akhirnya seluruh sektor industri yang berada dalam rantai gas bumi dapat tumbuh bersama dan menyokong target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan banyak pihak.