Penerbitan Obligasi Korporasi Nasional Tembus Rp 94,9 Triliun sampai Kuartal III-2024
Penerbitan surat utang (obligasi) korporasi secara nasional mencapai Rp 94,9 triliun sampai kuartal III-2024. Halaman all
(Kompas.com) 24/10/24 15:33 16936426
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, penerbitan surat utang (obligasi) korporasi secara nasional mencapai Rp 94,9 triliun sampai kuartal III-2024.
Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 1 Pefindo Martin Pandiangan memerici, penerbitan obligasi dan sukuk tercatat senilai Rp 93,4 triliun.
Jumlah itu tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat senilai Rp 89,3 triliun.
PEXELS/AHSANJAYA Ilustrasi uang rupiah"Total penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan atau nasional itu sekitar Rp 94,9 triliun, dengan outstanding per posisi September adalah di sekitar Rp 474 triliun untuk total surat utang korporasi yang outstanding ya," kata dia dalam konferensi pers Pefindo, Kamis (24/10/2024).
Ia menambahkan, penerbitan obligasi jangka menengah (MTN) tercatat senilai 1 triliun sampai kuartal III-2024.
Angka tersebut turun secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,7 triliun.
Kemudian, penerbitan efek utang lainnya yaitu perpetual dan Surat Berharga Komersial (SBK) menurun menjadi senilai Rp 500 miliar pada periode Januari-September 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 800 miliar.
Lalu untuk sekuritisasi pada periode Januari-September 2024, Martin bilang belum ada penerbitan. Adapun, pada periode yang sama tahun sebelumnya terdapat penerbitan senilai Rp 924,3 miliar.
"Pefindo melakukan pemeringkatan terhadap 85,6 persen surat utang korporasi nasional yang diterbitkan selama periode Januari-September 2024," imbuh dia.
SHUTTERSTOCK/TZIDO SUN Ilustrasi investasi.Martin menuturkan, penerbitan surat utang tersebut masih didominasi oleh sektor jasa keuangan.
Adapun sektor lain yang juga ramai menerbitkan surat utang adalah perusahaan bubur kertas dan produk kertas, perusahaan induk, pertambangan, dan telekomunikasi.
Adapun, tujuan penggunaan dana penerbitan surat utang korporasi sebagian besar adalah untuk modal kerja sebesar 65,4 persen, dan refinancing sebesar 24,5 persen.
"Penerbitan suatu utang korporasi yang diperingkat oleh Pefindo total sebesar Rp 81,3 triliun untuk periode Januari hingga September 2024, dimana masih didominasi oleh obligasi korporasi dan diikuti oleh suatu utang jenis lainnya yaitu sukuk dan lain-lainnya,” tutup Martin.