Prospek Menarik Pasar Surat Utang hingga Akhir 2024

Prospek Menarik Pasar Surat Utang hingga Akhir 2024

Prospek pasar surat utang Indonesia hingga akhir 2024 diproyeksikan masih penuh dengan peluang didorong oleh meningkatnya kebutuhan korporas - Halaman all

(InvestorID) 24/10/24 15:50 16931455

JAKARTA, investor.id – Prospek pasar surat utang Indonesia hingga akhir 2024 diproyeksikan masih penuh dengan peluang didorong oleh tingginya kebutuhan korporasi untuk menerbitkan surat kembali (refinancing). 

Kebutuhan refinancing itu, menurut Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Martin Pandiangan, berkaitan dengan nilai surat utang jatuh tempo sampai kuartal IV-2024 yang diperkirakan mencapai Rp 42,4 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan korporasi untuk melakukan refinancing masih cukup tinggi. “Jadi, peluangnya masih besar sehingga refinancing korporasi sampai akhir tahun ini memberikan prospek menarik bagi penerbitan surat utang," jelas Martin di acara Media Update Pefindo, Kamis (24/10/2024).

Sentimen lain yang membuat prospek surat utang menarik, datang dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 4,8-5,2% dengan inflasi terkendali antara 2-3,5%. 

Martin menambahkan, kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung pada tahun ini juga bisa menjadi driver utama bagi aktivitas ekonomi, memperkuat sentimen pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk melakukan refinancing.

Termasuk, siklus kebijakan moneter yang mulai memasuki fase pelonggaran, Martin prediksi, bakal membawa sentimen positif bagi pasar surat utang.

“Dengan penurunan suku bunga yang sudah mulai terjadi, risiko keuangan perusahaan berpeluang menurun. Hal ini akan berdampak positif, terutama dalam menurunkan beban leverage perusahaan. Kondisi wait and see yang sempat mendominasi pasar mulai mereda, terutama setelah pemilu usai dan pelaku pasar menantikan formasi kabinet baru,” papar Martin.

Kendati demikian bukan berarti pasar surat utang tanpa tantangan. Risiko geopolitik yang tinggi masih menjadi faktor yang menjaga volatilitas pasar, dan dampaknya dapat memengaruhi kondisi ekonomi global dan domestik.

Belum lagi, dampak dari suku bunga tinggi yang dipertahankan dalam jangka waktu lama sebelumnya bisa melemahkan konsumsi dan investasi. Emiten-emiten dengan peringkat rendah cenderung lebih berhati-hati dalam menerbitkan surat utang, terutama dengan adanya substitusi instrumen lain seperti SRBI yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dengan risiko lebih rendah.

“Beberapa emiten bahkan memilih menunda penerbitan atau mengecilkan jumlah obligasi yang diterbitkan, mengingat prospek suku bunga yang lebih rendah di masa mendatang. Tantangan lainnya, pengetatan likuiditas lembaga keuangan akibat peningkatan penyaluran kredit, yang membuat perusahaan harus mencari alternatif pembiayaan termasuk melalui penerbitan obligasi korporasi,” tutup Martin.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #pefindo #surat-utang #obligasi #prospek-surat-utang #refinancing-korporasi #surat-utang-korporasi #obligasi-korporasi #martin-pandiangan-pefindo #berita-ekonomi-terkin

https://investor.id/market/377831/prospek-menarik-pasar-surat-utang-hingga-akhir-2024