Penjualan Mobil Melemah, Rekomendasi Saham Astra (ASII) Aman?
Penjualan mobil pada Januari-September 2024 lebih lemah dari perkiraan. Bagaimana dengan Astra (ASII)? Simak rekomendasi terbaru saham ASII. - Halaman all
(InvestorID) 24/10/24 14:02 16962393
JAKARTA, investor.id – Penjualan mobil secara grosir pada September 2024 turun 4,8% menjadi 72.667 unit, terendah dalam empat bulan. Secara kumulatif, selama Januari-September 2024, penjualan anjlok 16,2% yoy menjadi 633.218 unit. Bagaimana dengan PT Astra International Tbk (ASII)?
Penjualan mobil oleh Astra turun pada September 2024. Hal itu mencerminkan tren penjualan secara nasional. Namun, Astra (ASII) berhasil mempertahankan pangsa pasar sebesar 55%.
“Penjualan ASII secara kuartalan naik 12,4%, tetapi turun 12,1% secara tahunan. Sedangkan penjualan kumulatif turun 36,2% yoy,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli dalam risetnya.
Sementara itu, penjualan mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia tergerus 18,7% mom menjadi 4.296 unit pada September 2024. Hal itu seiring penurunan penjualan mobil BYD. Sedangkan penjualan mobil listrik hybrid (hybrid electric vehicle/HEV) mencapai 5.521 unit, terpangkas 10,7% mom.
“Secara kumulatif, penjualan BEV tumbuh 170,2% yoy dan HEV 19% yoy,” ungkap Christopher.
Adapun penjualan kendaraan listrik global sebanyak 1,7 juta unit pada September 2024, yang dipimpin oleh China sebanyak 1,1 juta unit. Secara kumulatif, sebanyak 11,5 juta kendaraan listrik terjual secara global atau naik 22%, dengan pertumbuhan di China sebesar 35% – mengimbangi penurunan sebesar 4% di Eropa.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Untuk sepeda motor, penjualan di pasar domestik mencapai 528.715 unit atau turun 7,9% mom, namun naik 3,7% yoy. Lalu, penjualan motor di pasar ekspor sebanyak 51.944 unit atau turun 8,4% mom, tapi tumbuh 1,2% yoy.
“Secara kumulatif, penjualan motor di pasar domestik sepanjang Januari-September 2024 mencapai 4,9 juta unit, selaras dengan perkiraan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia),” jelas Christopher.
Dengan berbagai pertimbangan, Mirae mempertahankan peringkat overweight untuk sektor otomotif, meskipun hasil penjualan pada kuartal III-2024 dan Januari-September 2024 lebih lemah dari perkiraan. Mirae mengantisipasi hasil keseluruhan yang lebih baik pada kuartal IV-2024, mengingat berbagai acara GIIAS dan faktor musiman.
Karena itu, Mirae merekomendasikan beli saham Astra (ASII). Target harga saham ASII dipatok sebesar Rp 6.050.
Target harga ASII tersebut setara dengan rasio PE 7,6 kali atau masih sedikit lebih rendah dari rasio PE standar deviasi (SD) -1 rata-rata 5 tahun yang sebesar 7,65 kali. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan proyeksi penjualan mobil tahun ini yang konservatif sebanyak 852.000 unit.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #asii #astra #saham-asii #penjualan-mobil #saham-astra #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/377815/penjualan-mobil-melemah-rekomendasi-saham-astra-asii-aman