Bumi Serpong Damai (BSDE) Resmi Akuisisi SMDM Rp2,33 Triliun

Bumi Serpong Damai (BSDE) Resmi Akuisisi SMDM Rp2,33 Triliun

BSDE resmi merampungkan transaksi pengambilalihan mayoritas saham SMDM dengan nilai Rp2,33 triliun.

(Bisnis.Com) 24/10/24 20:18 16938909

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) resmi menjadi pengendali baru PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) usai merampungkan transaksi pengambilalihan senilai Rp2,33 triliun.

Entitas Grup Sinar Mas Land itu mengambil alih 91,99% saham SMDM dari tangan Top Global Limited (TGL), sebuah perusahaan investasi properti asal Singapura, yang sejatinya masih memiliki afiliasi dengan keluarga Widjaja.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan bahwa pihaknya telah merampungkan transaksi pengambilalihan melalui crossing sebanyak 4,39 miliar saham, yang dilakukan melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada 23 Oktober 2024.

“Sehubungan dengan telah diselesaikannya transaksi pengambilalihan, maka perseroan telah menjadi pengendali baru dari SMDM,” ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi, Kamis (24/10/2024).

BSDE mengambil alih 4,39 miliar saham SMDM dengan banderol Rp531 per saham atau merogoh kocek sebesar Rp2,33 triliun untuk merampungkan aksi tersebut.

Hermawan menjelaskan pengambilalihan mayoritas saham SMDM bertujuan sebagai langkah investasi untuk menambah cadangan lahan. Hal ini diharapkan berkontribusi positif dalam pengembangan proyek BSDE secara jangka panjang.

“Pertimbangan perseroan adalah cadangan lahan yang dimiliki oleh SMDM masih luas, sehingga potensi pengembangan masih tinggi, lokasi strategis dekat akses jalan tol, dan diversifikasi geografis bagi perseroan,” kata Hermawan.

Berdasarkan proyeksi manajemen, secara umum rencana transaksi bakal meningkatkan total pendapatan hingga laba bersih BSDE. Pengambilalihan juga diyakini meningkatkan aset, ekuitas, dan kas dari aktivitas operasi perseroan.

Sampai dengan kuartal I/2024, SMDM memiliki aset tanah yang belum dikembangkan senilai Rp1,99 triliun. Aset ini berada di Bekasi, Jawa Barat dengan nilai Rp1,55 triliun, Rancamaya senilai Rp270,31 miliar, dan di Bogor mencapai Rp161,39 miliar.

Sebelumnya, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Vicky Rosalinda menilai akuisisi dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja fundamental BSDE dalam jangka panjang. Namun, hal tersebut akan bergantung pada kemampuan perseroan dalam mengelola dan mengintegrasikan aset baru.

“Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja fundamental BSDE yaitu peningkatan land bank sehingga mampu memperluas potensi pengembangan proyek properti baru,” ujar Rosalinda.

Menurutnya, peningkatan land bank akan memberikan fleksibilitas besar bagi BSDE dalam merancang portofolio proyek, meningkatkan pendapatan jangka panjang, serta menempuh diversifikasi bisnis ke sejumlah wilayah baru.

BSDE sejauh ini memiliki persediaan tanah yang belum dikembangkan seluas 3.670 hektare. Dari jumlah tersebut, proyek BSD City yang berlokasi di Bogor, Surabaya, dan Tangerang memiliki lahan terluas yakni 2.028 hektare.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh dan Wilastita Muthia Sofi, dalam laporannya, memperkirakan bahwa hasil akuisisi SMDM baru memiliki dampak terhadap kinerja prapenjualan BSDE pada 3 – 5 tahun mendatang.

Hal itu disebabkan rapor prapenjualan atau marketing sales SMDM hanya berkisar di rentang Rp300 miliar hingga Rp500 miliar. Jumlah tersebut relatif kecil atau sekitar 3% – 4% dari total realisasi prapenjualan BSDE selama setahun.

BSDE tercatat meraih marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp4,84 triliun pada semester I/2024, tumbuh 1% dari periode yang sama tahun lalu. Perolehan ini juga mengamankan 51% dari target prapenjualan tahun ini sebesar Rp9,5 triliun.

Segmen residensial masih menjadi penopang dengan perolehan sebesar Rp2,61 triliun atau berkontribusi 54% dari total nilai prapenjualan. Adapun segmen komersial menyusul dengan capaian penjualan senilai Rp1,67 triliun hingga akhir Juni 2024.

Dari sisi kinerja keuangan, emiten properti ini telah membukukan laba bersih Rp2,33 triliun sepanjang Januari – Juni 2024 atau melonjak 94,28% year on year (YoY). Kenaikan itu seiring kinerja pendapatan usaha yang meraih Rp7,34 triliun hingga semester I/2024, tumbuh 46,99% dari periode sama tahun lalu yakni Rp4,99 triliun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#bumi-serpong-damai #bsde #saham-smdm #grup-sinar-mas-land #suryamas-dutamakmur #bursa-efek-indonesia #bsde-akuisisi-smdm

https://market.bisnis.com/read/20241024/192/1810519/bumi-serpong-damai-bsde-resmi-akuisisi-smdm-rp233-triliun