Sambut Positif Tim Ekonomi Prabowo, Bos BCA: Membuat Yakin Investor
Menurut Jahja, pengangkatan kembali Sri Mulyani sebagai menteri keuangan bakal menjadi sentimen positif tersendiri bagi para investor. Halaman all
(Kompas.com) 24/10/24 06:08 16919819
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, menyambut positif nama-nama menteri dan wakil menteri keuangan di Kabinet Merah Putih yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai informasi, Prabowo telah resmi melantik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta tiga orang Wakil Menteri Keuangan, yakni Suahasil Nazara, Anggito Abimanyu, dan Thomas Djiwandono.
Menurut Jahja, pengangkatan kembali Sri Mulyani sebagai menteri keuangan bakal menjadi sentimen positif tersendiri bagi para investor.
Pasalnya, Sri Mulyani merupakan sosok yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengelola keuangan negara sehingga namanya telah dikenal dan dipercaya investor.
Selain itu, Sri Mulyani juga bakal didampingi oleh sosok-sosok yang telah berpengalaman mengelola "kas negara", yakni Suahasil dan Anggito.
Thomas pun dinilai Jahja sebagai sosok yang berkapabilitas dalam mengelola perekonomian nasional. Sebab, ia merupakan anak dari Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 1993-1998, Sudradjad Djiwandono.
"Saya rasa dengan tim yang baru ini cukup membuat keyakinan dan kemantapan investor untuk tidak sembarangan take action," kata dia dalam konferensi pers hasil kinerja kuartal III-2024, Rabu (23/10/2024).
Jahja menjelaskan, investor memiliki kecenderungan untuk menjual aset portofolio investasinya, apabila pemerintahan baru menunjuk nama baru untuk mengisi posisi menteri keuangan.
Akan tetapi, dengan dipilihnya Sri Mulyai beserta tiga orang wakilnya, Jahja meyakini bahwa aksi jual itu tidak akan terjadi sebab sudah terdapat rekam jejak yang dapat menjadi pertimbangan investor.
"Jadi ini satu hal yang sangat positif di kacamata investor asing," ujar Jahja.
Jahja pun masih menantikan arah kebijakan fiskal pemerintah yang bakal tecermin dari pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meskipun APBN perdana pemerintahan Prabowo baru akan dilaksanakan pada 2025, Jahja meyakini, kebijakan-kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah akan turut mendukung kinerja industri perbankan ke depan.
"Pemerintahan baru akan men-support perbankan, yakin," ucap Jahja.