Produk Reksadana Saham Tumbuh Positif, Begini Strategi Pinnacle Investment
Data Infovesta menunjukkan kinerja reksadana saham Infovesta 90 Equity Fund Index tercatat -0,87% YTD.
(Kontan-Investasi) 23/10/24 19:57 16893589
Reporter: Nova Betriani Sinambela | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Di tengah tertekannya kinerjaindustrireksadana saham, produk reksadana saham di Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment) masih mencetak kinerja yang positif.
Per 17 Oktober 2024, reksadanaPinnacle Strategic Equity Fund mencatatkan kinerja 8.54% YTD, reksadana ETFberbasis sahamPinnacle CORE High Dividend ETF mencatat kinerja 12.3% YTD, reksadanaPinnacle Enhanced Liquid ETF mencetak kinerja 6.19% YTD, danreksadanaPinnacle FTSE Indonesia Index ETF tercatat 3.16% YTD.
Sementarapada periode yang sama,data Infovestamenunjukkankinerja reksadana saham Infovesta 90 Equity Fund Index tercatat -0,87% YTD.
CEO PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment) Guntur Putra mengatakan bahwa pihaknya mendiversifikasi portofolio di berbagai sektor dan jenis saham untuk mengurangi risiko.Selain itu, melakukan analisis secara kuantitatif dan fundamental mendalam terhadap saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan baik, serta menghindari saham yang berisiko tinggi.
"Di Pinnacle, kami menggabungkan strategi kuantitatif dan fundamental dalam mengkonstruksi portfolio investasi dan mengedepankan manajemen risiko yang terukur," ucapnya kepada KONTAN, Rabu (23/10).
Adapun reksadana saham Pinnacle Strategic Equity Fund adalah reksadana aktif yang menggunakan strategi investasi berbasis data dan machine learning sejak 2015. Fokusnya bukan pada sektor, tetapi lebih ke nilai, kualitas, momentum, dan volatilitas.
Sedangkan untuk reksadana indeks ada Pinnacle FTSE Indonesia Index ETF. Guntur bilang reksadana indeks ini bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa index global yaitu FTSE Russell. Adapun metode yang digunakanadalah mengkonstruksi portfolio untuk index Indonesia.
Secara umum, Guntur mengatakan bahwa MI perlu menggunakan instrumen derivatif atau strategi hedging untuk melindungi nilai portofolio dari potensi penurunan, serta mengedepankan investasi pada saham dengan prospek pertumbuhan jangka panjang meskipun kondisi pasar tidak menentu.
Ke depannya ia memandang kinerja reksadana saham akan semakin membaik, didorong kebijakan dari pemerintahan baru yang Guntur yakini dapat meningkatkan kepercayaan investor.
"Proyeksireturnreksadana saham indeks dalam 12 bulan ke depan bisa tumbuh secara positif, namun ini tetap tergantung pada kondisi pasar yang terus berubah," pungkasnya.
#reksadana-saham #pinnacle-investment #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #reksadana #n-a