Program Kemitraan Tembakau Berhasil Topang Perekonomian Masyarakat di Wonogiri
Program kemitraan petani Sampoerna telah meningkatkan kualitas tembakau dan kesejahteraan petani di Wonogiri.
(Kompas.com) 23/10/24 15:41 16885282
KOMPAS.com – Kesejahteraan warga Dusun Dayu, Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), mengalami peningkatan berkat program kemitraan PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) melalui perusahaan pemasok dengan petani-petani tembakau di sana.
Bahkan, peningkatan yang dirasakan tak sebatas dari aspek ekonomi saja. Warga yang bergabung dalam program kemitraan sejak 2014 juga menjadi lebih sejahtera dari aspek sosial. Hal ini diamini Kepala Dusun (Kadus) Dayu, Supriyono (45).
Awalnya, kata Supriyono, warga Dusun Dayu yang menjadi petani mitra hanya berjumlah tujuh orang. Kini, jumlahnya bertambah hingga lebih dari empat kali lipat. Hal ini tidak lepas dari hasil pertanian tembakau yang menjanjikan.
Warga lain yang melihat tetangganya lebih sejahtera setelah bergabung dengan program kemitraan, akhirnya mengikuti jejak untuk ikut menjadi petani mitra. Saat ini, ada 31 warga Dusun Dayu yang ikut program kemitraan petani tembakau.
"Keberadaan pertanian tembakau saat ini memang sangat menopang kehidupan masyarakat. Selain tanaman pangan (padi), tembakau menjadi andalan warga untuk menopang perekonomian," ujar Supriyono dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/10/2024).
Kesejahteraan warga yang menjadi petani mitra pemasok Sampoerna, lanjut Supriyono, biasanya semakin terlihat ketika musim panen tembakau selesai.
Para petani mitra dapat merenovasi rumah, membeli alat produksi dan kendaraan, serta memperluas lahan.
"Perubahannya banyak. Selesai panen tembakau, hampir semua petani merenovasi rumah. Ada juga yang beli tanah, sepeda motor, dan lainnya," terangnya.
Supriyono menambahkan, keberadaan program kemitraan juga meningkatkan tingkat pendidikan warga Dusun Dayu. Sebab, para petani tembakau jadi bisa membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
"Pendidikan anak lebih tinggi karena ada dana dari hasil bertani tembakau," kata Supriyono.
Serap tenaga kerja
Sejak kehadiran program kemitraan, lanjut Supriyono, lahan pertanian warganya tidak lagi dibiarkan kosong semasa musim kemarau. Pasalnya, mereka bisa menanaminya dengan tembakau.
"Alhamdulillah, sekarang terus ditanami tembakau. Selama setahun penuh, kadang sampai musim (tanam padi), tembakau masih dipetik," terangnya.
Supriyono juga menyampaikan, pertanian tembakau di bawah program kemitraan telah menyerap banyak tenaga kerja atau buruh. Bahkan, tidak sedikit petani tembakau Dusun Dayu yang mencari buruh hingga ke desa lainnya.
"(Di Dusun Dayu) semua terserap menjadi buruh pertanian tembakau. Kadang malah ambil buruh dari luar (dusun) karena perlu bantuan banyak buruh tani," katanya.
Para buruh tersebut biasanya dibutuhkan saat pengolahan tanah untuk masa tanam dan ketika masa panen tembakau tiba.
#petani-tembakau #sampoerna #kemitraan #kesejahteraan-petani